Wednesday, March 31, 2010

Look Into Yourself

I'm tired of letting go all that I've tried to have
I'm tired of wasting time looking up to the wrong stars
I do believe in life and that everything is written
But life is not a book with pages wide-opened

Don't search too far, my mother says
Sometimes all that you need is only a step away

Look into yourself
The one and only
Look into yourself
If you want to find the key
A look into yourself
Release your heart free
Look into yourself
And be the master of your destiny

Don't be afraid of wanting changes in your life
Don't be afraid to go to wherever you decide
Believe in yourself and believe in what you can do
And no one can deny the will that lies in you

Try to pay more attention
And live your life with good intentions


Look into yourself
The one and only
Look into yourself
If you want to find the key
A look into yourself
Release your heart free
Look into yourself
And be the master of your destiny

Look into yourself
Cause there's a rainbow
Look into yourself
There is so much more that you need to know
Cause in yourself
There's serenity
It's all in yourself
You are the master of your destiny



For every doubt you face
In every step you take
For choices that you make
Dreams aren't made to be erased

Just look into yourself..

Look into yourself

The master of your destiny..

It's in yourself
The master of your destiny
It's in yourself...


*) a song by Anggun

Friday, March 26, 2010

to the MOON and back


Dia telah mendapatkan cukup waktu untuk mencari alasan-alasan yang dapat membenarkan segala rasa sakitnya. Sepertinya dia mengerti dari senyuman dan tatapan orang-orang yang lalu lalang, bahwa setiap orang memiliki teori masing-masing tentang rasa sakit. Mereka bilang (tentang dirinya), “Ibunya tidak pernah memberikan dirinya kasih sayang yang cukup” dan “Ayahnya tak pernah ada disisinya semenjak ia masih kecil”. Itulah sebabnya mengapa ia tampak seperti orang yang tak pernah tersentuh yang namanya kasih sayang.

Namun di suatu ruang rahasianya, dia telah menyiapkan perbekalan untuk melakukan perjalanan ke ruang angkasa. Dan kini ia tengah menunggu seorang pilot untuk datang menjemputnya, dan kemudian membawanya terbang jauh. Dan dia akan berkata pada sang pilot, “Aku ingin terbang ke bulan, lalu kembali ke bumi, jika engkau mau jadi kekasihku. Aku akan membawakan tiket untuk pergi ke dunia yang hanya milik kita. Maka, maukah kau jadi kekasihku…?

Dia tak pernah mampu mengingat waktu ketika dia (pernah) merasa dibutuhkan (oleh orang lain). Jika ternyata cinta itu berwarna merah, berarti dia buta warna. Dan semua teman-temannya telah pergi dengan meninggalkan pengkhiatanan untuk dirinya. Dia merasakan seperti kejahatan itu tak memiliki batasan, dan dapat dilakukan siapa saja, tak terkecuali orang terdekat. Dia bilang, “Cinta itu seperti tanah kering dan tandus. Dan untuk meraih sebuah keyakinan bagi manusia adalah suatu perjalanan panjang, dan aku tak punya peta”.

Maka ia pun akan terus tenggelam dalam pencariannya, menambah kecepatan, lalu mengirim sinyal ke bumi bahwa dia telah menghilang dari peredaran. Semua mimpinya ia gantungkan pada bintang-bintang di langit. Sungguh mimpi yang indah. “Aku ingin terbang ke bulan, lalu kembali ke bumi, jika engkau mau jadi kekasihku. Aku akan membawakan tiket untuk pergi ke dunia yang hanya milik kita. Maka, maukah kau jadi kekasihku…?”


~ Jejak Bintang ~
*) Catatan : Tulisan ini adalah terjemahan bebas dari lagu "To the Moon and Back" by Savage Garden, dengan sedikit perubahan, untuk dirangkaikan menjadi sebuah cerita :)

Thursday, March 25, 2010

REGULUS - bintangku


Regulus (α Leo / α Leonis / Alpha Leonis) adalah bintang paling terang di rasi Leo dan termasuk bintang yang cemerlang di langit malam. Bintang ini berada pada jarak 77.5 [[tahun cahaya ] dari Bumi. Regulus merupakan sistem multi bintang yang terdiri dari empat bintang yang tergabung dalam dua pasang bintang. Regulus A terdiri dari bintang biru keputihan dan pasangannya yang belum diobservasi, berkemungkinan adalah bintang katai putih (white dwarf).[1] Di depan Regulus A terdapat pasangannya yang terdiri dari Regulus B dan Regulus C, yang merupakan bintang redup.

Observasi

Regulus berada di garis ekliptik, dan mengalam okultasi reguler dengan Bulan. Okultasi dengan Merkurius dan Venus juga dapat terjadi tetapi jarang. Okultasi Regulus oleh planet Venus terjadi pada 7 Juli 1959. Okultasi berikutnya diprediksikan pada tanggal 1 Oktober 2044. Matahari mencapai titik terdekat dengan Regulus sekitar tanggal 23 Agustus setiap tahun.

Regulus memiliki massa 3.5 kali Matahari dan merupakan bintang dengan usia muda, yaitu sekitar beberapa ratus juga tahun. Bintang ini berputar sangat cepat, yaitu 15.9 jam, menyebabkan perubahan warna yang sangat cepat.

Visibilitas

Regulus A adalah bintang yang cemerlang di langit malam dengan magnitudo yang mengesankan. Regulus B merupakan bintang katai kelas K2 yang jauh lebih redup dibandingkan komponen A. Komponen terakhir, Regulus C, adalah bintang merah kecil dan yang paling redup diantara tiga komponen serta saat ini bintang ini dalam proses obeservasi

Etimologi

Rēgulus berasal dari bahasa Latin yang berarti pangeran atau raja kecil. Orang Yunani menyebutnya Basiliscus yang berarti sama.

Nama lainnya untuk bintang ini adalah :

Qalb Al Asad, Kabelaced / Cor Leōnis (Arab/Latin) : Jantung (Sang Singa); Rex / Malikiyy (Latin/Arab) : Raja; Huánghòu (China) : (bintang) yang berkuasa dan bersinar;



sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Regulus

the astrology


Wednesday, March 24th, 2010

Here is your Today's Leo Horoscope:

Let things happen today -- you need to make sure that you're not pushing too hard. It's a good day for you to try to practice letting go of things and people who need to be able to determine their own destinies.

Compatibility: Virgo
Mood: Relieved
Lucky Color: Red
Lucky Number: 7
Lucky Time of Day: 1am



I wonder how this astrology is soooooooooooooooo RIGHT for me TODAY... thanks anyway to give me a COURAGE, once again ;>

Tuesday, March 23, 2010

a cup of coffee in the morning


Hmmm... secangkir kopi di pagi hari selalu bisa memperbaiki moodku. Well, kadang ngga terlalu berhasil juga sih kalau umpamanya persoalan yang sedang menguras pikiran dan perasaan sedang cukup berat, at least beberapa menitlah, pasti ada ketenangan yang mengalir... dari secangkir kopi...

Hari ini aku mencoba untuk belajar :

1. Tidak terlalu banyak bicara yang tidak (terlalu) penting
2. Tidak terlalu banyak bertanya untuk sesuatu yang lebih baik jika aku tidak mengetahuinya sama sekali
3. Tidak mengintimidasi, untuk alasan apapun
4. Lebih fokus kepada pekerjaan hari ini, banyaknya PR resume yang belum terselesaikan
5. Memberikan rasa nyaman untuk diriku sendiri, menguatkan pikiranku untuk tetap fokus, sambil terus menguatkan hatiku, dengan kata-kata "belajarlah..."
6. Memberikan rasa nyaman untuk orang lain, dengan memberinya perhatian dan pengertian lebih dari sebelumnya
7. Bersyukur, karena hingga hari ini masih diberikan kesempatan untuk memiliki segala yang terindah dalam hidupku

7 point sudah cukup, artinya ada 7 hari dalam seminggu, artinya jangan menyita waktu dan pikiran untuk berencana terlalu jauh... karena kebahagiaan akan lebih terasa ketika kita menikmatinya pelan-pelan, sambil tetap bersyukur... :)


~ Jejak Bintang ~

Wednesday, March 17, 2010

Sang Malam, Langit Kelam dan Gugusan Bintang


Kutelusuri malam yang dingin
di tempat yang tak kukenal
dan tak mengenalku...

Halusinasi berpendar diantara pekat langit
diwarnai putih asap, kepulan mega
Yang samar-samar tampak seperti kabut
yang menyelimuti malam...

Adakah diantara gugusan bintang,
jalan untuk kembali ke masa lalu…?

Tentu saja dalam perenungan,
masa lalu, masa kini dan yang akan datang
berbaur dalam satu aroma kudus
disesap dalam ratusan hirupan
oleh indera penciumanku...

Tak ayal kurapatkan kedua tanganku
Mendekap di dada, membiarkan sesak itu semakin terasa dan aliran darah yang mendidih semakin bergejolak di dalam tubuh yang mulai membeku, menggigil, kedinginan…

Perlahan kubuka kedua katup mataku memandang langit kelam,
Tampak di atas sana gugusan bintang nan indah berkilau menghiasi kelamnya langit
Kucari satu bintang yang kukira mengikutiku sampai sejauh ini, dari kampung halamanku tercinta… ternyata tak ada…

Yang bertebaran di atas sana hanya bintang-bintang milik tanah tempatku berpijak, sehingga kembali aku lantas merasa kesepian…

Bintangku tak ada, dia tak setia mengikuti langkahku sejauh ini… lalu aku pun bersedih…

Sampai kudengar hatiku berbisik perlahan, “Tidakkah itu baik bagimu, Bintangmu akan tetap berpijar dengan indah di tempat semestinya… Karena terkadang kamu memang harus melangkah sendirian tanpanya… Tapi, lihatlah gugusan bintang lainnya menaungi langit di atas kepalamu saat ini, mereka juga indah, memahkotai sang langit kelam… maka berhentilah berfikir bahwa bintangmulah satu-satunya yang indah… kamu belum ke mana-mana, di belahan bumi lainnya barangkali akan kau temukan cahaya bintang yang lain, yang akan menemani malam-malam sepimu… maka biarkanlah bintangmu setia pada langitnya, dan langkah kakimu juga tidak akan tertahan karenanya… Janganlah kau bawa terus sesuatu yang indah dari satu tempat, untuk terus mengikutimu kemanapun kau pergi, sebab keabadian bukanlah milik manusia… begitupun suka dan duka, begitupun kesenangan dan luka…”.

Seperti kata Gibran dalam Sang Nabi "...Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran..."

Bathinku bergumam, “Jika memang demikian… Jika bintangku bisa tetap disana sementara aku berada di tempat lain yang begitu jauhnya… Maka bolehkah, jika kutinggalkan lukaku disini, membiarkannya membeku, lantas terbunuh oleh dinginnya suhu di tempat ini, bolehkah demikian…?”

Tak ada jawaban, hanya ada semilir angin yang berhembus mengembalikan kesadaranku, dari buaian malam yang mencekam, dalam kesendirian hanya bertemankan langit kelam dan gugusan bintang…


tapi akhirnya disanalah aku menemukan jawaban


Terima kasih, wahai malam… langit kelam… gugusan bintang… percakapan kudus antara hati dan pikiran… dan tentu saja, Sahabatku… atas segala pengertian, kesabaran dan dukungan yang masih terus kau berikan, dalam bentangan jarak dan perbedaan waktu yang tak tertempuh…



~ Jejak Bintang ~
*) Coldy Distant Place

Monday, March 15, 2010

tentang pilihan


Kepada Sahabatku,

Hidup adalah PILIHAN, dan selalu tentang pilihan. Akan kita bawa kemana langkah kaki kita, menapaki takdir yang telah digariskan...?? Memang TAKDIR tak dapat ditampik, Sahabat. Karena ia telah tertulis jauh sebelum Sang Khalik meniupkan ruh kedalam raga kita. Itulah takdir yang harus kita jalani. Sifatnya MUTLAK. Semua dalam rencana-Nya.

Namun, kita hanya MANUSIA, kita memiliki HATI disamping LOGIKA. Keduanya sama pentingnya dalam perkembangan kepribadian kita. Dan keduanya seringkali menyuarakan hal-hal yang berlawanan, membisikkan segala yang saling bertentangan di dalam diri kita.

Maka diri kita adalah TUAN atas keduanya. Kitalah yang berhak memenangkan salah satunya, setiap kali keduanya berbeda pendapat. Jangan biarkan keduanya terlalu larut dalam perdebatan yang panjang. Sebab, kitalah yang menentukan, kitalah yang tahu pasti siapa yang harus dimenangkan.

"Mostly, people always follow their heart for goodness... but sometimes, the mind is also have the same opportunity, and also for goodness... Just don't pushing too hard on them... Searching a bit deeply to find the right answer..."


~ Jejak Bintang ~

Monday, March 08, 2010

sepenggal rasa

sepenggal rasa yang tak kusuka
mendiami ruang hatiku
kuingin mengusirnya

hingga aku ribuan mil jauhnya
dari tempat dimana segala rasa
berkecamuk tak menentu

langit yang berbeda
udara yang berbeda
wajah-wajah asing datang
dan pergi silih berganti

aku menunggu waktu kepulanganku
dengan terus membiarkan tik-tok jam
perlahan tapi pasti
akan meluruhkan sepenggal rasa itu


... aku ingin tinggalkan sepenggal rasa itu di sini, tak ingin membawanya pulang ...



~ Jejak Bintang ~

Monday, March 01, 2010

Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah


Dan bila kau harus pergi
Jauh dan tak kembali
Ku akan merelakan mu bila kau bahagia
Selamanya disana walau tanpaku

Ku akan mengerti cinta dengan semua yang terjadi
Pastikan saja langkahmu tetap berarti
Bisakah aku tanpamu sanggupkah aku tanpamu oo.....

Sehangat pelukan hujan saat kau lambaikan tangan
Tenang wajahmu berbisik
Inilah waktu yang tepat tuk berpisah
Selembut belaian badai saat kau palingkan arah
Jejak langkahmu terbaca
Inilah waktu yang tepat tuk berpisah

Ku akan pahami cinta
Dengan apa yang terjadi
Pastikan saja mimpimu tetap berarti

(*)
Aku tak pernah mengharap kau tuk kembali
Saat kau temukan duniamu
Aku tak pernah menunggu kau tuk kembali
Saat bahagia mahkotamu bila kedamaian selimuti

Jangan kau kembali
...



Personal Note : Ini adalah salah satu lagu lama dari album Sheila On 7, yang dulu gue anggap liriknya terlalu mellow yellow dan 'ngga banget', so setiap lagi nyetel albumnya, biasanya lagu ini gue skip aja... Tapi entah kenapa, hari ini gue mendengarnya dengan perasaan yang berbeda... Mungkin, ada yang bilang "Ada perjumpaan, pasti ada perpisahan..." Tapi bagiku, tak pernah ada waktu yang (paling) tepat untuk berpisah dari orang yang disayangi, karena... there's no one can take away someone who live in your heart...