Berlarilah...! Berlari adalah satu-satunya cara untuk menjadi pemenang. Kita tidak akan menjadi pemenang bila hanya berdiam menjadi penonton. Waktu berpacu, dan tak pernah menunggu siapa pun.
Aku pernah tertinggal dalam satu kesempatan yang aku sesalkan. Namun aku tak hendak larut dalam penyesalan. Aku mulai mengumpulkan energi untuk berlari mengejar ketinggalanku. Aku mempelajari banyak hal dari ketertinggalanku. Dan aku tak ingin diam terjebak di sana seterusnya sambil meratap. Sebab, jika aku tidak segera berlari, aku akan semakin tertinggal.
Aku ingin menjadi pemenang. Maka aku berlari. Menuju garis finish. Membuktikan pada diriku sendiri, kawan dan juga lawan, serta penonton, bahwa aku 'kan mampu menjadi pemenang. Aku enggan dikalahkan oleh rasa malas dan kesedihan.
Jejak Bintang
Friday, October 09, 2015
Wednesday, October 07, 2015
It's CLOSED
Aku telah menghapusnya
Jejak-jejak yang memang sudah kutinggalkan
Dan aku tak akan kembali lagi ke sana,
...for any reason
Biarlah lembaran itu pergi menjauh
seiring langkah yang terus ke depan
Menjadi sejarah yang tak perlu dikenang
atau dikisahkan kelak kepada anak-cucu
Ternyata kehidupan yang sejati karuniaNYA
adalah yang terindah dibandingkan
gemerlap panggung sandiwara
Selamat jalan, Alter Ego, selamat berpisah
Denyut nadi, aliran darah, tarikan nafas,
kini milikku sendiri,
dan aku takkan membaginya lagi
Rabb... padaMU kubersujud mohon ampunan
atas segala keangkuhanku, kekhilafanku
Aku kembali hanya di jalanMU
Jejak Bintang
- pada serpihan-serpihan masa lalu yang temaram,
menggenggam pasir, untuk melepaskannya ke samudera -
Laa ilaaha illallah...
Labels:
contemplation,
DIARY,
Point of View,
religious
Thursday, August 27, 2015
To Kill A Mockingbird ~for me
Berawal dari keisengan mengikuti salah satu QUIZ di facebook, yang judulnya "What Classic Novel Describes Your Life?", and I got this result:
Harper Lee's To Kill A Mockingbird...
Selfless and Morally Sound, your story unfold within the heartbreakingly honest pages of Harper Lee's TO KILL A MOCKINGBIRD. Tride, true, and honest - yours is a life of helping others. Intolerance and bigotry infuriate you, and you have a very hard time understanding how anyone could think in a such manner. You are driven to do good by others, not only because it's right - but because that's simply who you are.
---------------------------------------------------------
I said, "WOW" because I had never read that book, even I've heard about this book, and people say this book is great.
And then, aku memutuskan untuk mencari buku ini di Gramedia, dan ternyata hasilnya nihil di lima Gramedia yang aku datangi. Karena penasaran, aku mulai googling mencarinya di toko buku online. And Gotcha! I've got one.
To Kill A Mockingbird memang bukan "buku biasa", aku membacanya dengan segenap perasaan, mencoba menyelami lebih dalam dan memaknainya. Dan ternyata buku ini merupakan satu-satunya karya Harper Lee yang diterbitkan. WOW. Aku salut sekali. Semenjak aku masih kecil, aku selalu bermimpi bisa menulis buku dan diterbitkan, dan tentu saja dapat dibaca oleh banyak orang. Namun, seiring waktu, laju usia, hingga saat ini belum juga aku mampu mewujudkan mimpi besarku itu. Harper Lee ini tiba-tiba menginspirasiku. Well, barangkali saja aku masih punya satu kesempatan, sebelum kelak tutup usia, setidaknya ada satu buku karyaku yang berhasil diterbitkan dan dibaca oleh banyak orang. Amin.
Kembali ke topik. Apakah kemudian hasil quiz itu benar...? Aku akan katakan BENAR, Ya, benar. Karena aku melihat Jem dan Scout seperti aku dan adikku, dan Atticus seperti Mama yang membesarkan kami seorang diri sejak kami masih kecil. Yang mengupayakan semaksimal mungkin agar kami berdua terdidik dengan baik, dari segi manners dan akademik. Menanamkan begitu banyak pelajaran mendasar dari hidup ini semenjak kami berdua masih kecil, sehingga setelah kemudian kehidupan kami menjadi penuh konflik, kami seperti sudah dipersiapkan untuk siap menghadapi semua itu. Thank you, Mum.
Selanjutnya, yang menakjubkan dari buku ini tentu saja adalah quotes-nya. Harper Lee ini seorang penulis cerdas yang berwawasan, Setiap kalimat yang ia gunakan memancarkan kecerdasannya. Ia juga cerdas secara emosi, setiap karakter dan emosi dalam diri mereka sangat terasa lewat caranya bercerita. Really great, and very inspiring!
---------------------------------------------------------
Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya... hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.
Aku dan Jem menganggap ayah kami (Atticus Finch) lumayan: dia bermain bersama kami, membaca untuk kami, serta menghormati kami dengan tidak pernah mencampuri urusan kami.
Charles Baker Harris (Dill): Demikianlah kami mengenal Dill sebagai Merlin kecil, yang kepalanya disesaki rencana nyentrik, keinginan aneh, dan khayalan ganjil.
Kata Jem, Atticus tak pernah bicara banyak tentang keluarga Radley: ketika Jem menanyainya, satu-satunya jawaban Atticus adalah: pikirkan urusanmu sendiri dan biarkan keluarga Radley memikirkan urusan mereka, itu sepenuhnya hak mereka.
Kalau kamu memakan hewan mentah-mentah, kau tak akan pernah bisa mencuci bersih noda darahnya.
Membaca adalah sesuatu yang kukuasai dengan sendirinya... Sampai aku takut aku akan kehilangan kegiatan ini, aku baru sadar kalau aku belum pernah gemar membaca. Bukankah orang tak pernah gemar bernapas?
Kalau kau bisa mempelajari satu keterampilan sederhana, kau bisa bergaul lebih baik dengan berbagai jenis orang. ~Atticus Finch
Apa yang terjadi pada orang lain, kita tak pernah benar-benar tahu.
Atticus Finch adalah orang yang sama di dalam runah dan di jalan umum.
Aku tak pernah mengerti bagaimana Atticus tahu aku sedang menguping, dan baru bertahun-tahun kemudian aku menyadari bahwa dia ingin aku mendengar setiap kata yang diucapkannya.
Kau boleh menembak burung blue-jay sebanyak yang kau mau, kalau bisa kena, tetapi ingat, membunuh mockingbird - sejenis murai bersuara merdu - itu dosa. Mockingbird menyanyikan musik untuk kita nikmati, hanya itulah yang mereka lakukan. Mereka tidak memakan tanaman di kebun orang, tidak bersarang di gudang jagung, mereka tidak melakukan apa pun, kecuali menyanyi dengan tulus untuk kita. Karena itulah, membunuh mockingbird itu dosa.
Dia bisa membuat seseorang begitu terlindung sehingga orang lain tak bisa mengganggunya. (tentang Atticus)
Orang yang berakal sehat tak pernah berbangga dengan bakatnya.
Sebelum aku mampu hidup bersama orang lain, aku harus hidup dengan diriku sendiri. Satu hal yang tidak tunduk pada mayoritas adalah nurani seseorang.
Aku ingin kau melihat sesuatu dalam dirinya - aku ingin kau melihat keberanian sejati, alih-alih mendapat konsep bahwa keberanian selalu identik dengan lelaki bersenapan. Keberanian adalah saat kau tahu kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan kau merampungkannya, apa pun yang terjadi, kau jarang menang, tetapi, kadang-kadang kau bisa menang.
Tidak selalu perlu menunjukkan semua yang kita ketahui. Itu bukan sikap perempuan terhormat.
Kalian bukanlah manusia rata-rata, bahwa kalian adalah hasil didikan terhormat beberapa generasi. Didikan terhormat, dan bahwa kau harus berusaha menjaga nama keluargamu. Kalian harus mencoba bersikap seperti lelaki dan perempuan terhormat sebagaimana mestinya, supaya kalian punya gambaran tentang siapa diri kalian, supaya kalian tergerak untuk bersikap sesuai dengan itu.
Dill memulai lagi. Hal-hal indah melayang di sekitar kepalanya yang penuh mimpi. Dia dapat membaca dua buku sementara aku baru satu, tetapi dia lebih menyukai keajaiban cerita karangannya sendiri. Dia dapat menambah dan mengurang lebih cepat dari kilat, tetapi dia lebih suka dunia senjanya sendiri, dunia tempat bayi-bayi tidur, menunggu dipetik seperti bakung pagi.
Di Maycomb, jika orang berjalan tanpa tujuan pasti di benaknya, bolehlah diyakini bahwa benaknya tak mampu memiliki tujuan pasti.
Atticus pernah berkata, mengobrolkan hal-hal yang diminati orang yang kita ajak bicara, bukan tentang apa yang kita minati, adalah hal yang sopan.
~ Jejak Bintang ~
Wednesday, August 26, 2015
Jebakan Batman !!
"Jebakan Batman" ini semestinya ditulis "Jebakan Bad-Man". Jebakan orang jahat, atau orang yang punya niat jahat terhadap kita. Untungnya aku sudah cukup banyak belajar. Karena aku sudah beberapa kali terjatuh ke dalam lubang-lubang jebakan, di masa ketika usiaku masih muda, sebelum memasuki Gerbang 30.
Misalnya, aku pernah mentransfer my last account for a bad-man out there. Dan kejadian tragis itu membuatku terpaksa berhutang untuk menutupinya, tentunya dengan bunga, berikut denda keterlambatan mengingat pada saat itu penghasilanku masih sangat minim. Selain itu aku pernah merasakan di-bully, tidak diperhitungkan, didiskreditkan, diasingkan, difitnah, semua pernah kualami. Aku senantiasa mengingat rasa sakitnya, dan tentu saja menguras batin, serta air mata.
Been there, done there...!! Sudah cukup. Kesalahan adalah pengalaman, dan pengalaman adalah guru terbaik. So, I learned. Kini, setelah memasuki Gerbang 30, semestinya jebakan batman sudah tidak mempan lagi padaku. I'm getting wiser and wiser by older. Hmmm...
Beberapa kali aku "selamat" dari jebakan batman berikutnya. Alhamdulillah. Sahabatku bilang, "Kamu memiliki lucky charm", atau "You seem like always saved by the bell". Entahlah. Itu semua rahasiaNYA.
Positifnya, mungkin karena aku senantiasa mencoba untuk selalu mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupku. Aku sudah cukup merasakan terjatuh. Aku sudah mengencangkan sabuk pengamanku, preventif atas segala kemungkinan di hadapan.
I learn to prepare myself for any unexpected things in life. So, Jebakan Batman...??? It's just such an old game for me now. LOL.
~ Jejak Bintang ~
Tuesday, August 25, 2015
Perubahan yang tak terlalu berarti
Di kantor, sedang terjadi rotasi besar-besaran di tingkat eselon. Namun pergerakan yang benar-benar "bermakna" tidak terlalu banyak. Mungkin juga itu sudah diatur sedemikian rupa, permainan tingkat tinggi. Selebihnya, sekedar bertukar tempat mengalihkan kejenuhan bagi "kotak-kotak" tertentu.
Bagiku, ternyata tidaklah terlalu berpengaruh juga. Apalagi posisi eselon empatnya tidak berubah, unfortunatelly, masih diduduki oleh orang yang sama. Huft. Go with the flow aja, deh. I didn't expecting too much juga, sih. Karena udah jadi rahasia umum bahwa yang bersangkutan sangat kecil kemungkinannya untuk dapat dipindahkan ke tempat lain karena satu dan lain hal. Jadi, ya sudahlah...
Di sisi lain, aku merasa masih beruntung memiliki Sprint di tempat lain. Ada sisi "dunia" lain aku geluti disamping yang pokok. Meski awalnya begitu banyak hal dan persoalan yang terjadi di dalamnya, konflik, ketegangan, krisis kepercayaan, dan lain-lain. Namun seiring waktu, aku mulai menikmati dinamika yang ada di hadapan.
Khusnudzonnya, Allah SWT memberikan semua ini sebagai bagian dari proses pematangan diriku, dan semoga merupakan bentuk ujian kenaikan kelasku kelak. Amin.
Belakangan kusadari bahwa ternyata kemampuan survive-ku lebih tinggi dari yang kukira. Aku lebih kuat dalam menghadapi gejolak perubahan ini, dan insya Allah, aku memiliki kemampuan beradaptasi yang (ternyata) luar biasa, semua sungguh di luar dugaanku. Subhanallah.
Kutipan ayat Qur'an di atas rasanya saat ini sangat cocok untukku. Menyentil dan sangat kena. Walau aku tidak pernah sungguh-sungguh "membenci" sesuatu dalam makna harfiah, terlebih semenjak usiaku memasuki Gerbang 30. Aku sudah memusnahkan segala unsur kebencian yang ada dalam diriku. Semoga.
Kini aku melangkah saja. Menjalani dan menikmati takdirku dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur kehadirat Allah SWT. Bahwa semua rencanaNYA kelak 'kan berujung indah bila kita senantiasa bersyukur dan ikhlas menjalani semua ini. Insya Allah.
~ Jejak Bintang ~
Bagiku, ternyata tidaklah terlalu berpengaruh juga. Apalagi posisi eselon empatnya tidak berubah, unfortunatelly, masih diduduki oleh orang yang sama. Huft. Go with the flow aja, deh. I didn't expecting too much juga, sih. Karena udah jadi rahasia umum bahwa yang bersangkutan sangat kecil kemungkinannya untuk dapat dipindahkan ke tempat lain karena satu dan lain hal. Jadi, ya sudahlah...
Di sisi lain, aku merasa masih beruntung memiliki Sprint di tempat lain. Ada sisi "dunia" lain aku geluti disamping yang pokok. Meski awalnya begitu banyak hal dan persoalan yang terjadi di dalamnya, konflik, ketegangan, krisis kepercayaan, dan lain-lain. Namun seiring waktu, aku mulai menikmati dinamika yang ada di hadapan.
Khusnudzonnya, Allah SWT memberikan semua ini sebagai bagian dari proses pematangan diriku, dan semoga merupakan bentuk ujian kenaikan kelasku kelak. Amin.
Belakangan kusadari bahwa ternyata kemampuan survive-ku lebih tinggi dari yang kukira. Aku lebih kuat dalam menghadapi gejolak perubahan ini, dan insya Allah, aku memiliki kemampuan beradaptasi yang (ternyata) luar biasa, semua sungguh di luar dugaanku. Subhanallah.
Kutipan ayat Qur'an di atas rasanya saat ini sangat cocok untukku. Menyentil dan sangat kena. Walau aku tidak pernah sungguh-sungguh "membenci" sesuatu dalam makna harfiah, terlebih semenjak usiaku memasuki Gerbang 30. Aku sudah memusnahkan segala unsur kebencian yang ada dalam diriku. Semoga.
Kini aku melangkah saja. Menjalani dan menikmati takdirku dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur kehadirat Allah SWT. Bahwa semua rencanaNYA kelak 'kan berujung indah bila kita senantiasa bersyukur dan ikhlas menjalani semua ini. Insya Allah.
~ Jejak Bintang ~
Monday, August 24, 2015
Positive Thinking
Dalam dunia kerja, tak ada lawan dan kawan yang abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. Aku sedang mengamati sekelilingku. Tiga belas tahun aku telah menjalani karir di tempat ini. Rasanya sudah cukup banyak aku menjumpai berbagai karakter orang. Dan hal ini merupakan pengalaman tersendiri yang turut mematangkanku.
Awalnya kawan, menjadi lawan. Tadinya lawan, menjadi kawan. Ada pula yang awalnya kawan, menjadi lawan, kemudian kembali menjadi "kawan". Betapa menariknya hidup ini dalam dinamika yang unik begini.
Kawan yang menjadi lawan, kemudian kembali menjadi "kawan" merupakan peristiwa langka dalam sejarah hidupku. Dan barangkali hanya terjadi dalam dunia profesi saja, dimana intinya adalah KEPENTINGAN.
Lalu mengapa kita harus angkuh? Bila ternyata lingkungan kerja ini kelak akan menggiring langkah kita untuk kembali "bekerja sama" dengan dia? Maka jangan palingkan wajah terlalu jauh, jangan memupuk amarah terlalu lama. Sebab kita takkan pernah tahu kemana takdirNYA akan membawa langkah kita kelak.
Mencoba menjadi bagian dari suatu lingkungan, akan terasa mudah atau sulit, itu kembali pada diri kita masing-masing. Semua ada dalam pikiran kita sendiri. Kitalah yang menjadi penentu takdir kita sendiri.
Think positive, in any kind of situation. Maka akan mengarahkan kita untuk senantiasa bersyukur. Insya Allah.
~ Jejak Bintang ~
Awalnya kawan, menjadi lawan. Tadinya lawan, menjadi kawan. Ada pula yang awalnya kawan, menjadi lawan, kemudian kembali menjadi "kawan". Betapa menariknya hidup ini dalam dinamika yang unik begini.
Kawan yang menjadi lawan, kemudian kembali menjadi "kawan" merupakan peristiwa langka dalam sejarah hidupku. Dan barangkali hanya terjadi dalam dunia profesi saja, dimana intinya adalah KEPENTINGAN.
Lalu mengapa kita harus angkuh? Bila ternyata lingkungan kerja ini kelak akan menggiring langkah kita untuk kembali "bekerja sama" dengan dia? Maka jangan palingkan wajah terlalu jauh, jangan memupuk amarah terlalu lama. Sebab kita takkan pernah tahu kemana takdirNYA akan membawa langkah kita kelak.
Mencoba menjadi bagian dari suatu lingkungan, akan terasa mudah atau sulit, itu kembali pada diri kita masing-masing. Semua ada dalam pikiran kita sendiri. Kitalah yang menjadi penentu takdir kita sendiri.
Think positive, in any kind of situation. Maka akan mengarahkan kita untuk senantiasa bersyukur. Insya Allah.
~ Jejak Bintang ~
Sunday, August 23, 2015
DON'T bother me...!
"No words ever spoken to you should change the way you feel about yourself..."
Saya adalah saya. Sejauh ini saya sudah semakin mengenal diri saya, seiring laju usia dan pengalaman hidup yang telah saya lalui.
Di usia saya saat ini, saya sudah tidak lagi terlalu mempedulikan apa pendapat orang tentang saya. Apalagi "rela" berubah demi mengikuti "standar" orang lain. Sorry to say, ya... sebagai manusia, kita semua dilahirkan sama, dengan keunikan masing-masing.
Anda tidak menjalani hidup yang saya jalani, dan saya pun tidak menjalani hidup yang Anda jalani. Jadi, marilah kita sepakat untuk tidak sepakat mengenai penilaian Anda terhadap saya. Karena saya bukan Anda, dan Anda bukan saya.
Paham...??!!
~ Jejak Bintang ~
Saya adalah saya. Sejauh ini saya sudah semakin mengenal diri saya, seiring laju usia dan pengalaman hidup yang telah saya lalui.
Di usia saya saat ini, saya sudah tidak lagi terlalu mempedulikan apa pendapat orang tentang saya. Apalagi "rela" berubah demi mengikuti "standar" orang lain. Sorry to say, ya... sebagai manusia, kita semua dilahirkan sama, dengan keunikan masing-masing.
Anda tidak menjalani hidup yang saya jalani, dan saya pun tidak menjalani hidup yang Anda jalani. Jadi, marilah kita sepakat untuk tidak sepakat mengenai penilaian Anda terhadap saya. Karena saya bukan Anda, dan Anda bukan saya.
Paham...??!!
~ Jejak Bintang ~
Saturday, August 22, 2015
Act the part, and you will become the part
Bagaimana agar kita diterima oleh suatu lingkungan atau situasi dimana kita berada...?
Untuk menjadi bagian atau berada di tengah-tengah suatu lingkungan yang baru, kita harus bisa membaur dan menyesuaikan diri dengan mereka. Kita cenderung akan sulit diterima ketika kita "berbeda". Setidaknya, apabila kita memang benar-benar "berbeda", kita harus berpura-pura sama seperti mereka, agar dapat menjadi bagian dari mereka.
Aku sudah pernah menerapkan hal ini beberapa kali, dalam beberapa kesempatan di hidupku. Kalau hendak memasuki lingkungan "Komunitas Membaca", misalnya, tidak mungkin bagi mereka yang tidak suka membaca, karena akan tidak nyambung ketika komunitas ini banyak membicarakan buku, dan buku. Setidaknya perhatikan jenis buku yang mereka minati, cari 1-2 buku diantaranya yang paling populer, cobalah membaca dan memahaminya. Cukup segitu saja, kamu akan masuk ke dalam "mereka" tanpa merasa menjadi orang asing.
Selanjutnya, perhatikan pola dan kebiasaan mereka, kemudian cobalah untuk menyesuaikan. Sekedar menunjukkan bahwa kamu sama dengan mereka, dan proses yang akan menuntunmu ke tahap berikutnya. Proses memperoleh kepercayaan, untuk menggali dan mendapatkan informasi yang dikehendaki, apakah itu berkenaan dengan komunitas secara garis besar, atau seseorang dalam komunitas, secara khusus.
~ Jejak Bintang ~
Untuk menjadi bagian atau berada di tengah-tengah suatu lingkungan yang baru, kita harus bisa membaur dan menyesuaikan diri dengan mereka. Kita cenderung akan sulit diterima ketika kita "berbeda". Setidaknya, apabila kita memang benar-benar "berbeda", kita harus berpura-pura sama seperti mereka, agar dapat menjadi bagian dari mereka.
Aku sudah pernah menerapkan hal ini beberapa kali, dalam beberapa kesempatan di hidupku. Kalau hendak memasuki lingkungan "Komunitas Membaca", misalnya, tidak mungkin bagi mereka yang tidak suka membaca, karena akan tidak nyambung ketika komunitas ini banyak membicarakan buku, dan buku. Setidaknya perhatikan jenis buku yang mereka minati, cari 1-2 buku diantaranya yang paling populer, cobalah membaca dan memahaminya. Cukup segitu saja, kamu akan masuk ke dalam "mereka" tanpa merasa menjadi orang asing.
Selanjutnya, perhatikan pola dan kebiasaan mereka, kemudian cobalah untuk menyesuaikan. Sekedar menunjukkan bahwa kamu sama dengan mereka, dan proses yang akan menuntunmu ke tahap berikutnya. Proses memperoleh kepercayaan, untuk menggali dan mendapatkan informasi yang dikehendaki, apakah itu berkenaan dengan komunitas secara garis besar, atau seseorang dalam komunitas, secara khusus.
~ Jejak Bintang ~
Saturday, August 01, 2015
Krisis Kepercayaan
Pertanyaannya adalah seberapa siap kita untuk memimpin...? Dan pemahaman bahwa semakin di atas, hembusan angin akan semakin kencang. Siapkan dirimu sebaik-baiknya sebelum memasuki medan perang yang sesungguhnya.
Janji-janji adalah hutang yang nyata-nyata harus dibayar, atau kita akan kehilangan kepercayaan sama sekali. Dan berlindung dibalik jubah ilusi hanyalah simbol kepengecutan tiada tara.
Ketika kita benar-benar tidak siap menghadapi hal-hal besar di hadapan, kemudian kita dirundung ketakutan yang teramat sangat. Kita kerap mencurigai siapa saja yang ada di dekat dan sekeliling kita. Mereka yang paham bahwa kita bersembunyi di balik jubah, atau mereka yang ingin menanggalkan jubah itu sehingga mengungkap wujud asli kita yang kerdil.
Ketika jeruji pikiran memenjara kita tentang "Siapa yang harus kita percaya?", "Apakah orang ini hanya manis di hadapan saya, bagaimana ketika di belakang saya?". Politik dan kekuasaan. Panggung sandiwara terbesar dan termegah. Kita harus memahami bahwa tak pernah ada kawan dan lawan yang abadi. Yang ada hanya kepentingan abadi.
Congrats! Enjoy your crown, enjoy your throne. If you could passing this, I'll do salute you..!
~ Jejak Bintang ~
Janji-janji adalah hutang yang nyata-nyata harus dibayar, atau kita akan kehilangan kepercayaan sama sekali. Dan berlindung dibalik jubah ilusi hanyalah simbol kepengecutan tiada tara.
Ketika kita benar-benar tidak siap menghadapi hal-hal besar di hadapan, kemudian kita dirundung ketakutan yang teramat sangat. Kita kerap mencurigai siapa saja yang ada di dekat dan sekeliling kita. Mereka yang paham bahwa kita bersembunyi di balik jubah, atau mereka yang ingin menanggalkan jubah itu sehingga mengungkap wujud asli kita yang kerdil.
Ketika jeruji pikiran memenjara kita tentang "Siapa yang harus kita percaya?", "Apakah orang ini hanya manis di hadapan saya, bagaimana ketika di belakang saya?". Politik dan kekuasaan. Panggung sandiwara terbesar dan termegah. Kita harus memahami bahwa tak pernah ada kawan dan lawan yang abadi. Yang ada hanya kepentingan abadi.
Congrats! Enjoy your crown, enjoy your throne. If you could passing this, I'll do salute you..!
~ Jejak Bintang ~
Wednesday, July 08, 2015
GADGETaholic
Sebuah perenungan tentang GADGET...
Mungkin sekitar tahun 2009 aku menggunakan smartphone untuk pertama kali. Saat itu Blackberry yang sedang booming dengan aplikasi BBM andalannya. Kemudian seiring waktu aku pun bergonta-ganti smartphone. Hingga akhirnya aku membeli android Samsung yang harganya cukup mahal.
Alih-alih untuk menunjang kebutuhan pekerjaan, itulah alasan pertama aku menggunakan smartphone. Untuk mempermudah akses komunikasi dan informasi secara update, kapan saja, dimana saja. Hingga kemudian "kebutuhan" itu menjalar menjadi "kecanduan" yang tak terbendung lagi.
Maraknya aplikasi dari mulai social media, chat service, perbankan, hingga beragam game mulai menjadi trend dan "memaksa" aku mendownload. Semakin lama ketergantungan untuk "berinteraksi" dengan gadget pun semakin tinggi. Belum lagi aplikasi berbagai macam kamera dan trend selfie. Semakin dahsyat gadget ini menjadi benda paling penting bagi banyak orang, termasuk aku.
Entah disadari atau tidak, akhirnya peran gadget ini pun menggeser begitu banyak interaksi sosial yang sesungguhnya dalam kehidupan nyata. Perubahan-perubahan drastis yang aku rasakan antara lain:
1) Dulu, setiap ulang tahun, aku sebagai seseorang yang memiliki banyak saudara, teman dan kolega, senantiasa kebanjiran telepon dan SMS ucapan selamat ulang tahun. Rasanya menyenangkan menerima telepon-telepon itu, bahkan sebelum ada handphone, telepon rumah tak berhenti berdering, sampai saudara dan sahabat yang di luar Jakarta rela telepon interlokal sekedar untuk memberi ucapan selamat ulang tahun. Kini, orang cenderung memilih memberikan ucapan lewat facebook wall, atau sekedar pasang display picture di BBM disertai status "happy birthday to you". Well, kalau sekedar "masih untung dia ingat", bagiku tetap saja esensinya beda. Rasanya beda. Touching-nya beda.
2) Di rumah, seluruh anggota keluarga menjadi semacam kehilangan chemistry satu sama lain. Seusai dari mana-mana, pulang ke rumah bukannya saling berkomunikasi satu sama lain, malah buru-buru nyamber gadget untuk update status "CAPEK". Terkadang anak pun diabaikan. Dan parahnya untuk menebus rasa bersalah pada anak karena keasikan tenggelam dalam dunia gadget, malah membelikan gadget juga untuk anak. Kita yang sudah dewasa (kalau enggan disebut tua) saja, tidak bisa mengendalikan diri dari gadget addict, apalagi anak-anak kita kalau harus "kenal" gadget sejak usia dini? Haduh...!
3) Percakapan absurd orang zaman sekarang.
A: Eh, kamu udah tahu kalau papanya Ardi meninggal semalam?
B: Innalillahi. Belum. Ardi ngabarin kamu, ya?
A: Ngga. Kan rame tuh di facebooknya.
#Glek!
atau ada versi lainnya begini,
A: Besok kamu mau datang ke pernikahan Rani dan Ivan, ngga?
B: Hah? Emang udah mau nikah ya? Kapan? Kok aku ngga diundang?
B: Diundang kok, kan kita di-tag di facebook, emang belum lihat notifikasi?
A: Waduh, makasih deh kalo cara ngundangnya begitu, mendingan ngga usah datang aja.
#Glek!
Jujur, aku secara pribadi juga tidak berkenan diundang dengan cara demikian, karena kesannya ngga tulus banget, apa beratnya telepon kalau memang ngga bisa kirim undangannya? Dulu, masih ada metode dititipkan ke teman, atau telepon minta alamat, kemudian undangannya dikirim. Kini, social media telah sukses membuat banyak orang merasa "malas" melakukan semua hal yang "klasik" itu. Huft...!
4) Acara kumpul-kumpul seperti arisan keluarga, silaturahmi, reuni, termasuk juga kongkow-kongkow dengan teman, dan lain sebagainya menjadi kehilangan makna tatkala semua orang yang tengah berkumpul malah asik dengan gadget masing-masing, dan bukannya mengobrol satu sama lain dengan melakukan eye contact. Bahkan sambil ngobrol, terlalu sering mata sambil melirik gadget. Hmmm...
Itu hanya beberapa contoh. Terlalu banyak bila dijabarkan contoh-contoh lainnya. Intinya, kita sungguh kekurangan interaksi sosial yang nyata dengan orang-orang di sekeliling kita. Banyak orangtua zaman sekarang cenderung lalai mengikuti perkembangan anaknya karena lebih sibuk memperhatikan gadget. Bersyukurlah kita sebagai generasi yang dibesarkan oleh orangtua di era yang belum mengenal gadget dan social media.
Berapa lama kita hidup di dunia, tidak pernah ada yang tahu. Aku ingin mulai mengurangi atau membatasi interaksi dengan gadget. Waktu yang berharga, baiknya dihabiskan dengan bercengkerama bersama suami/istri, anak-anak, orangtua, dan saudara, serta sahabat, teman, dan orang-orang di sekeliling kita.
Semoga belum terlambat untuk membatasi interaksi kita dengan gadget, juga anak-anak kita di rumah. Jangan pernah meminta dimaklumi oleh orang-orang yang kita sayangi ketika kita asik dengan gadget. Justru gadget harus "mengalah" ketika kita sedang bersama orang-orang tersayang. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.
~ Jejak Bintang ~
Sunday, June 07, 2015
Tersingkir
Kadang ada suatu masa
dimana kita merasa tersingkirkan
dari lingkungan tempat kita berada
Bila itu terjadi, rasanya seperti
ingin segera lenyap ke tempat
dimana semestinya kita berada
Tapi... apakah itu cukup...?
Rasanya, ada saat dimana
terkadang kita terpaksa menjalani
sesuatu di luar kehendak kita
Tapi... berapa lama kita dapat bertahan
dalam situasi yang sesungguhnya
tidak kita harapkan dan inginkan
...sama sekali
Tangerang, 23 Oktober 2000
Jejak Bintang
dimana kita merasa tersingkirkan
dari lingkungan tempat kita berada
Bila itu terjadi, rasanya seperti
ingin segera lenyap ke tempat
dimana semestinya kita berada
Tapi... apakah itu cukup...?
Rasanya, ada saat dimana
terkadang kita terpaksa menjalani
sesuatu di luar kehendak kita
Tapi... berapa lama kita dapat bertahan
dalam situasi yang sesungguhnya
tidak kita harapkan dan inginkan
...sama sekali
Tangerang, 23 Oktober 2000
Jejak Bintang
Thursday, May 21, 2015
this life in #abstract
Terkadang, kita harus bisa 'keras' terhadap diri kita sendiri, sebab bila kita tidak dapat bersikap demikian, maka dunia yang akan bersikap keras terhadap kita. Terkadang menyenangkan ketika segala sesuatu yang kita jalani, diberikan kemudahan olehNya. Namun, sesekali kita memang perlu kejutan, agar hidup lebih berwarna.
Lebih baik berpikir bagaimana cara menikmati hidup, daripada mengendalikan hidup. Karena pada prinsipnya kita tidak akan pernah bisa mengendalikan sesuatu yang bukan milik kita, yaitu kehidupan, yang mutlak adalah milikNya.
Berhenti memanjakan diri. Baiknya kendalikan diri dan perasaan. Sebab perasaan merupakan bagian diri kita. Perlu kita kendalikan agar bukan ia yang mengendalikan diri kita.
#Abstrak
~ Jejak Bintang ~
Lebih baik berpikir bagaimana cara menikmati hidup, daripada mengendalikan hidup. Karena pada prinsipnya kita tidak akan pernah bisa mengendalikan sesuatu yang bukan milik kita, yaitu kehidupan, yang mutlak adalah milikNya.
Berhenti memanjakan diri. Baiknya kendalikan diri dan perasaan. Sebab perasaan merupakan bagian diri kita. Perlu kita kendalikan agar bukan ia yang mengendalikan diri kita.
#Abstrak
~ Jejak Bintang ~
Tuesday, May 19, 2015
2015
dan kemudian...
di tahun ini bergulir berbagai peristiwa, begitu banyak, mengaduk-aduk perasaan dan emosi, menguji kematangan diri, menuju proses pendewasaan...
semoga...
rahmat dan hidayah-MU mengalir beriringan dengan langkah-langkahku, menuju ridho-MU... sebab aku takut akan ENGKAU, kebesaran-MU menggetarkan sukma dan sanubari... aku semakin merasa kecil dihadapan-MU... dan semakin kupaham hanya ENGKAU tempatku berharap dan memohon...
bahwa...
HIDUP dan MATI-ku hanya untuk-MU...
Laa Ilahailallah... Maha Suci Engkau dalam Kebesaran-MU...
~ Jejak Bintang ~
di tahun ini bergulir berbagai peristiwa, begitu banyak, mengaduk-aduk perasaan dan emosi, menguji kematangan diri, menuju proses pendewasaan...
semoga...
rahmat dan hidayah-MU mengalir beriringan dengan langkah-langkahku, menuju ridho-MU... sebab aku takut akan ENGKAU, kebesaran-MU menggetarkan sukma dan sanubari... aku semakin merasa kecil dihadapan-MU... dan semakin kupaham hanya ENGKAU tempatku berharap dan memohon...
bahwa...
HIDUP dan MATI-ku hanya untuk-MU...
Laa Ilahailallah... Maha Suci Engkau dalam Kebesaran-MU...
~ Jejak Bintang ~
Friday, April 17, 2015
Gerbang 30
USIA semestinya mematangkan unsur-unsur dalam diri. Pemikiran, sikap, dan tentu saja batin. Bagaimana mengelola "anger management" atau tingkat kesabaran. Bagaimana semestinya tingkat kesabaran itu semakin tinggi. Dan ego perlahan ditekan.
Seusai berakhirnya satu episode kehidupan, muncul episode berikutnya. Tentunya dengan pemeran-pemeran baru dan kisah-kisah yang baru. Permasalahan-permasalahan baru. Sebab tanpa gejolak, hidup ini takkan diibaratkan bagai roda yang berputar.
Aku duduk termenung dalam keheningan ini. Kilas balik kerap menemani alam pikiran dan relung jiwaku. Aku enggan berdiam menjadi orang yang sama, dengan pemikiran yang sama, sementara waktu terus bergulir dan menghentakkanku untuk terus bertumbuh.
Kadang aku dihadapkan kembali oleh sesuatu yang aku sudah enggani. Aku kerap bertanya, "Mengapa?". Namun ku teringat bahwa Allah kadang menguji kita dengan hal-hal yang kita hindari atau tidak kita sukai. Ya, dan bagaimana kita bisa menjalaninya kembali, dengan hasil yang lebih baik.
Kurasa aku kini sedang terengah menuju ke sana. Sebab terlalu banyak scene yang cepat berganti. Terlalu banyak wajah di lintas waktu, di koridor panjang, gerbang ke-30. Ini seperti sebuah game petualangan. Dimana setiap naik level, semakin berat tantangan dan rintangannya.
Semoga aku tak melupa Engkau, Ya Rabb.. yang tak pernah melupakanku. Sujud syukurku, senantiasa Kau hadirkan orang-orang pilihanMu menyertai dalam perjalanan ini. Semoga kelak perjalanan waktu mematangkan aku dengan kadar yang Kau kehendaki. Dan semoga yang Kau kehendaki adalah "kesempurnaan" untukku. Amin.
~ Jejak Bintang ~
Seusai berakhirnya satu episode kehidupan, muncul episode berikutnya. Tentunya dengan pemeran-pemeran baru dan kisah-kisah yang baru. Permasalahan-permasalahan baru. Sebab tanpa gejolak, hidup ini takkan diibaratkan bagai roda yang berputar.
Aku duduk termenung dalam keheningan ini. Kilas balik kerap menemani alam pikiran dan relung jiwaku. Aku enggan berdiam menjadi orang yang sama, dengan pemikiran yang sama, sementara waktu terus bergulir dan menghentakkanku untuk terus bertumbuh.
Kadang aku dihadapkan kembali oleh sesuatu yang aku sudah enggani. Aku kerap bertanya, "Mengapa?". Namun ku teringat bahwa Allah kadang menguji kita dengan hal-hal yang kita hindari atau tidak kita sukai. Ya, dan bagaimana kita bisa menjalaninya kembali, dengan hasil yang lebih baik.
Kurasa aku kini sedang terengah menuju ke sana. Sebab terlalu banyak scene yang cepat berganti. Terlalu banyak wajah di lintas waktu, di koridor panjang, gerbang ke-30. Ini seperti sebuah game petualangan. Dimana setiap naik level, semakin berat tantangan dan rintangannya.
Semoga aku tak melupa Engkau, Ya Rabb.. yang tak pernah melupakanku. Sujud syukurku, senantiasa Kau hadirkan orang-orang pilihanMu menyertai dalam perjalanan ini. Semoga kelak perjalanan waktu mematangkan aku dengan kadar yang Kau kehendaki. Dan semoga yang Kau kehendaki adalah "kesempurnaan" untukku. Amin.
~ Jejak Bintang ~
Saturday, March 07, 2015
LINDEN
Pohon LINDEN di India, boleh dikatakan sebagai pohon yang membuka pemikiran dan pemahaman bagi Umat Buddha, dan disebut pohon pengetahuan.
Pohon LINDEN ini agak berbeda dengan pohon lainnya. Pohon ini disebut pohon ilmu pengetahuan, jadi, ditanam di sekolah-sekolah.
Pamanku pernah berkata bahwa pohon LINDEN memiliki kesan romantis yang kuat, maka disebut juga pohon cinta. Di tempat yang tak ada pengetahuan, tak akan ada cinta. Karena orang pembenci tak akan memahami pasangannya. Kalau kita memahami seseorang, kita tak akan membencinya.
Di tempat yang tak ada pengetahuan, tak akan ada cinta. Cinta dimulai dari tempat yang diketahui. Kalau begitu, kalau ada pengertian, mungkin kebencian akan sirna.
June 19th, 2004
Pohon LINDEN ini agak berbeda dengan pohon lainnya. Pohon ini disebut pohon ilmu pengetahuan, jadi, ditanam di sekolah-sekolah.
Pamanku pernah berkata bahwa pohon LINDEN memiliki kesan romantis yang kuat, maka disebut juga pohon cinta. Di tempat yang tak ada pengetahuan, tak akan ada cinta. Karena orang pembenci tak akan memahami pasangannya. Kalau kita memahami seseorang, kita tak akan membencinya.
Di tempat yang tak ada pengetahuan, tak akan ada cinta. Cinta dimulai dari tempat yang diketahui. Kalau begitu, kalau ada pengertian, mungkin kebencian akan sirna.
June 19th, 2004
Monday, February 09, 2015
Tentang Kita - Peterpan's Song
Lagu ini tentang sahabat...
TENTANG KITA
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka, saat kita tertawa
Teringat disaat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita
...sahabat yang hilang
September 5th, 2004
Jejak Bintang
TENTANG KITA
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka, saat kita tertawa
Teringat disaat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita
...sahabat yang hilang
September 5th, 2004
Jejak Bintang
Bila Waktu 'Tlah Habis
Dearest Friend,
Bila waktu 'tlah habis...
tanda permainan usai,
tanda kita ada di perhentian dari perjalanan penuh cerita,
tanda ikatan takkan lagi terjalin seperti sebelumnya,
tanda suatu perubahan besar yang setengah ditakdirkan,
tanda tak ada lagi lorong waktu 'tuk sejenak bersembunyi,
tanda tak ada lagi tawa lepas dan isak tangis
di sisi kita masing-masing,
tanda 'wasit waktu' menarik garis pemutus dalam arena permainan,
...kita terpisah...
tanda tak ada lagi yang tersisa, selain kenangan...
itu pun usang bagimu,
dan entah nanti bagi kita...
Bila waktu 'tlah habis,
aku ingin sejenak menghirup udara yang sama denganmu,
sekali lagi...
sebelum tiupan angin membawanya terbang jauh
dan takkan kembali...
September 5th, 2004
Jejak Bintang
Bila waktu 'tlah habis...
tanda permainan usai,
tanda kita ada di perhentian dari perjalanan penuh cerita,
tanda ikatan takkan lagi terjalin seperti sebelumnya,
tanda suatu perubahan besar yang setengah ditakdirkan,
tanda tak ada lagi lorong waktu 'tuk sejenak bersembunyi,
tanda tak ada lagi tawa lepas dan isak tangis
di sisi kita masing-masing,
tanda 'wasit waktu' menarik garis pemutus dalam arena permainan,
...kita terpisah...
tanda tak ada lagi yang tersisa, selain kenangan...
itu pun usang bagimu,
dan entah nanti bagi kita...
Bila waktu 'tlah habis,
aku ingin sejenak menghirup udara yang sama denganmu,
sekali lagi...
sebelum tiupan angin membawanya terbang jauh
dan takkan kembali...
September 5th, 2004
Jejak Bintang
Saturday, February 07, 2015
Keabadian
Cuma goresan pena, membuka sejuta kenangan masa lalu, membuat tersenyum, juga meneteskan air mata. Lucu juga mengingat masa lalu, mengingat keluguan, dan semua kisah tentang persahabatan dan cinta.
Dalam hidup, telah begitu banyak orang-orang dan peristiwa-peristiwa yang datang dan pergi. Betapa indahnya bila ada beberapa yang tetap tinggal, dan betapa manis dan pahit juga atas sebagian lainnya yang telah pergi...
Namun kuharap, diantara yang pergi, beberapa akan kembali... tentu saja, apabila memang telah ditakdirkan demikian. Tak ada yang abadi, memang benar. Namun ikatan hati bisa menjadi abadi, aku percaya keabadian itu ada, di tempat-tempat yang tak terduga.
Dan aku berharap sahabatku, Innocent, suatu hari nanti akan memaafkanku, dan mau menerimaku kembali. Insya Allah, aku takkan mengecewakannya lagi. Amin.
July 31th, 2004
Jejak Bintang
Dalam hidup, telah begitu banyak orang-orang dan peristiwa-peristiwa yang datang dan pergi. Betapa indahnya bila ada beberapa yang tetap tinggal, dan betapa manis dan pahit juga atas sebagian lainnya yang telah pergi...
Namun kuharap, diantara yang pergi, beberapa akan kembali... tentu saja, apabila memang telah ditakdirkan demikian. Tak ada yang abadi, memang benar. Namun ikatan hati bisa menjadi abadi, aku percaya keabadian itu ada, di tempat-tempat yang tak terduga.
Dan aku berharap sahabatku, Innocent, suatu hari nanti akan memaafkanku, dan mau menerimaku kembali. Insya Allah, aku takkan mengecewakannya lagi. Amin.
July 31th, 2004
Jejak Bintang
Wednesday, February 04, 2015
Kabut
Secepat kabut, jiwa menyelimuti mimpi, membakar semua yang tersisa dari kefanaan, menuju keremangan alam yang tersembunyi, jauh melintasi pikiran duniawi, tak tentu arah...
dan... kelembutan sang hati menyeka peluh sang amarah untuk bertenang dalam ruang yang penuh cahaya kehangatan yang memancarkan kedamaian ke seluruh kehidupan...
June 30th, 2004
Jejak Bintang
dan... kelembutan sang hati menyeka peluh sang amarah untuk bertenang dalam ruang yang penuh cahaya kehangatan yang memancarkan kedamaian ke seluruh kehidupan...
June 30th, 2004
Jejak Bintang
Sunday, February 01, 2015
Secercah HARAP
Semua... mungkin suatu saat akan pergi dariku, meninggalkan istana hatiku yang kian diliputi kesunyian...
Tapi mentari esok pasti menjemput diam-diam, setiap hati yang diliputi kabut keresahan jiwa... dan menyinari kekelaman malam menjelma cahaya rembulan perak...
Jangan takut, meski gelap malam pasti menyapa lagi, tetap simpan cahaya mentari di redupnya hati, sebab... diantara hati yang kesepian masih menyisakan ruang untuk cahaya kecil bernama "HARAPAN"...
Semoga kita selalu mau bangkit setelah kegelapan... Insya Allah...
April 17th, 2005
Jejak Bintang
Tapi mentari esok pasti menjemput diam-diam, setiap hati yang diliputi kabut keresahan jiwa... dan menyinari kekelaman malam menjelma cahaya rembulan perak...
Jangan takut, meski gelap malam pasti menyapa lagi, tetap simpan cahaya mentari di redupnya hati, sebab... diantara hati yang kesepian masih menyisakan ruang untuk cahaya kecil bernama "HARAPAN"...
Semoga kita selalu mau bangkit setelah kegelapan... Insya Allah...
April 17th, 2005
Jejak Bintang
Monday, January 12, 2015
Perubahan
Mengagungkan cinta, bukan berarti tidak 'bermain' didalamnya. Suatu perasaan yang hadir terkadang tak dapat ditolak begitu saja. Persahabatan terkadang memang diatas segalanya, bahkan di atas cinta. Dan memang, tak ada suatu kesinambungan yang abadi, di atas realita yang menjulang tinggi, menyiratkan suatu kesan keangkuhan yang mendalam.
Dan, di dalam diri ini, telah tertanam sesuatu yang terus tumbuh seiring dengan berjalannya sang waktu. Mungkin akan tetap begitu, sampai suatu hari nanti, sesuatu yang lain datang untuk menghentikannya.
Goresan kata takkan mampu mengungkapkan, sekalipun 'sesuatu' yang lain itu bukanlah hal yang asing ataupun baru dikenal. Dan sang jiwa akan terus tertidur, dalam lelapnya pesona kehidupan yang terpancar jauh sebelum peradaban. Segala yang indah mungkin 'kan sirna, kecuali sang kehidupan itu sendiri, yang 'kan terus berlanjut, behkan setelah kematian...
Entahlah, setiap orang bebas menterjemahkan 'makna' tulisanku ini. Bahkan aku pun terkadang butuh 'kesadaran penuh' untuk memahaminya.
*) sesuatu yang lain = suatu perubahan
January 18th, 2002
Jejak Bintang
- Kau tak akan temukan apapun yang terindah dalam hidup ini yang melebihi kehidupan itu sendiri -
Dan, di dalam diri ini, telah tertanam sesuatu yang terus tumbuh seiring dengan berjalannya sang waktu. Mungkin akan tetap begitu, sampai suatu hari nanti, sesuatu yang lain datang untuk menghentikannya.
Goresan kata takkan mampu mengungkapkan, sekalipun 'sesuatu' yang lain itu bukanlah hal yang asing ataupun baru dikenal. Dan sang jiwa akan terus tertidur, dalam lelapnya pesona kehidupan yang terpancar jauh sebelum peradaban. Segala yang indah mungkin 'kan sirna, kecuali sang kehidupan itu sendiri, yang 'kan terus berlanjut, behkan setelah kematian...
Entahlah, setiap orang bebas menterjemahkan 'makna' tulisanku ini. Bahkan aku pun terkadang butuh 'kesadaran penuh' untuk memahaminya.
*) sesuatu yang lain = suatu perubahan
January 18th, 2002
Jejak Bintang
- Kau tak akan temukan apapun yang terindah dalam hidup ini yang melebihi kehidupan itu sendiri -
Friday, January 09, 2015
Kelam (from the past)
...di kelamnya malam, sekali lagi pikiranku menerawang jauh... melintasi kabut putih, pemisah takdirmu dan takdirku...
Mungkin saja, di suatu tempat, kau sedang meratapi suatu penyesalan telah percaya aku... di sisi lain, aku pun tak pernah berhenti meratapi kebodohanku... telah percaya pada orang yang ternyata menginginkan keretakan persahabatan kita, dan telah berhasil lewat cara yang teramat sempurna...
Awan hitam berarak pergi,
hendak menyatu dengan langit kelam,
diantara sahutan guntur dan garis-garis samar kilat..
Malam gelap yang panjang 'kan sejenak tidurkan
hatimu, mata, dan akal sehatmu,
yang begitu mudah terbuai 'dusta'..
Tapi saat mentari pagi muncul dari ufuk timur,
sinarnya 'kan bangunkan kedua matamu
yang terkatup,
dan cahaya hangatnya 'kan cairkan
kebekuan hatimu..
Aku percaya, kelak kau 'kan tahu
siapa yang teraniaya,
siapa yang menghendaki kehancuran..
November 11th, 2004
Jejak Bintang
Mungkin saja, di suatu tempat, kau sedang meratapi suatu penyesalan telah percaya aku... di sisi lain, aku pun tak pernah berhenti meratapi kebodohanku... telah percaya pada orang yang ternyata menginginkan keretakan persahabatan kita, dan telah berhasil lewat cara yang teramat sempurna...
Awan hitam berarak pergi,
hendak menyatu dengan langit kelam,
diantara sahutan guntur dan garis-garis samar kilat..
Malam gelap yang panjang 'kan sejenak tidurkan
hatimu, mata, dan akal sehatmu,
yang begitu mudah terbuai 'dusta'..
Tapi saat mentari pagi muncul dari ufuk timur,
sinarnya 'kan bangunkan kedua matamu
yang terkatup,
dan cahaya hangatnya 'kan cairkan
kebekuan hatimu..
Aku percaya, kelak kau 'kan tahu
siapa yang teraniaya,
siapa yang menghendaki kehancuran..
November 11th, 2004
Jejak Bintang
Wednesday, January 07, 2015
Friendship is No Limit
Ada satu hal.. hari ini akhirnya gue berani ngebakar surat-surat devil.. Yah, gue rasa juga buat apa gue simpen luka yang kian berkarat..? Yang ada gue sakit hati sendiri tiap liat amplop coklat gede yang terukir indah nama "DEVIL" yang ditulis Exotic-D kurleb tiga setengah tahun yang lalu.
Gue bahkan ngga rela untuk ngebaca lagi tulisan-tulisan Innocent-D, baik yang buat gue atau Exotic-D. Terlalu sadis menurut gue. Dan juga surat-surat gue yang buat Innocent-D, it's just 'too high', but ternyata cuma dianggap bullshit pula sama orang yang gue tuju.
Dan diantara "serpihan" itu ternyata gue temukan dua kartu yang ngga gue bakar, kartu Exotic-D yang pertama dan ketiga buat gue. Ternyata ada something appreciate from her to me that so sweet and meaningful. Ternyata keberadaan gue sangat dihargai oleh Exotic-D. Dan ternyata selama ini gue buta. Exotic-D lebih menghargai persahabatannya dengan gue dibandingkan "surat-surat Innocent-D".
Entahlah, manusia terkadang emang khilaf dan lupa. Dan betapa ngga adilnya gue dulu sama Exotic-D. Meski begitu, ngga ada manfaatnya gue untuk nyesel sekarang. Sekarang buat gue: yang udah lewat ngga akan kembali. Yang ada cuma perbaikan yang bisa dimulai dari sekarang for the future. No more FLASHBACK, 'coz it's just wasting my time..
Innocent-D adalah sahabat yang hilang, yang rasanya cuma kuasa Allah SWT yang bisa kembaliin dia ke dalam hidup gue. Bahkan gue pun udah putus asa dan berhenti berharap. Biar Allah SWT dan waktu yang menentukan dan memberi jawaban kelak.
Dan Exotic-D adalah sahabat gue lainnya di SMU, dan masih sahabat gue 'till now. Mungkin dulu gue udah bersikap ngga adil, atau seperti itulah. Gue akan mulai memperbaikinya, meski gue udah starting mulai awal 2004 ini, gue rasa itu jelas-jelas ngga cukup. Karena buat gue, "Friendship is No Limit". Ngga ada takaran dalam persahabatan.
Gue tahu rasanya kecewa dan terlantar. Gue berharap masih diberi kesempatan oleh para sahabat yang saat ini masih gue miliki, to be a better person for them. Sekarang saatnya menarik garis untuk membedakan antara "sahabat" dan "teman".
Exotic-D, adalah teman SMU yang jadi 'backing' gue saat pertama masuk Zhie-Gho. Gue jadi ngerasa ngga sendirian dan punya seseorang yang bisa gue andalkan a whole three years there, and even more.
Ipuss, long story to have a nice relationship with her. Yang pasti dia 'merubah' cara pandang gue tentang hidup dan menuntun gue untuk lebih realistis dalam menyikapi setiap persoalan hidup. Meski awalnya sering berantem. Hehehe...
Widi, My Big Sister. The one who knows me the best since I was a child. The wise one. Tempat curhat dan minta saran no. 1. My very best friend. Sejak kecil, gue sering berharap kaya di sinetron gitu, wishing that ternyata dia sama gue masih ada hubungan sodara. Sekarang sih, "Best Friend" jelas-jelas udah melebihi sodara.
Ami, Si Anak Kecil. My best friend dari SD juga. Insya Allah dia juga my true friend. Dia tau banget gue, dan sebaliknya. Ami saingat berat gue di school dulu, but we're so close di luat pelajaran, 'till now.
Mba Anna, seseorang yang so many experienced of life. Tempat bertukar pikiran yang asik dan nyambung untuk topik apa aja. Dewasa dan ngemong. Gue selalu pengen punya figur kakak perempuan. Urusan curhat, doi asik banget.
Aies dan Jande, close friend di UBK. Deket dari Semester 1. Sering bareng, cabut bareng, lucu juga ternyata proses dewasanya bareng. Hope we'll ever after in this friendship.
Dompu, udah gue anggep adik. Dari SD selalu minjem buku pelajaran gue, sampe SMU bareng gue. Mulai beranjak dewasa, sering nanya pendapat gue tentang apa aja. And I still care of her. Dia berjasa besar dalam hidup gue karena comblangnya gue sama 'Mr. Big Heart'. Thanks, Pu..!
Yah, kira-kira merekalah sahabat istimewa gue hingga saat ini. Di luar itu masih ada juga sih beberapa orang yang deket, tapi ngga kaya mereka ini. Semoga para sahabat istimewa ini akan bertahan to be my best friends 'till the end. Amin. Insya Allah gue akan bersikap lebih baik lagi sama mereka.
Friendship is No Limit
September 19th, 2004
Jejak Bintang
Gue bahkan ngga rela untuk ngebaca lagi tulisan-tulisan Innocent-D, baik yang buat gue atau Exotic-D. Terlalu sadis menurut gue. Dan juga surat-surat gue yang buat Innocent-D, it's just 'too high', but ternyata cuma dianggap bullshit pula sama orang yang gue tuju.
Dan diantara "serpihan" itu ternyata gue temukan dua kartu yang ngga gue bakar, kartu Exotic-D yang pertama dan ketiga buat gue. Ternyata ada something appreciate from her to me that so sweet and meaningful. Ternyata keberadaan gue sangat dihargai oleh Exotic-D. Dan ternyata selama ini gue buta. Exotic-D lebih menghargai persahabatannya dengan gue dibandingkan "surat-surat Innocent-D".
Entahlah, manusia terkadang emang khilaf dan lupa. Dan betapa ngga adilnya gue dulu sama Exotic-D. Meski begitu, ngga ada manfaatnya gue untuk nyesel sekarang. Sekarang buat gue: yang udah lewat ngga akan kembali. Yang ada cuma perbaikan yang bisa dimulai dari sekarang for the future. No more FLASHBACK, 'coz it's just wasting my time..
Innocent-D adalah sahabat yang hilang, yang rasanya cuma kuasa Allah SWT yang bisa kembaliin dia ke dalam hidup gue. Bahkan gue pun udah putus asa dan berhenti berharap. Biar Allah SWT dan waktu yang menentukan dan memberi jawaban kelak.
Dan Exotic-D adalah sahabat gue lainnya di SMU, dan masih sahabat gue 'till now. Mungkin dulu gue udah bersikap ngga adil, atau seperti itulah. Gue akan mulai memperbaikinya, meski gue udah starting mulai awal 2004 ini, gue rasa itu jelas-jelas ngga cukup. Karena buat gue, "Friendship is No Limit". Ngga ada takaran dalam persahabatan.
Gue tahu rasanya kecewa dan terlantar. Gue berharap masih diberi kesempatan oleh para sahabat yang saat ini masih gue miliki, to be a better person for them. Sekarang saatnya menarik garis untuk membedakan antara "sahabat" dan "teman".
Exotic-D, adalah teman SMU yang jadi 'backing' gue saat pertama masuk Zhie-Gho. Gue jadi ngerasa ngga sendirian dan punya seseorang yang bisa gue andalkan a whole three years there, and even more.
Ipuss, long story to have a nice relationship with her. Yang pasti dia 'merubah' cara pandang gue tentang hidup dan menuntun gue untuk lebih realistis dalam menyikapi setiap persoalan hidup. Meski awalnya sering berantem. Hehehe...
Widi, My Big Sister. The one who knows me the best since I was a child. The wise one. Tempat curhat dan minta saran no. 1. My very best friend. Sejak kecil, gue sering berharap kaya di sinetron gitu, wishing that ternyata dia sama gue masih ada hubungan sodara. Sekarang sih, "Best Friend" jelas-jelas udah melebihi sodara.
Ami, Si Anak Kecil. My best friend dari SD juga. Insya Allah dia juga my true friend. Dia tau banget gue, dan sebaliknya. Ami saingat berat gue di school dulu, but we're so close di luat pelajaran, 'till now.
Mba Anna, seseorang yang so many experienced of life. Tempat bertukar pikiran yang asik dan nyambung untuk topik apa aja. Dewasa dan ngemong. Gue selalu pengen punya figur kakak perempuan. Urusan curhat, doi asik banget.
Aies dan Jande, close friend di UBK. Deket dari Semester 1. Sering bareng, cabut bareng, lucu juga ternyata proses dewasanya bareng. Hope we'll ever after in this friendship.
Dompu, udah gue anggep adik. Dari SD selalu minjem buku pelajaran gue, sampe SMU bareng gue. Mulai beranjak dewasa, sering nanya pendapat gue tentang apa aja. And I still care of her. Dia berjasa besar dalam hidup gue karena comblangnya gue sama 'Mr. Big Heart'. Thanks, Pu..!
Yah, kira-kira merekalah sahabat istimewa gue hingga saat ini. Di luar itu masih ada juga sih beberapa orang yang deket, tapi ngga kaya mereka ini. Semoga para sahabat istimewa ini akan bertahan to be my best friends 'till the end. Amin. Insya Allah gue akan bersikap lebih baik lagi sama mereka.
Friendship is No Limit
September 19th, 2004
Jejak Bintang
Subscribe to:
Posts (Atom)







