Tuesday, February 13, 2018

Di Sarang Penjahat

Aku seperti tersesat. Tempat ini seumpama hutan rimba. Para penjahat ibaratnya kawanan binatang buas pemangsa segala.

Awalnya aku sangat takut. Namun kini mulai terbiasa. Yang dapat kulakukan hanyalah mengamati dalam diam. Dan ternyata begitu banyak hal yang dapat dipelajari hanya dengan mengamati saja.

Beruntung aku dianggap tak ada, atau tak terlihat. Aku percaya semua ini semata hanya merupakan bagian dari pelajaran berharga dariNya.

Kelak aku akan keluar dari tempat ini dengan senyuman.

~ Jejak Bintang ~

Monday, February 05, 2018

A Mother's Tears

Kepada bintang aku ingin bercerita. Tentang buah hati yang menitikkan air mataku. Ketika sabdaku dianggapnya hembusan angin semata. Sedih mengalir sampai ke ulu hati. Kecewa sungguh.

Mengapa ia seperti itu? Seusai kusampaikan pesan dengan lembut dan sepenuh hati? Saat kucoba ajarkan padanya tentang persaudaraan, tentang menahan kesenangan sendiri demi membagi kebahagiaan dengan saudara. Mengapa ia tak paham? Mengapa kisahku tak menyentuh hatinya? Mengapa? Dan berjuta mengapa bagai riak sungai, hanyutkanku dalam kecewa.

Aku pun enggan bicara padanya. Entah untuk berapa lama. Gemuruh di dadaku ini sungguh mengusik relung jiwa. Ku harus menepi.

Kelak semoga proses kedewasaanmu sempat kusaksikan  Nak. Semoga akan datang masa kau membuatku bangga. Kelak. Semoga.

~ Jejak Bintang ~