Wednesday, April 10, 2013
"surga" yang hilang
Tak ada surga di dunia. Yang ada hanya kebahagiaan yang kerap dicari, semenjak masa kanak-kanak hingga kelak kita merenta. Dan begitu beragam definisi kebahagiaan. Begitu personal bagi tiap insan.
Bahagiaku sederhana. Aku inginkan keluarga yang penuh kasih sayang didalamnya. Sebuah rumah yang nyaman, meski tak perlu megah. Kehangatan. Cinta. Namun ternyata hal itu tidaklah pernah menjadi sederhana. Kebahagiaan semacam itu merupakan kemewahan dunia yang tak terhingga. Ternyata. Tidaklah sederhana lagi ketika hal itu harus diperjuangkan dengan peluh, airmata, dan bahkan "darah". *sigh*
Masa kanak-kanakku telah berlalu bertahun silam, dengan membawa serta kenangan manis indahnya persahabatan dengan para sahabat yang senantiasa menguatkanku, dan kepahitan di sisi lain kehidupan dimana tak pernah aku merasa nyaman di dalam "rumah" yang kutinggali, sebab "keluarga" tak pernah memberiku rasa hangat di hati. Satu-satunya kemurnian cinta yang kurasakan abadi hingga pijarnya padam hanyalah cinta almarhumah my grandma. Semoga kini, dan selamanya, beliau mendapat tempat terbaik disisiNya. Amin.
Tahun ini, 2013 adalah tahun yang 'kan menjadi tonggak sejarah dalam hidupku. Sebab begitu banyak peristiwa besar yang mengguncangkan jiwaku, terjadi. Kuanggap ini sebagai tahun terberat, semoga kelak takkan ada tahun yang lebih berat dari 2013 ini. Amin.
Satu peristiwa bersejarah adalah aku telah berhasil dalam upayaku mengembalikan keutuhan keluarga mama. Berharap sisa waktu akan berpihak pada kami 'tuk mengembalikan hari-hari yang terampas, menjadikan "rumah" sebagai rumah yang sejati. Mengumpulkan serpihan kebahagiaan yang kukira takkan pernah ada dalam keluarga besar kami. Yang sempat membuatku putus asa dalam mengangankan, terlebih meraihnya kembali.
Allah SWT telah membukakan jalanku menuju kesana. Namun ternyata kerikil-kerikil yang menusuk langkah justru dari dalam "kebahagiaan" itu sendiri, yang seolah enggan menemui mata airnya, setelah bertahun terseok di padang gurun nan tandus akan kesejukan. Mengapa...? Apakah sekali lagi aku telah salah mendefinisikan hakikat "kebahagiaan" yang "sederhana" ini...? Benarkan ia takkan pernah menjadi "sederhana"...?
Aku mensyukuri setiap rahmatNya, setiap nikmatNya, dan mensyukuri figur-figur istimewa yang dihadirkanNya dalam lembaran sejarah hidupku. Dan mensyukuri setiap jalanku dalam cahayaNya. Alhamdulillah. Kuanggap semua rencanaNya kelak 'kan berakhir indah. Amin.
Mama... semoga kelak segala upayaku ini dapat pancarkan secercah cahaya pada bening matamu yang 'tlah bertahun meredup... Bagiku "surga" itu bisa begitu dekat... Jalan kesana salah satunya 'tlah ditakdirkanNya melaluimu... Namun semua itu 'tlah terrampas sekian lamanya, dan kini ku hanya mengharapkan ridhoNya, semoga langkahku tak pernah terputus atas kebaikan dariNya... Amin...
~ in silent ~
April 10th, 2013
Jejak Bintang
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

2 comments:
Sesekali kehilangan itu diperlukan agar bisa menghargai arti menemukan.
Sesekali kegelapan dan kelam dibutuhkan, agar bisa memaknai kerlip cahaya walau hanya seberkas jejak pelita..
Karena IA tak pernah meninggalkan sepotong mata hati yang mencari Jalan, Cinta dan surgaNya.....
Amiiin yaaa Rabb.. Terima kasih atas komen dan perhatiannya, duhai anonymous..
Post a Comment