Wednesday, October 20, 2010

tidak stabil

... rasanya ...

aku sedang tidak stabil
aku sedang tidak seimbang

dan,
aku tak menyukai rasa ini
yang menggelayutiku

... seperti hantu ...


~ Jejak Bintang ~

Tuesday, October 12, 2010

bajuku duluuu... tak beginiii...



"bajuku duluuu... tak beginiii... tapi kini tak cukup lagiii..."


Tiba-tiba lirik jingle iklan Scott Emulsion jaman jebot itu terasa terngiang kembali dengan jelas ditelingaku, ketika kurasakan tampaknya baju-baju dan celana kerjaku mengecil... Hhhhmmmfff... !!!

Pasti ada yang SALAH disini... !!!

Setelah kurunut-runut apa yang SALAH, ternyata pola makanku sendiri... dimana asupan makanan BERATTT hingga ringan tampaknya sudah terlalu OVERLOAD, hiks... hiks... hiks... :'(



HEEEEELLLPP.... !!!

Monday, October 11, 2010

mencari dirimu


aku mencari dirimu dalam kepulan asap,
... dan tak kutemukan

aku mencari dirimu dalam butiran debu,
... dan tak kutemukan

aku mencari dirimu dalam aliran sungai,
... dan tak kutemukan

aku mencari dirimu diantara lembah,
bukit,
gunung,
hutan rimba,
semak belukar,
di kedalaman laut,
... dan tak kutemukan



ternyata kamu sedang berdiri disana,
dimana tak ada satu pun unsur
yang kukenal dari ALAM,

menyelimutimu dalam ketidakberwujudan
yang paling absurd
yang pernah kuketahui




kamu,
nyaris tak dapat kukenali

... kamu adalah ke-absurd-an ...


~ Jejak Bintang ~

Wednesday, October 06, 2010

Oooh WAKTU !!

*curhat.com*

Hhhh... Kenapa sih masalah seperti ini seringkali terjadi berulang...? Kenapa waktu 24 jam dalam 7 hari terkadang memang tidak pernah cukup...?

Bukan salahku, ketika tugas memanggil melalui telepon selular itu, aku sedang punya urusan pribadi, terlebih aku sedang diatas kendaraan roda dua yang kukendarai sendiri ditengah kemacetan ibu kota yang memang tidak memungkinkan aku untuk menerima telepon itu...!!

Aku sangat ingin menunjukkan dedikasi yang terkadang diragukan karena hal-hal yang 'sepele', aku memang hanya manusia dengan segala keterbatasan. Kalau sudah begini, bukan aku pemilik keputusan.

Ya Allah, Engkau Maha Tahu yang terbaik bagi hambaMu...


~ Jejak Bintang ~

Tuesday, October 05, 2010

"membuat keputusan bersama"


Banyak pasangan yang terjebak dalam konflik karena berpikir bahwa pengambilan keputusan hanyalah peran salah satu orang. Pengambil keputusan tak bisa berpusat pada Anda atau pasangan saja. Hubungan berpasangan membutuhkan keterlibatan dua individu dalam mengambil keputusan tentang hubungan maupun seputar masalah keluarga kedua belah pihak. Upayakan untuk selalu membuat keputusan bersama, bukan hanya keputusan Anda atau dia. (dikutip dari KCM; Rabu, 15/9/2010 | 08:12 WIB)


Well, di era internet yang canggih dan segalanya sudah serba modern, terkadang tanpa kita sadari, kehidupan rumah tangga bagi pasangan bekerja sudah bergeser cukup jauh dari norma-norma adat yang selama ini diterapkan secara turun temurun oleh orangtua kita. Terkadang (bahkan sudah menjadi rahasia umum masyarakat modern) peran istri menjadi lebih besar dari peran suami dalam berbagai segi kehidupan. Hal ini bukan semata-mata disebabkan oleh faktor penghasilan, karena sekalipun istri yang berpenghasilan lebih sedikit daripada suami, tetap 'berhasil' mendominasi peran utama dalam rumah tangga :D (maaf yach kaum suami)

Berbicara tentang keputusan bersama, suami memang cenderung 'pasrah' pada pendapat istri jika mengenai hal-hal 'printilan' dalam kehidupan sehari-hari. Hmm mungkin seperti halnya memilih merk sabun dan shampo yang digunakan, atau memilih menu untuk makan sehari-hari, dll. Ada banyak hal dimana wanita memang 'lebih pandai' dalam menentukan.

Namun, ketika hal ini dikaitkan dengan pola asuh atau pola mendidik anak, sepertinya akan jauh lebih baik jika menjadi 'urusan' bersama.

KARAKTER ANAK mulai terbentuk dari lingkungan terdekat, yaitu orangtua yang secara otomatis sadar atau tidak sadar telah menjadi panutan mereka semenjak usia dini. Anak akan merasa kebingungan untuk membedakan sebenarnya mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, ketika kedua orangtuanya tidak satu suara dalam hal ini. Misalnya si anak senang tidur di lantai tanpa alas apapun (karpet/tikar/kasur lipat). Ibunya memperingatkan berkali-kali bahwa "Nak, tidak sehat kalau kamu sering tidur di lantai tanpa alas seperti itu...", lalu sang anak akan bertanya pada sang ayah, dan sang ayah menjawab "tidak apa-apa", dan hal itu akhirnya menjadi kebiasaan si anak. Setiap kali Ibunya melarang, dia akan meminta izin a.k.a. 'pembelaan' ayahnya untuk diperbolehkan, dan ayahnya selalu menuruti semua keinginan sang anak.

Kemarin, melalui facebook, aku bertanya pada salah seorang teman yang 'kunilai berhasil' mendidik anak-anaknya sehinggga terlihat anak-anaknya itu sangat berkarakter dan berperilaku baik. "Fren, kasih tau dong resepnya gimana membangun karakter anak sejak dini agar bisa seperti kedua anak-anakmu itu, ngiri deh aku ngeliatnya...". Temanku menjawab, "kuncinya, kompak dengan pasangan... jika kita bilang TIDAK BOLEH pada anak, maka pasangan harus mendukung, sehingga anak akan mengerti bahwa ketika kedua orangtuanya melarangnya untuk melakukan sesuatu hal, itu artinya memang sesuatu itu TIDAK BAIK..."

Ffffiiiuuuhhh... dan ada banyak lagi wejangan dari temanku itu dalam inbox facebook-ku, yang tidak mungkin semuanya kutuliskan disini. Intinya, dalam membuat keputusan bersama, entah itu hanya hal-hal 'printilan' atau 'kelas berat', semestinya kita memang harus 'menyamakan persepsi' terlebih dahulu dengan pasangan untuk kemudian mengambil keputusan yang sudah merupakan hasil kesepakatan bersama, terlebih ketika itu menyangkut sang buah hati yang karakternya masih sangat labil, kita sebagai orangtua mempunyai peran yang paling besar dalam membangun karakter anak sejak dini.


*sorry, pas dibaca lagi kok malah curhat.com yach* ;P

proyektor zaman jebot


dalam termangu,
KENANGAN berpendar
seperti proyektor zaman jebot
di hadapanku,
yang terduduk kaku

...sendirian...


takkan mampu kuhitung
berapa banyak waktu
yang sudah terbuang percuma
dan yang sudah kujalani dengan baik


bagaimana seandainya aku mulai belajar
mengukur semua itu
sambil 'menonton' kilas balik
perjalananku sendiri


tanpa banyak bertanya,
pada para figuran

yang datang dan pergi

...silih berganti...

mewarnai peta perjalanan hidupku


~ Jejak Bintang ~