Mengagungkan cinta, bukan berarti tidak 'bermain' didalamnya. Suatu perasaan yang hadir terkadang tak dapat ditolak begitu saja. Persahabatan terkadang memang diatas segalanya, bahkan di atas cinta. Dan memang, tak ada suatu kesinambungan yang abadi, di atas realita yang menjulang tinggi, menyiratkan suatu kesan keangkuhan yang mendalam.
Dan, di dalam diri ini, telah tertanam sesuatu yang terus tumbuh seiring dengan berjalannya sang waktu. Mungkin akan tetap begitu, sampai suatu hari nanti, sesuatu yang lain datang untuk menghentikannya.
Goresan kata takkan mampu mengungkapkan, sekalipun 'sesuatu' yang lain itu bukanlah hal yang asing ataupun baru dikenal. Dan sang jiwa akan terus tertidur, dalam lelapnya pesona kehidupan yang terpancar jauh sebelum peradaban. Segala yang indah mungkin 'kan sirna, kecuali sang kehidupan itu sendiri, yang 'kan terus berlanjut, behkan setelah kematian...
Entahlah, setiap orang bebas menterjemahkan 'makna' tulisanku ini. Bahkan aku pun terkadang butuh 'kesadaran penuh' untuk memahaminya.
*) sesuatu yang lain = suatu perubahan
January 18th, 2002
Jejak Bintang
- Kau tak akan temukan apapun yang terindah dalam hidup ini yang melebihi kehidupan itu sendiri -
Monday, January 12, 2015
Friday, January 09, 2015
Kelam (from the past)
...di kelamnya malam, sekali lagi pikiranku menerawang jauh... melintasi kabut putih, pemisah takdirmu dan takdirku...
Mungkin saja, di suatu tempat, kau sedang meratapi suatu penyesalan telah percaya aku... di sisi lain, aku pun tak pernah berhenti meratapi kebodohanku... telah percaya pada orang yang ternyata menginginkan keretakan persahabatan kita, dan telah berhasil lewat cara yang teramat sempurna...
Awan hitam berarak pergi,
hendak menyatu dengan langit kelam,
diantara sahutan guntur dan garis-garis samar kilat..
Malam gelap yang panjang 'kan sejenak tidurkan
hatimu, mata, dan akal sehatmu,
yang begitu mudah terbuai 'dusta'..
Tapi saat mentari pagi muncul dari ufuk timur,
sinarnya 'kan bangunkan kedua matamu
yang terkatup,
dan cahaya hangatnya 'kan cairkan
kebekuan hatimu..
Aku percaya, kelak kau 'kan tahu
siapa yang teraniaya,
siapa yang menghendaki kehancuran..
November 11th, 2004
Jejak Bintang
Mungkin saja, di suatu tempat, kau sedang meratapi suatu penyesalan telah percaya aku... di sisi lain, aku pun tak pernah berhenti meratapi kebodohanku... telah percaya pada orang yang ternyata menginginkan keretakan persahabatan kita, dan telah berhasil lewat cara yang teramat sempurna...
Awan hitam berarak pergi,
hendak menyatu dengan langit kelam,
diantara sahutan guntur dan garis-garis samar kilat..
Malam gelap yang panjang 'kan sejenak tidurkan
hatimu, mata, dan akal sehatmu,
yang begitu mudah terbuai 'dusta'..
Tapi saat mentari pagi muncul dari ufuk timur,
sinarnya 'kan bangunkan kedua matamu
yang terkatup,
dan cahaya hangatnya 'kan cairkan
kebekuan hatimu..
Aku percaya, kelak kau 'kan tahu
siapa yang teraniaya,
siapa yang menghendaki kehancuran..
November 11th, 2004
Jejak Bintang
Wednesday, January 07, 2015
Friendship is No Limit
Ada satu hal.. hari ini akhirnya gue berani ngebakar surat-surat devil.. Yah, gue rasa juga buat apa gue simpen luka yang kian berkarat..? Yang ada gue sakit hati sendiri tiap liat amplop coklat gede yang terukir indah nama "DEVIL" yang ditulis Exotic-D kurleb tiga setengah tahun yang lalu.
Gue bahkan ngga rela untuk ngebaca lagi tulisan-tulisan Innocent-D, baik yang buat gue atau Exotic-D. Terlalu sadis menurut gue. Dan juga surat-surat gue yang buat Innocent-D, it's just 'too high', but ternyata cuma dianggap bullshit pula sama orang yang gue tuju.
Dan diantara "serpihan" itu ternyata gue temukan dua kartu yang ngga gue bakar, kartu Exotic-D yang pertama dan ketiga buat gue. Ternyata ada something appreciate from her to me that so sweet and meaningful. Ternyata keberadaan gue sangat dihargai oleh Exotic-D. Dan ternyata selama ini gue buta. Exotic-D lebih menghargai persahabatannya dengan gue dibandingkan "surat-surat Innocent-D".
Entahlah, manusia terkadang emang khilaf dan lupa. Dan betapa ngga adilnya gue dulu sama Exotic-D. Meski begitu, ngga ada manfaatnya gue untuk nyesel sekarang. Sekarang buat gue: yang udah lewat ngga akan kembali. Yang ada cuma perbaikan yang bisa dimulai dari sekarang for the future. No more FLASHBACK, 'coz it's just wasting my time..
Innocent-D adalah sahabat yang hilang, yang rasanya cuma kuasa Allah SWT yang bisa kembaliin dia ke dalam hidup gue. Bahkan gue pun udah putus asa dan berhenti berharap. Biar Allah SWT dan waktu yang menentukan dan memberi jawaban kelak.
Dan Exotic-D adalah sahabat gue lainnya di SMU, dan masih sahabat gue 'till now. Mungkin dulu gue udah bersikap ngga adil, atau seperti itulah. Gue akan mulai memperbaikinya, meski gue udah starting mulai awal 2004 ini, gue rasa itu jelas-jelas ngga cukup. Karena buat gue, "Friendship is No Limit". Ngga ada takaran dalam persahabatan.
Gue tahu rasanya kecewa dan terlantar. Gue berharap masih diberi kesempatan oleh para sahabat yang saat ini masih gue miliki, to be a better person for them. Sekarang saatnya menarik garis untuk membedakan antara "sahabat" dan "teman".
Exotic-D, adalah teman SMU yang jadi 'backing' gue saat pertama masuk Zhie-Gho. Gue jadi ngerasa ngga sendirian dan punya seseorang yang bisa gue andalkan a whole three years there, and even more.
Ipuss, long story to have a nice relationship with her. Yang pasti dia 'merubah' cara pandang gue tentang hidup dan menuntun gue untuk lebih realistis dalam menyikapi setiap persoalan hidup. Meski awalnya sering berantem. Hehehe...
Widi, My Big Sister. The one who knows me the best since I was a child. The wise one. Tempat curhat dan minta saran no. 1. My very best friend. Sejak kecil, gue sering berharap kaya di sinetron gitu, wishing that ternyata dia sama gue masih ada hubungan sodara. Sekarang sih, "Best Friend" jelas-jelas udah melebihi sodara.
Ami, Si Anak Kecil. My best friend dari SD juga. Insya Allah dia juga my true friend. Dia tau banget gue, dan sebaliknya. Ami saingat berat gue di school dulu, but we're so close di luat pelajaran, 'till now.
Mba Anna, seseorang yang so many experienced of life. Tempat bertukar pikiran yang asik dan nyambung untuk topik apa aja. Dewasa dan ngemong. Gue selalu pengen punya figur kakak perempuan. Urusan curhat, doi asik banget.
Aies dan Jande, close friend di UBK. Deket dari Semester 1. Sering bareng, cabut bareng, lucu juga ternyata proses dewasanya bareng. Hope we'll ever after in this friendship.
Dompu, udah gue anggep adik. Dari SD selalu minjem buku pelajaran gue, sampe SMU bareng gue. Mulai beranjak dewasa, sering nanya pendapat gue tentang apa aja. And I still care of her. Dia berjasa besar dalam hidup gue karena comblangnya gue sama 'Mr. Big Heart'. Thanks, Pu..!
Yah, kira-kira merekalah sahabat istimewa gue hingga saat ini. Di luar itu masih ada juga sih beberapa orang yang deket, tapi ngga kaya mereka ini. Semoga para sahabat istimewa ini akan bertahan to be my best friends 'till the end. Amin. Insya Allah gue akan bersikap lebih baik lagi sama mereka.
Friendship is No Limit
September 19th, 2004
Jejak Bintang
Gue bahkan ngga rela untuk ngebaca lagi tulisan-tulisan Innocent-D, baik yang buat gue atau Exotic-D. Terlalu sadis menurut gue. Dan juga surat-surat gue yang buat Innocent-D, it's just 'too high', but ternyata cuma dianggap bullshit pula sama orang yang gue tuju.
Dan diantara "serpihan" itu ternyata gue temukan dua kartu yang ngga gue bakar, kartu Exotic-D yang pertama dan ketiga buat gue. Ternyata ada something appreciate from her to me that so sweet and meaningful. Ternyata keberadaan gue sangat dihargai oleh Exotic-D. Dan ternyata selama ini gue buta. Exotic-D lebih menghargai persahabatannya dengan gue dibandingkan "surat-surat Innocent-D".
Entahlah, manusia terkadang emang khilaf dan lupa. Dan betapa ngga adilnya gue dulu sama Exotic-D. Meski begitu, ngga ada manfaatnya gue untuk nyesel sekarang. Sekarang buat gue: yang udah lewat ngga akan kembali. Yang ada cuma perbaikan yang bisa dimulai dari sekarang for the future. No more FLASHBACK, 'coz it's just wasting my time..
Innocent-D adalah sahabat yang hilang, yang rasanya cuma kuasa Allah SWT yang bisa kembaliin dia ke dalam hidup gue. Bahkan gue pun udah putus asa dan berhenti berharap. Biar Allah SWT dan waktu yang menentukan dan memberi jawaban kelak.
Dan Exotic-D adalah sahabat gue lainnya di SMU, dan masih sahabat gue 'till now. Mungkin dulu gue udah bersikap ngga adil, atau seperti itulah. Gue akan mulai memperbaikinya, meski gue udah starting mulai awal 2004 ini, gue rasa itu jelas-jelas ngga cukup. Karena buat gue, "Friendship is No Limit". Ngga ada takaran dalam persahabatan.
Gue tahu rasanya kecewa dan terlantar. Gue berharap masih diberi kesempatan oleh para sahabat yang saat ini masih gue miliki, to be a better person for them. Sekarang saatnya menarik garis untuk membedakan antara "sahabat" dan "teman".
Exotic-D, adalah teman SMU yang jadi 'backing' gue saat pertama masuk Zhie-Gho. Gue jadi ngerasa ngga sendirian dan punya seseorang yang bisa gue andalkan a whole three years there, and even more.
Ipuss, long story to have a nice relationship with her. Yang pasti dia 'merubah' cara pandang gue tentang hidup dan menuntun gue untuk lebih realistis dalam menyikapi setiap persoalan hidup. Meski awalnya sering berantem. Hehehe...
Widi, My Big Sister. The one who knows me the best since I was a child. The wise one. Tempat curhat dan minta saran no. 1. My very best friend. Sejak kecil, gue sering berharap kaya di sinetron gitu, wishing that ternyata dia sama gue masih ada hubungan sodara. Sekarang sih, "Best Friend" jelas-jelas udah melebihi sodara.
Ami, Si Anak Kecil. My best friend dari SD juga. Insya Allah dia juga my true friend. Dia tau banget gue, dan sebaliknya. Ami saingat berat gue di school dulu, but we're so close di luat pelajaran, 'till now.
Mba Anna, seseorang yang so many experienced of life. Tempat bertukar pikiran yang asik dan nyambung untuk topik apa aja. Dewasa dan ngemong. Gue selalu pengen punya figur kakak perempuan. Urusan curhat, doi asik banget.
Aies dan Jande, close friend di UBK. Deket dari Semester 1. Sering bareng, cabut bareng, lucu juga ternyata proses dewasanya bareng. Hope we'll ever after in this friendship.
Dompu, udah gue anggep adik. Dari SD selalu minjem buku pelajaran gue, sampe SMU bareng gue. Mulai beranjak dewasa, sering nanya pendapat gue tentang apa aja. And I still care of her. Dia berjasa besar dalam hidup gue karena comblangnya gue sama 'Mr. Big Heart'. Thanks, Pu..!
Yah, kira-kira merekalah sahabat istimewa gue hingga saat ini. Di luar itu masih ada juga sih beberapa orang yang deket, tapi ngga kaya mereka ini. Semoga para sahabat istimewa ini akan bertahan to be my best friends 'till the end. Amin. Insya Allah gue akan bersikap lebih baik lagi sama mereka.
Friendship is No Limit
September 19th, 2004
Jejak Bintang
Subscribe to:
Posts (Atom)