Tuesday, July 15, 2014

Terbangnya Burung

terbangnya burung
hanya bisa dijelaskan
dengan bahasa batu
bahkan cericitnya
yang rajin memanggil fajar
yang suka menyapa hujan
yang melukis sayap kupu-kupu
yang menaruh embun di daun
yang menggoda kelopak bunga
yang paham gelagat cuaca
hanya bisa disadur
ke dalam bahasa batu
yang tak berkosa kata
dan tak bernahu
lebih luas dari fajar
lebih dalam dari langit
lebih pasti dari makna
sudah usai sebelum dimulai
dan sepenuhnya abadi
tanpa diucapkan sama sekali


1994
Sapardi Djoko Damono
#HujanBulanJuni

Monday, July 14, 2014

Sajak-Sajak Empat Seuntai

/1/

kukirim padamu beberapa patah kata
yang sudah langka --
jika suatu hari nanti mereka mencapaimu,
rahasiakan, sia-sia saja memahamiku

/2/

ruangan yang ada dalam sepatah kata
ternyata mirip rumah kita:
ada gambar, bunyi, dan gerak-gerik di sana --
hanya saja kita diharamkan menafsirkannya

/3/

bagi yang masih percaya pada kata:
diam pusat gejolaknya, padam inti kobarnya --
tapi kapan kita pernah memahami laut?
memahami api yang tak hendak surut?

/4/

apakah yang kita dapatkan di luar kata:
taman bunga? ruang angkasa?
di taman, begitu banyak yang tak tersampaikan
di angkasa, begitu hakiki makna kehampaan

/5/

apa lagi yang bisa ditahan? beberapa kata
bersikeras menerobos batas kenyataan --
setelah mencapai seberang, masihkah bermakna,
bagimu, segala yang ingin kusampaikan?

/6/

dalam setiap kata yang kaubaca selalu ada
huruf yang hilang --
kelak kau pasti akan kembali menemukannya
di sela-sela kenangan penuh ilalang


1989
Sapardi Djoko Damono
#HujanBulanJuni

Sunday, July 13, 2014

Politik dan Kredibilitas Media


Menyedihkan...!!!
Satu kata untuk KOMPAS dan TEMPO...

Dua portal berita favoritku selama ini telah menjadi media yang berpihak pada salah satu kandidat Capres 2014. Ya, ketika TVone dan MetroTV ramai diberitakan saling menjatuhkan kandidat lawan, maka masyarakat negeri ini sangat membutuhkan media yang benar-benar berimbang dalam pemberitaan. Tak kusangka ternyata KOMPAS dan TEMPO sama saja dengan media-media milik politisi tertentu. Yuck...!!!

Lalu, portal berita apa yang saat ini masih mempertahankan kredibilitas dalam hal pemberitaan yang netral dan berimbang...? Mau dibawa kemana negeri ini bila media "kelas atas" macam KOMPAS dan TEMPO pun sudah ditunggangi kepentingan politik tertentu...?

Pertanyaan saya sederhana saja... ketika salah satu Capres ditunding akan membawa kita kembali ke era ORDE BARU, tapi justru Capres (dan TimSes) penundinglah yang bergaya menunggangi media untuk kepentingan kemenangannya, beserta kepentingan-kepentingan yang mengekor di belakangnya yang alih-alih dinamakan "Relawan Tanpa Pamrih".

Hey, Bung...!!! Ingat ya, separuh lebih dari populasi rakyat Indonesia TIDAK BODOH. Yang namanya POLITIK itu sangat jelas bermuatan kepentingan-kepentingan. Kalau yang Anda maksud relawan, suka rela, tanpa pamrih, itu namanya pekerja SOSIAL. Dan ada yang lebih "ikhlas" lagi, yaitu PENDERMA yang tidak tergila-gila liputan pencitraan.

Think about it...!!!


~ Jejak Bintang ~