Gara-gara Shiryu ngingetin akan adanya film ini, aku pun teringat akan rencanaku menonton beberapa film sebelum berangkat dinas kemarin, salah satunya Alice in Wonderland.
Pertemuan dengan Devil weekend kemarin memang bukan suatu pertemuan yang direncanakan seperti dua minggu sebelumnya. The Exotic Devil just have a story to share. She just contact Innocent, and then Me. So we arrange a sudden hangout. Rencana awal di tempat favorit kita dulu, ternyata Shiryu ngajakin bergabung aja di FX. Untungnya Exotic maupun Innocent ngga ada masalah dengan tempat yang diganti, plus adanya acara nonton Alice sebelum kita ngafe, hehehe…
Film yang akan sangat menarik bagi anak-anak maupun remaja, sepertinya. Tapi ngga terlalu banget buat aku, dan mungkin juga buat teman-temanku yang lain. Alur ceritanya terlalu “negeri dongeng” dan ketebak banget jalan ceritanya, plus endingnya. Tanpa antiklimaks yang berarti. Karakter-karakter para tokohnya pun standar “negeri dongeng”, hanya ada hitam dan putih saja. Hmmm, sorry my friend, if you both didn’t too enjoying the movie.
Setelah film usai, Devil pun berpisah dengan Shiryu. Shiryu juga bersama salah seorang temannya sih, jadi emang nggak masalah, hehehe… pertemuan Devil berlanjut di CafĂ© Cartel. Semua udah pada kelaperan semenjak tiba di FX, belum lagi Innocent yang jadi korban aku salah parkir motor di Plaza Senayan. Untungnya dia cukup pasrah… sorry yach...
Acara dinner itu terasa menyenangkan, seperti sebuah reuni kecil tiga orang sahabat lama. Memang ada banyak perubahan yang terjadi semenjak segalanya berantakan beberapa tahun silam karena kesalahpahaman yang buruk. Tapi memang kekuatan persahabatan yang sejati rupanya tak lekang oleh waktu, thanks to Allah SWT karena masih menyandingkan kami bersama kembali dalam suasana kekeluargaan yang hangat malam itu.
Beberapa menit setelah pertemuan usai, aku melirik facebook, kubaca status Exotic: “After Alice in Wonderland, Now back to reality”. Status yang simple memang, tapi entah mengapa membuatku tersenyum cukup lama mencoba mencerna lebih dalam makna dari statusnya itu. Ternyata, memang kita diharuskan untuk terbangun dari mimpi, kira-kira begitulah yang aku tangkap. Terbangun dari mimpi-mimpi tentang negeri impian, tentang fairy tale yang lama membuai kita dalam tidur yang tersenyum. Memang mimpi adalah bunga tidur, mimpi adalah keinginan terdalam dari hati manusia yang rasanya nyaris mustahil untuk diwujudkan di dunia nyata. Maka bermimpilah, sepanjang mimpi itu dapat membuai sang hati dan tidak mengganggu pikiran di atas sana. Dan terbangunlah dengan penuh kesadaran bahwa hidup adalah dunia nyata yang harus dihadapi dengan segala warna yang ada, yang mungkin tak pernah sama dengan warna-warna yang ditawarkan sang mimpi.
Sekali lagi, thanks to Exotic for the quote “After Alice in Wonderland, Now back to Reality”… I love you all, my dear Best Friends, Devil…
~ Jejak Bintang ~
Monday, May 31, 2010
Thursday, May 27, 2010
Insya Allah

(catatan dari masa lalu, 4 bulan sebelum pernikahan)
Semburat kegalauan meradang dalam titian waktu,
tak tahu kemana harus melangkah...
Haruskah ikuti jalan setapak di depan mata,
atau melompat ke jurang...?
Satu kekosongan terisi doa...
Tak perlu putus asa,
TAKDIR telah memilihku
untuk berjalan di atasnya
Maka kuikuti kemana hati berbisik
sebab ALLAH SWT satu dalam ketetapan hati,
sebab kupercaya Takdir-NYA terbaik
sebab seorang hamba tak seharusnya menepis Takdir
Namun, mengapa terbersit bimbang dan ragu...?
Karena tak kuat iman kah...?
Kurang mendekatkan diri,
juga berlumur DOSA
Kembali saja ke Fitrah,
tak semudah bicara...
Awali dengan niat,
lalu mengalir saja...
~ Jejak Bintang ~
*) catatan 27 Maret 2005
Labels:
Alter-Ego,
My Poetry,
Ray of Light,
religious
searching myself (like always)
JERIT LEPAS tak juga bersua
diatas himpitan rasa sakit
... TERPENDAM ...
RINDU aku akan masa lalu
tapi tak mau aku disuruh KEMBALI
TAKUT aku akan masa depan
tapi kaki terus MELANGKAH
Aku ini cari apa...??
tak pernah PUAS
tak pernah TENANG
tak kenal RIMBA
kembali saja ke RAHIM IBU...??
Ibu pun pasti MENOLAK
Aku KANVAS... HITAM dan PUTIH...
takut kalau HITAM mendominasi
masihkah pantas memandang LANGIT...??
~ Jejak Bintang ~
*) catatan 15 Juni 2003
diatas himpitan rasa sakit
... TERPENDAM ...
RINDU aku akan masa lalu
tapi tak mau aku disuruh KEMBALI
TAKUT aku akan masa depan
tapi kaki terus MELANGKAH
Aku ini cari apa...??
tak pernah PUAS
tak pernah TENANG
tak kenal RIMBA
kembali saja ke RAHIM IBU...??
Ibu pun pasti MENOLAK
Aku KANVAS... HITAM dan PUTIH...
takut kalau HITAM mendominasi
masihkah pantas memandang LANGIT...??
~ Jejak Bintang ~
*) catatan 15 Juni 2003
H.A.M.P.A

Tak ada...
hanya rasa sepi yang menikam
rasa takut yang tak beralasan
kesunyian yang tak nampak
kedukaan yang samar-samar
Tak terdengar...
hanya suara tangis di dalam hati
hanya ingatan yang kuat akan wajah
yang teramat dicinta
Kehampaan...
diri ini tak kunjung temukan
jalan keluar dari lingkaran ini
Selalu terasa sepi,
sunyi... senyap...
angin... terbang...
hilang... tak tentu...
Mengembara... kemana lagi...?
tak berarah... tak ada tujuan...
Tersesat...!!
padahal terang cahaya...
terasa tiada...
Dingin... menusuk...
tiada kehangatan...
Remuk...!!
Oh... Tuhanku...
aku berada dimana...?
RASA ini tak sanggup kutanggung SENDIRI
- kembali ke fitrah -
~ Jejak Bintang ~
*) catatan 15 Juni 2003
my sins
Tuesday, May 25, 2010
professional => nothing personal
Friday, May 21, 2010
... apa adanya ...

...apa adanya... sepenggal kalimat yang sederhana, namun sarat makna ...
... dan aku tak akan menuliskan maknanya yang terlampau luas disini ...
secara pribadi, aku memiliki definisi tersendiri tentang ...apa adanya...
...apa adanya... terlalu sederhana, bagi hidupku yang rumit...
...apa adanya... justru seringkali membuatku merasa tidak diperhitungkan...
...apa adanya... hanyalah suatu perwujudan lain dari keputus-asaan yang dikarenakan suatu kegagalan untuk mendapatkan sesuatu yang harus diraih dengan tidak ...apa adanya...
...apa adanya... lebih terkesan munafik atau penjelmaan dari kepasrahan minus keikhlasan...
dan ...apa adanya... mungkin hanya akan membuat kanvas hidupku berwarna hitam-putih saja...
bagiku, ...apa adanya... diriku...
...adalah untuk menampilkan diriku yang tidak sekedar ...apa adanya...
sebab aku hanyalah aku... yang bukan ...apa adanya... bagi setiap pribadi lain yang menilaiku...
... terserah mereka ...
~ Jejak Bintang ~
Wednesday, May 12, 2010
T O P E N G

aku bersembunyi, sekali lagi...
menguraikan lembar demi lembar kisah
ke dalam tulisan... berharap dimengerti...
tak ada kesempurnaan di muka bumi,
begitupun pada WAJAH ku...
banyak WAJAH, banyak EKSPRESI...
hanya satu diantara berjuta,
yang menunjukkan jati diriku
yang sesungguhnya...
mengapa aku menyukai TOPENG...??
karena aku dapat tertawa, dapat menangis,
aku dapat berbohong, dapat berterus terang,
aku dapat mencinta, dapat membenci,
segala wajah dapat kuekspresikan, sesuka hatiku...
tak perlu takut seorangpun akan menghakimiku,
karena, disaat mereka berfikir
tengah berhadapan dengan sosok asliku,
dan berfikir bahwa wajah dihadapan mereka
adalah wajahku yang sebenarnya,
atau siapa pun yang telah berfikir telah mengenali wujudku...
sesungguhnya mereka hanya melihat
satu diantara berjuta 'koleksi' topeng-topengku...
~ Jejak Bintang ~
Subscribe to:
Posts (Atom)


