Thursday, June 30, 2011

Kedekatan Ibu Pengaruhi Komitmen Anak Saat Dewasa


K32-11 | Dini | Kamis, 30 Juni 2011 | 09:22 WIB

KOMPAS.com
- Pernah menjalin hubungan dengan pria yang tidak kunjung memberi tanda-tanda ingin lanjut ke tahap serius? Menurut studi terbaru yang dimuat pada jurnal Psychological Science, masalah sulit menjalin komitmen ternyata bisa berasal dari pola asuh yang ia terima saat masih kecil dan remaja.

Para peneliti menemukan, anak-anak balita yang diasuh dengan baik oleh ibu mereka cenderung tumbuh menjadi orang yang berkomitmen terhadap hubungan pada saat dewasa. Begitu juga jika pada saat remaja mereka telah belajar bagaimana menyelesaikan konflik dengan baik. Sementara, anak-anak dan remaja yang tidak dapat melalui fase ini dengan baik cenderung sulit untuk memasuki tahap lebih serius saat sedang menjalin hubungan dengan lawan jenisnya.

Ternyata, menurut peneliti, kedua pengalaman di atas ini secara tidak langsung mengajarkan anak dan remaja apa itu komitmen. Rasa aman yang dialami anak-anak membuatnya menjadi lebih mudah mencintai orang lain. Sedangkan pada para remaja, keberanian menghadapi konflik membuatnya tumbuh sebagai pribadi yang tidak gampang lari dari kenyataan, termasuk pada saat hubungannya diterpa masalah pelik.

"Anak yang tumbuh bersama ibu yang dapat diandalkan, akan belajar untuk mengelola kebutuhannya sendiri dan membangun empati terhadap orang lain. Sementara dengan menghadapi konflik, para remaja akan belajar juga bagaimana supaya bisa didapat solusi yang bisa memuaskan kedua belah pihak," kata M. Minda Orina dari St. Olaf College, yang juga juru bicara dari Association for Psychological Science.

Sumber: Baby Center

Tuesday, June 28, 2011

CYBER addict => HUMAN error


Kepalaku pening, mataku lelah. Terlalu lama di depan PC dan terlalu lama online. Well, even bukan online dalam arti YM! sepanjang hari atau FB-Chat, atau pengertian online lainnya yang memiliki makna “terhubung dengan orang lain melalui media cyber”. Online-ku banyak membaca, dari KCM hingga blog-blog yang kuanggap menarik. Artikel-artikel yang berkaitan dengan psikososial, menulis, dan lain-lain. Entah sejak kapan tepatnya aku begitu keranjingan internet. Yang pasti, kalau ini dapat dikatakan semacam ‘addict’, aku sudah merupakan ‘cyber addict’ stadium akut.

Pagi-pagi, sesampainya di kantor, aku langsung membuka browser favoritku, Google Chrome. Lalu seolah sudah merupakan aktivitas rutinku, jemariku mulai menari-nari membuka beberapa akun email yang kupunya, baik itu akun email pribadi maupun email dengan domain kantor, diikuti KCM, FB dan Twitter. Siang hari, apabila aktivitas agak mulai melonggar, bisa browsing artikel-artikel (yang kuanggap) menarik, sampai game online. Ffffiiiuuuhh… rasanya lelah juga, bahkan terkadang jenuh, tapi selalu kuulang dan kuulang aktivitas itu. Bahkan, kalau satu jam saja terjadi error pada jaringan, aku tak tahan untuk tidak online, aku mulai mengutak-atik Opera Mini dari ponselku. Aaarrrggghhh…!!! Setan cyber ini sudah merasuki diriku sampai ke pori-pori otakku…!!!

Aku sempat berfikir, apakah ada hubungannya kegilaanku pada dunia cyber dengan tempramenku yang semakin tinggi belakangan ini, emosiku yang mulai semakin tidak stabil, dan self-control yang juga semakin tak terkendali. Hhhhh…bahkan yang terparah, kinerja otakku juga mulai melemah, aku juga telah terjangkit alzheimer stadium menengah, sepertinya.

Cyber world oh cyber world, disamping memiliki jutaan manfaat dan memajukan peradaban, dampak negatif yang kau timbulkan juga (kurasa cukup) membahayakan. Orang yang sudah addicted terhadapmu akan semakin merasakan tidak butuh kehidupan sosialnya lagi (pada tingkatan tertentu), karena kamu juga merupakan sarana berkenalan yang lebih menyenangkan dari dunia nyata. Melalui engkaulah banyak hubungan-hubungan (maya) dimulai. Sebut saja itu dari messenger, mailing list, forum diskusi, komunitas peminat hobby/gadget tertentu, dilanjutkan dengan bertukar nomer henpon, lalu mulai saling sms dan bertelepon ria, lalu mengadakan gathering atau kopdar dengan orang-orang yang telah dirasa ‘klik’, kemudian berlanjut entah itu menjadi hubungan pertemanan, TTM-an, persahabatan, persaudaraan, percintaan, bahkan tidak sedikit juga yang berlanjut ke jenjang perselingkuhan.

Kalau sudah begini, yang salah sebenarnya kemajuan teknologi, atau penyalahgunaan alias pemanfaatan yang tidak tepat guna oleh manusia pengguna dunia cyber itu sendiri…?? Human error, manusianya yang error… Jadi, jangan coba-coba mengkambinghitamkan teknologi. Oke…???


~ Jejak Bintang ~

*) satu note lama, ketika aku baru mulai keranjingan internet, sekitar pertengahan tahun 2007

Monday, June 27, 2011

(just) let me be ME...


Aku hanya memerlukan sedikit waktu, sedikit cinta, sedikit kesenangan, sedikit ruang, untuk diriku sendiri. Aku adalah aku, orang lain hanya akan memahamiku apabila mereka mau menempatkan diri mereka dalam posisiku, dalam sudut pandangku. Terkadang aku berbuat kesalahan dalam kehidupan yang kujalani, hanya untuk mencari jati diriku yang sejati. Dan aku sungguh tidak menyukai perasaan seperti diriku dibatasi, dan ruang gerakku terasa sempit.

Pasti ada jalan lain, karena aku percaya kesempatan itu akan selalu datang tepat pada waktunya. Tetapi siapakah diriku, dan untuk apakah keberadaanku. Tuhan, aku butuh jawaban. Apa yang akan kulakukan untuk hidupku...? Bagaimana aku tahu kalau aku telah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan...? Aku tak bisa mengendalikan perasaanku sendiri. Tetapi hidupku telah terlanjur ‘berada di jalur yang lurus’.

Kukatakan kepada mereka, apa yang ku sukai, apa yang tak kuinginkan, dan apa yang tak ingin kulakukan. Tetapi setiap kali aku mengatakan semua itu, aku tetap saja dianggap salah. Aku tak ingin mempercayai begitu saja, segala yang kudengar tentang dunia di luar sana. Aku selalu membayangkan, aku telah ditakdirkan untuk ‘berada di jalur yang lurus’.

Sekali lagi, aku hanya memerlukan sedikit waktu, sedikit cinta, sedikit kesenangan, sedikit ruang, untuk diriku sendiri. Aku tidak butuh siapa pun untuk mendikte hidupku, kemana aku harus melangkah, apa yang harus kulakukan. Aku hanya ingin menentukan sendiri jalan hidupku, sesuai dengan keinginan hatiku. Akan kubilang ‘tidak’... tidak akan kuijinkan seorang pun mengatur hidupku, mendikte setiap langkah yang harus kujalani. Aku sudah lelah untuk mendengarkan pendapat orang lain yang selalu (sok) mengajarkan kepadaku untuk menjadi seseorang yang bukan diriku sendiri.


Just let me be ME, please...


~ Jejak Bintang ~

Wednesday, June 22, 2011

mission accomplish


Catatan Kecil Perjalanan :

Shock theraphy...? Entahlah. Hanya satu pengalaman baru, itu saja. Adakalanya kita terjebak dalam situasi yang kurang menyenangkan. Dan bagaimanapun juga harus tetap kita jalani, karena hal itu merupakan bagian dari dinamika perjalanan hidup kita.

Bertemu dengan orang-orang yang tidak kooperatif memang merupakan suatu tantangan tersendiri dalam perjalanan ini. Terkadang kita harus memiliki keyakinan penuh terhadap kemampuan yang ada di dalam diri kita sendiri, tanpa sedikit pun berharap akan bantuan orang lain.

Adakalanya kita mengalami fase-fase yang tidak biasa dalam hidup ini. Dan itu merupakan suatu pembelajaran baru yang berharga, bukan...?

Dan, memang benar adanya bahwa hanya Tuhan yang akan menolong kita ketika tak seorang pun peduli. Aku bersyukur karena masih senantiasa dalam lindungan-NYA.

Semoga pembelajaran ini merupakan guru yang akan menjadikan sikap dan pemikiranku lebih bijak di waktu ke depan. Amin.


~ Jejak Bintang ~
Mission Accomplish...