Saturday, August 01, 2015

Krisis Kepercayaan

Pertanyaannya adalah seberapa siap kita untuk memimpin...? Dan pemahaman bahwa semakin di atas, hembusan angin akan semakin kencang. Siapkan dirimu sebaik-baiknya sebelum memasuki medan perang yang sesungguhnya.

Janji-janji adalah hutang yang nyata-nyata harus dibayar, atau kita akan kehilangan kepercayaan sama sekali. Dan berlindung dibalik jubah ilusi hanyalah simbol kepengecutan tiada tara.

Ketika kita benar-benar tidak siap menghadapi hal-hal besar di hadapan, kemudian kita dirundung ketakutan yang teramat sangat. Kita kerap mencurigai siapa saja yang ada di dekat dan sekeliling kita. Mereka yang paham bahwa kita bersembunyi di balik jubah, atau mereka yang ingin menanggalkan jubah itu sehingga mengungkap wujud asli kita yang kerdil.

Ketika jeruji pikiran memenjara kita tentang "Siapa yang harus kita percaya?", "Apakah orang ini hanya manis di hadapan saya, bagaimana ketika di belakang saya?". Politik dan kekuasaan. Panggung sandiwara terbesar dan termegah. Kita harus memahami bahwa tak pernah ada kawan dan lawan yang abadi. Yang ada hanya kepentingan abadi.

Congrats! Enjoy your crown, enjoy your throne. If you could passing this, I'll do salute you..!


~ Jejak Bintang ~

No comments: