Showing posts with label BOOK review. Show all posts
Showing posts with label BOOK review. Show all posts
Thursday, August 27, 2015
To Kill A Mockingbird ~for me
Berawal dari keisengan mengikuti salah satu QUIZ di facebook, yang judulnya "What Classic Novel Describes Your Life?", and I got this result:
Harper Lee's To Kill A Mockingbird...
Selfless and Morally Sound, your story unfold within the heartbreakingly honest pages of Harper Lee's TO KILL A MOCKINGBIRD. Tride, true, and honest - yours is a life of helping others. Intolerance and bigotry infuriate you, and you have a very hard time understanding how anyone could think in a such manner. You are driven to do good by others, not only because it's right - but because that's simply who you are.
---------------------------------------------------------
I said, "WOW" because I had never read that book, even I've heard about this book, and people say this book is great.
And then, aku memutuskan untuk mencari buku ini di Gramedia, dan ternyata hasilnya nihil di lima Gramedia yang aku datangi. Karena penasaran, aku mulai googling mencarinya di toko buku online. And Gotcha! I've got one.
To Kill A Mockingbird memang bukan "buku biasa", aku membacanya dengan segenap perasaan, mencoba menyelami lebih dalam dan memaknainya. Dan ternyata buku ini merupakan satu-satunya karya Harper Lee yang diterbitkan. WOW. Aku salut sekali. Semenjak aku masih kecil, aku selalu bermimpi bisa menulis buku dan diterbitkan, dan tentu saja dapat dibaca oleh banyak orang. Namun, seiring waktu, laju usia, hingga saat ini belum juga aku mampu mewujudkan mimpi besarku itu. Harper Lee ini tiba-tiba menginspirasiku. Well, barangkali saja aku masih punya satu kesempatan, sebelum kelak tutup usia, setidaknya ada satu buku karyaku yang berhasil diterbitkan dan dibaca oleh banyak orang. Amin.
Kembali ke topik. Apakah kemudian hasil quiz itu benar...? Aku akan katakan BENAR, Ya, benar. Karena aku melihat Jem dan Scout seperti aku dan adikku, dan Atticus seperti Mama yang membesarkan kami seorang diri sejak kami masih kecil. Yang mengupayakan semaksimal mungkin agar kami berdua terdidik dengan baik, dari segi manners dan akademik. Menanamkan begitu banyak pelajaran mendasar dari hidup ini semenjak kami berdua masih kecil, sehingga setelah kemudian kehidupan kami menjadi penuh konflik, kami seperti sudah dipersiapkan untuk siap menghadapi semua itu. Thank you, Mum.
Selanjutnya, yang menakjubkan dari buku ini tentu saja adalah quotes-nya. Harper Lee ini seorang penulis cerdas yang berwawasan, Setiap kalimat yang ia gunakan memancarkan kecerdasannya. Ia juga cerdas secara emosi, setiap karakter dan emosi dalam diri mereka sangat terasa lewat caranya bercerita. Really great, and very inspiring!
---------------------------------------------------------
Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya... hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.
Aku dan Jem menganggap ayah kami (Atticus Finch) lumayan: dia bermain bersama kami, membaca untuk kami, serta menghormati kami dengan tidak pernah mencampuri urusan kami.
Charles Baker Harris (Dill): Demikianlah kami mengenal Dill sebagai Merlin kecil, yang kepalanya disesaki rencana nyentrik, keinginan aneh, dan khayalan ganjil.
Kata Jem, Atticus tak pernah bicara banyak tentang keluarga Radley: ketika Jem menanyainya, satu-satunya jawaban Atticus adalah: pikirkan urusanmu sendiri dan biarkan keluarga Radley memikirkan urusan mereka, itu sepenuhnya hak mereka.
Kalau kamu memakan hewan mentah-mentah, kau tak akan pernah bisa mencuci bersih noda darahnya.
Membaca adalah sesuatu yang kukuasai dengan sendirinya... Sampai aku takut aku akan kehilangan kegiatan ini, aku baru sadar kalau aku belum pernah gemar membaca. Bukankah orang tak pernah gemar bernapas?
Kalau kau bisa mempelajari satu keterampilan sederhana, kau bisa bergaul lebih baik dengan berbagai jenis orang. ~Atticus Finch
Apa yang terjadi pada orang lain, kita tak pernah benar-benar tahu.
Atticus Finch adalah orang yang sama di dalam runah dan di jalan umum.
Aku tak pernah mengerti bagaimana Atticus tahu aku sedang menguping, dan baru bertahun-tahun kemudian aku menyadari bahwa dia ingin aku mendengar setiap kata yang diucapkannya.
Kau boleh menembak burung blue-jay sebanyak yang kau mau, kalau bisa kena, tetapi ingat, membunuh mockingbird - sejenis murai bersuara merdu - itu dosa. Mockingbird menyanyikan musik untuk kita nikmati, hanya itulah yang mereka lakukan. Mereka tidak memakan tanaman di kebun orang, tidak bersarang di gudang jagung, mereka tidak melakukan apa pun, kecuali menyanyi dengan tulus untuk kita. Karena itulah, membunuh mockingbird itu dosa.
Dia bisa membuat seseorang begitu terlindung sehingga orang lain tak bisa mengganggunya. (tentang Atticus)
Orang yang berakal sehat tak pernah berbangga dengan bakatnya.
Sebelum aku mampu hidup bersama orang lain, aku harus hidup dengan diriku sendiri. Satu hal yang tidak tunduk pada mayoritas adalah nurani seseorang.
Aku ingin kau melihat sesuatu dalam dirinya - aku ingin kau melihat keberanian sejati, alih-alih mendapat konsep bahwa keberanian selalu identik dengan lelaki bersenapan. Keberanian adalah saat kau tahu kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan kau merampungkannya, apa pun yang terjadi, kau jarang menang, tetapi, kadang-kadang kau bisa menang.
Tidak selalu perlu menunjukkan semua yang kita ketahui. Itu bukan sikap perempuan terhormat.
Kalian bukanlah manusia rata-rata, bahwa kalian adalah hasil didikan terhormat beberapa generasi. Didikan terhormat, dan bahwa kau harus berusaha menjaga nama keluargamu. Kalian harus mencoba bersikap seperti lelaki dan perempuan terhormat sebagaimana mestinya, supaya kalian punya gambaran tentang siapa diri kalian, supaya kalian tergerak untuk bersikap sesuai dengan itu.
Dill memulai lagi. Hal-hal indah melayang di sekitar kepalanya yang penuh mimpi. Dia dapat membaca dua buku sementara aku baru satu, tetapi dia lebih menyukai keajaiban cerita karangannya sendiri. Dia dapat menambah dan mengurang lebih cepat dari kilat, tetapi dia lebih suka dunia senjanya sendiri, dunia tempat bayi-bayi tidur, menunggu dipetik seperti bakung pagi.
Di Maycomb, jika orang berjalan tanpa tujuan pasti di benaknya, bolehlah diyakini bahwa benaknya tak mampu memiliki tujuan pasti.
Atticus pernah berkata, mengobrolkan hal-hal yang diminati orang yang kita ajak bicara, bukan tentang apa yang kita minati, adalah hal yang sopan.
~ Jejak Bintang ~
Wednesday, March 23, 2011
for "A MOTHER"

Jika ibu-ibu rumah tangga merindukan perbincangan dengan sesama orang dewasa, ibu-ibu yang bekerja merindukan celotehan kanak-kanak. Jika ibu-ibu rumah tangga dengan susah payah menyuapkan bubur sereal kepada anak mereka yang rewel sambil membayangkan alangkah asyiknya kalau bisa menikmati makan siang di luar rumah dengan sesama orang dewasa; ibu-ibu yang bekerja menghabiskan makan siang mereka dengan perasaan cemas memikirkan bayi mereka yang mungkin tak mau makan waktu disuapi oleh pengasuh yang baru. Kesimpulanku: sebagai anggota salah satu profesi paling tua di dunia, yakni menjadi ibu, sesama ibu harus bersatu dalam perang yang lebih penting: menyingkirkan rasa bersalah karena menjadi ibu.
Hidup SEORANG IBU selalu diwarnai TARIK-MENARIK antara memenuhi KEBUTUHANnya sebagai PRIBADI dan mengusahakan yang terbaik bagi ANAK-ANAKnya.
Chicken Soup for the Working Mom’s Soul
Wednesday, December 22, 2010
destiny

Sungguh menakjubkan, betapa KENANGAN bisa membuat kita LARUT dalam SEKETIKA. Seolah-olah BENTANGAN WAKTU dan PERISTIWA yang telah MEMISAHKAN kami selama ini, tak pernah terjadi sama sekali. Betapa kuat ingatan kita akan seseorang, seolah-olah kita tak pernah berpisah sama sekali. Semua kembali seperti dulu. Seperti sepuluh tahun yang lalu. Segalanya. Termasuk juga perasaan-perasaan yang ada di sepuluh tahun yang lalu itu.
Apakah esensi manusia tetap sama, tak peduli apa pun pengalaman ygang pernah dialaminya...? Apakah kejadian-kejadian yang kita anggap tragis dan penting itu sebetulnya tak punya makna besar...? Dan, apakah ini hal yang wajar...? Ataukah ini yang dinamakan TAKDIR...?
~ Jejak Bintang ~
*) taken from "SAMSARA" by Zara Zettira ZR
Thursday, December 09, 2010
membuka cakrawala baru

Menurut perkiraan Ethnologue, sebuah organisasi dunia yang memfokuskan diri pada statistik pengguna bahasa-bahasa di seluruh dunia, popularitas bahasa Jawa mengalahkan popularitas bahasa Perancis dan Italia. Fakta ini cukup mengejutkan, mengingat nama Italia dan Perancis lebih besar gaungnya di dunia internasional. Bahasa Jawa menduduki ranking 13 dengan 75 juta jiwa lebih penggunanya. Bahasa Perancis di ranking 19 dengan 64 juta penggunanya dan bahasa Italia di ranking 20 dengan 61 juta penggunanya.
Setiap hari, aku memberikan pekerjaan rumah pada staf bagian kreatif untuk melakukan survei. Survei apa saja, tidak kubatasi. Bukankah hidup ini sangat kaya akan informasi. Kalau kita membatasi diri dengan memilih hanya satu-dua kategori saja, maka kita menutup pintu akan seribu kemungkinan yang ada. Pada hakikatnya semua informasi saling berkaitan dan saling menunjang. Ilmu kedokteran misalnya. Jika hanya fokus pada dunia obat-obatan dan sakit penyakit fisik saja, tentu pasien-pasien sakit jiwa tak akan tertolong. Ilmu kedokteran kini membuka diri pada informasi agrikultur atau pertanian. Sehingga, ditemukan korelasi antara hasil bumi organik yang ternyata lebih kaya kandungan nutrisinya dan karenanya lebih bermanfaat bagi kesehatan makhluk hidup. Keterbukaan untuk mempelajari bidang-bidang yang tak ada sangkut-pautnya dengan bidang utama pekerjaan kita, akan membuka cakrawala baru.
~ Jejak Bintang ~
*) taken from "SAMSARA" by Zara Zettira ZR
Monday, November 29, 2010
the mystery of LIFE and its CREATOR

Adalah sebuah MUKJIZAT bahwa aku bisa SELAMAT dari semua TRAGEDI itu.
... SELAMAT LAHIR BATIN ...
Artinya aku bukan hanya MASIH HIDUP tapi juga MASIH WARAS...!!!
Bukan rahasia lagi, banyak orang menjadi GILA karena tak mampu menghadapi tragedi dalam kehidupannya. Orang PATAH HATI saja banyak yang jadi mendadak gila. Jadi pembunuh berdarah dingin atau serial killer. Anak-anak yang waktu kecil disiksa oleh orang tuanya juga tumbuh kurang waras. Menjadi PSIKOPAT misalnya.
Seharusnya aku BERTERIMAKASIH atas KESELAMATAN itu. Tapi berterimakasih pada siapa...?
TUHANKAH yang menyelamatkan aku...?
Apakah TUHAN yang sama juga dengan TUHAN yang telah membebani aku dengan penderitaan-penderitaan dan tragedi-tragedi kehidupan sebelumnya...?
Kalau TUHAN itu SATU, mengapa DIA bisa punya DUA SISI...?
PEMBERI KESELAMATAN sekaligus PENYIKSA...? Apakah ada kategori Maha Penyiksa bagi TUHAN...? Rasanya tidak ada. Yang ada hanya maha yang baik-baik saja. Jadi kalau begitu dari mana datangnya penderitaanku kalau bukan dari TUHAN...?
Seandainya, semua PERTANYAAN-PERTANYAAN yang muncul dalam benak seorang MANUSIA, DITULIS secara lengkap. Kira-kira BERAPA TEBAL BUKU yang dibutuhkan untuk MENCATAT semua pertanyaan itu...? Dan kalau semua pertanyaan itu menemukan jawabannya, akan makin tebal saja buku kehidupan kita nantinya.
~ Jejak Bintang ~
*) taken from "SAMSARA" by Zara Zettira ZR
Friday, November 26, 2010
the mystery of DREAM

MATAHARI menegur kelopak mataku pagi itu. Atau tepatnya siang itu. Kala terjaga yang kulihat hanya semburat putih kemerahan menyilaukan mata. Yang lain masih nampak kabur.
... jiwaku masih terbelah ...
Sebagian di alam nyata, sebagian lagi di alam mimpi. Alam tidak sadar. Dimensi lain yang hingga kini ilmu pengetahuan atau science belum bisa menyibak misterinya.
... misteri MIMPI alam bawah sadar ...
Mengapa mimpi kadang hadir bukan sekadar sebagai kembang tidur? Mengapa mimpi sering menjadi isyarat menggambarkan kejadian yang akan datang bagi sebagian orang yang dikategorikan sebagai PARANORMAL...?
~ Jejak Bintang ~
*) taken from "SAMSARA" by Zara Zettira ZR
past, present, and future

... do not dwell in the past, do not dream of the future, concentrate the mind on the present moment ... -Buddha-
Jangan sia-siakan PIKIRAN dan WAKTU untuk memikirkan yang SUDAH TERJADI atau membayangkan yang BELUM TERJADI. Karena dengan begitu kita malah akan melewatkan kenikmatan yang diberikan Tuhan HARI INI. Momen ini saja.
MASA LALU adalah pengalaman. Diambil hikmahnya, dijadikan bekal meneruskan perjalanan hidup selanjutnya. MASA DEPAN sudah digariskan dalam takdir kita. Apa pun yang kita bayangkan dan usahakan, hasilnya akan tetap sama. Manusia berusaha, Tuhan menentukan. Kekecewaan muncul jika dalam berharap dan berencana kita melupakan keikhlasan, kepasrahan, dan keberadaan-Nya sebagai Yang Mahakuasa.
~ Jejak Bintang ~
*) taken from "SAMSARA" by Zara Zettira ZR
Tuesday, November 23, 2010
keheningan yang mahal

Siapa yang tidak ingin hidupnya tenang?
Semua orang mengaku STRES dan mencari KETENANGAN. Bahkan RELA MEMBAYAR MAHAL untuk mendapatkan ketenangan. Kalau dulu orang mau keluar uang untuk mencari HIBURAN atau STIMULUS atau KERAMAIAN. Zaman sekarang justru sebaliknya. Diskotek-diskotek kini harus bersaing dengan pusat-pusat pelatihan yoga dan spa.
Keramaian bukan lagi komoditi dagang utama.
Lawan dari KERAMAIAN adalah KEHENINGAN.
Sekarang orang harus membayar mahal untuk mendapatkan keheningan.
DUNIA sudah begitu RAMAI dan SESAKnya sampai-sampai untuk sebuah HENING kita harus MEMBELI.
*) taken from "SAMSARA" by Zara Zettira ZR
Monday, November 22, 2010
tentang SABAR dan BATAS

SABAR tidak boleh ada BATASnya. Kalau SABAR ada SYARATnya itu namanya bukan sabar melainkan TENGGANG WAKTU.
Kadang aku berpikir, jika kita manusia hidup tanpa bekal WEJANGAN dan NASIHAT, tentu lebih sulit menghadapi kehidupan ini.
Pentingnya KATA-KATA MUTIARA, bukan cuma sekedar KATA-KATA INDAH belaka, tapi seperti sebuah ILMU MENGAKALI KEHIDUPAN. Kadang juga jadi PENYEJUK HATI.
PANDAI sekali mereka yang bisa menulis WEJANGAN dan KATA MUTIARA itu. WARISAN PEMIKIRAN dalam wujud kata-kata abadi sepanjang masa dan senantiasa benar. Biarpun diciptakan ratusan tahun yang lalu dan dalam situasi dunia yang berbeda dengan masa sekarang ini, maknanya tetap sama.
Artinya HIDUP itu sebenarnya SAMA SAJA. Hanya VARIASInya yang BERBEDA.
*) taken from "SAMSARA" by Zara Zettira ZR
Everything Happens for a Reason

Orang barat bilang, ”Everything happens for a reason”. Semua kejadian pasti ada alasan dan maksud tujuannya. Orang Jawa bilang ”takdir”. Aku bilang, kesempatan. Kesempatan kadang hanya datang satu kali. Kalau kita melewatkannya, yang ada hanya penyesalan. Kalau kita menyambutnya dan menanggapinya dengan tangkas, pasti ada hikmahnya.
Everything happens for a reason. Dengan kata lain, semua kejadian itu bukan kebetulan melainkan sudah ditakdirkan untuk kita.
Samsara, Zara Zettira ZR
Tuesday, January 26, 2010
An Affair to Forget

Novel karya Armaya Junior ini aku beli karena membaca tulisan “mencintai saja tak pernah cukup” yang tertera di covernya. Membangkitkan rasa penasaranku akan ceritanya, seperti apa sih kisah cinta para tokoh di dalam novel ini? Dan ternyata, begitu aku mulai membacanya, aku hanya menemukan alur cerita yang datar dan biasa-biasa saja, seperti cerita-cerita perselingkuhan yang sangat umum dan sudah banyak didengar dan difilmkan.
Tetapi, begitu sampai di tengah cerita, aku mulai menebak-nebak apa yang akan terjadi pada tokoh-tokohnya setiap aku membalik halaman, boleh dibilang lumayan memacu jantungku juga, ternyata isi ceritanya ngga sesederhana alur awalnya, cukup bikin deg-degan juga. Ada rasa cinta dan sayang seorang istri terhadap suaminya yang bisa meredam api cemburu yang sebenarnya semakin panas membara. Ada persahabatan antara seorang pria dan seorang wanita yang hampir ternoda, tapi untungnya hal itu tidak terjadi. Ada rencana yang tersusun rapih untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang kesetiaan dalam hubungan suami-istri. Dan ada kejutan di akhir cerita. Yah, khususnya sih buat aku, karena aku sama sekali ngga nyangka kalau akhir ceritanya bakalan kaya gitu. Entah kalau orang lain yang membacanya.
So, kalau butuh referensi, novel ini boleh juga buat ngusir jenuh ditengah rutinitas, atau sekedar untuk mengisi waktu luang.
~ Jejak Bintang ~
Subscribe to:
Posts (Atom)
