Senandung pilu,
di pucuk dedaunan...
Jiwaku tergetar,
hendak meninggalkan renta raga ini
Khianat usai,
seribu caci-maki mengambang
dipermainkan angin
Masihkah tatap
mampu pancarkan sinar,
disaat kegelapan
mengepung dari berbagai penjuru...?
Lantakkan aku,
bersama dosa-dosa indah yang kuukir
diatas kanvas yang susah payah dibentangkan
Aku tersungkur,
jika boleh kubenamkan diri
pada tanah retak dimana ku berpijak saat ini
...ladang tandus hatimu
yang kuteteskan darah...
Friday, December 21, 2012
Thursday, December 06, 2012
Perbatasan...
Duduk sendirian, di perbatasan nan suguhkan pandang yang masih sama. Bulat jingga mentari tak pernah hendak berganti warna, dari masa ke masa.
Merajut kesetiaan, memintal penuh perasaan dengan benang-benang halus berwarna-warni lembut, seperti bahasa dan sikap nan pancarkan keanggunan.
Waktu tak pernah mengajarkan apa pun, sebab ia bukanlah guru. Langkah-langkah penuh itikad pembelajaranlah yang mematangkan pribadi seseorang.
~ Jejak Bintang ~
Tatkala jiwa melantunkan nada-nada indah yang menggugah semesta 'tuk ikut bersenandung...
Subscribe to:
Posts (Atom)

