Thursday, December 29, 2011

no more escaping


Seorang teman mengingatkanku tempo hari, menurutnya aku cenderung menghindari masalah dengan jalan melarikan diri. Kabur-kaburan. Selalu ingin lari dari kenyataan dan tidak berkeinginan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah.

Dalam perenungan, aku pun menyadari, betapa tidak dewasanya aku, tak bijak rasanya untuk terus bersikap demikian. Lari dari masalah sama saja dengan lari dari tanggung jawab. Dalih apapun rasanya tidak cukup untuk mencari pembenaran. Dengan escaping, hati dan pikiran hanya akan mendapatkan ketenangan sesaat. Menipu diri sendiri. Langkah itu sesungguhnya sama sekali bukan solusi.

Escaping sama saja mengikuti kesedihan yang ada. Menuruti emosi yang negatif itu hanya akan menambah beban dan melebarkan masalah. Nanti ujung-ujungnya bisa menjadi frustasi. Duh, jangan deh. Not anymore.

Kini saatnya untuk bersikap ksatria. Hadapi kenyataan yang ada di depan mata. Cari dan telusuri akar permasalahannya, uraikan, lalu tuntaskan. Sekalipun berat, bukankah masih ada keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekeliling kita yang masih peduli dan mau membantu, dalam memberikan pandangan, dan bantuan lainnya...?


No more escaping. The faith is out there and we need to face it.


~ Jejak Bintang ~

Saturday, December 24, 2011

di museum


Di museum.

Relief-relief itu berbicara.

Dan sejarah bercerita.

Tentang hikayat cinta purba.

Sebelum manusia mengenal tulisan.

Hanya ada artefak.


~ Jejak Bintang ~

Monday, December 19, 2011

bolehkah bosan...?


ketika tik-tok jam terus melantun dalam irama monotone

ketika desah nafas selalu berhembus dan mengembun di udara yang sama

ketika mata terpenjara dalam satu sudut pandang

ketika jalan yang setiap hari dilalui tak suguhkan pemandangan berbeda

ketika ritme kehidupan terlalu datar tanpa hentakan

ketika... ketika... dan ketika semua yang ada di hadapan sudah waktunya menerima perubahan...


~ Jejak Bintang ~
*) monotone : an unchanging intonation/a single unvaried tone or sound

Monday, December 12, 2011

Love Quotations - Gibran


Cinta hanya mengajarkan kepadaku untuk melindungimu, bahkan dari diriku sendiri. Adalah cinta, yang bebas dari api yang menahanku dari mengikutimu pergi ke tempat yang jauh. Cinta membunuh hasratku sehingga engkau bisa hidup dan benar. Cinta yang terbatas mencari kepemilikan dari orang yang dicintai, namun cinta yang tak terbatas hanya mencari dirinya.”

( Kahlil Gibran, The Broken Wings )

--------------------------------------

Cinta memberi bermula dari rasa senang, dari kebutuhanmu, dari kesadaranmu yang terdalam. Cinta membutuhkan proses. Cinta mengikat kamu untuk segera memahami diri kamu juga memahami pasangan kamu. Semua proses itu demi penemuan diri. Ini berarti jika kamu mencintai seseorang, kamu harus mengukurnya melalui seberapa dalam kamu dapat menemukan diri kamu pada saat berhubungan dengannya. Bila tidak ada penambahan penemuan diri, atau bahkan sebaliknya, tinggalkan dia. Cinta yang tidak senantiasa membangkitkan adalah cinta yang mati.

~ Kahlil Gibran ~

--------------------------------------

Segala makhluk ciptaan ada dalam dirimu, dan segala sesuatu dalam dirimu ada di alam semesta. Kau berada dalam sentuhan tak terbatas dengan sesuatu yang terdekat, Dan apa yang lebih jauh tidak cukup untuk memisahkanmu dari hal yang jauh. Segala sesuatu, dari yang terendah hingga yang paling tinggi. Dari yang terkecil hingga yang terbesar, ada dalam dirimu sebagai hal yang setara.

~ Kahlil Gibran ~

Friday, December 09, 2011

untai mimpi


Untaian mimpi bertabur rahasia.

Wahai mimpi.
Mewujudlah.
Aku ingin menyelami rahasiamu.
Menelusuri kedalaman misterimu.



~ Jejak Bintang ~

Thursday, December 08, 2011

pada jeda waktu


Wahai waktu, berhentilah sebentar... Ku ingin berjeda diantara diam tanpa keinginan, mengistirahatkan pikiran barang sejenak, melembutkan hati...


~ Jejak Bintang ~

Thursday, December 01, 2011

tentang Pohon, Daun dan Angin


Oleh: Azallea Lesmana

"Jika kau menginginkan cinta dari seseorang, tunjukkan cintamu. Cinta tidak membutuhkan keraguan, tunjukkan saja...".

Pohon, Daun dan Angin adalah 3 orang yang berbeda…

POHON

Alasan mengapa orang-orang memanggilku "Pohon" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.

Aku telah berpacaran dengan sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA. Ada satu wanita yang sangat aku cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dsb. Dia sangat peduli dengan orang lain dan religius, tapi dia hanya wanita biasa saja. Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandiriannya, aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya.

Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku juga takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. Aku merasa dia adalah "sahabatku" dan aku akan memilikinya tiada batasnya dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia. Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini.

Dia tahu, aku mengejar gadis-gadis lain, dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun. Ketika aku mencium pacarku yang kedua, dan terlihat olehnya, dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan berkata "lanjutkan saja" dan setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak dan merah. Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, tetapi aku tertawa dengannya seharian.

Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di kelas untuk menangis. Dia tidak tahu bahwa aku kembali dari latihan sepakbola untuk mengambil sesuatu di kelas, dan aku melihatnya menangis selama sejam-an. Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih. Ketika aku putus dengan pacarku yang ke-5, aku mengajaknya pergi.

Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada sesuatu yang ingin dia katakan padaku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tahu pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik.

Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatinya aku, tapi hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat didadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa. Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya.

Ketika upacara kelulusan, aku membaca SMS di handphoneku. SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis. SMS itu berbunyi, "Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal...?".


DAUN

Selama SMA, aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa bahwa daun untuk meninggalkan Pohon yang selama ini ditinggali selama ini membutuhkan banyak kekuatan. Selama 3 tahun di SMA, aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "sahabat". Ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - yaitu... CEMBURU.

Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi. Aku menyukainya dan aku tau bahwa dia juga menyukaiku, but mengapa dia tidak mau mengatakannya...? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang memulainya dulu untuk melangkah...? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku selalu sakit. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sakit.

Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik diluar perlakuannya hanya untuk seorang teman...? Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tahu kesukaannya, kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mengatakannya, bukan...?

Di luar itu, aku mau tetap disampingnya, memberikannya perhatian, menemaninya, dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telephonenya setiap malam, mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tahu sesibuk apapun dia, dia pasti meluangkan waktunya untukku. Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat utnuk kulalui dan aku mau menyerah. Kadang aku berpikir untuk tetap menunggu. Luka, sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini.

Ketika diakhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku. Dia adalah adik kelasku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Dari penolakan-penolakan yang telah kutunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil dihatiku. Dia seperti Angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari Pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku. Aku tahu Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik. Akhirnya aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.

"Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk tinggal...?"


ANGIN

Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena dia sangat bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat. Angin akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kalinya, ketika 1 bulan setelah aku pindah sekolah. Aku melihat seorang memperhatikan kami bermain sepak bola. Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman-temannya memerhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti Daun yang suka melihat Pohon.

Suatu hari, dia tidak tampak, aku merasakan kehilangan. Seniorku (Pohon) juga tidak ada saat itu. Aku pergi ke kelas mereka, melihat seniorku sedang memperhatikan daun. Air mata mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi. Besoknya, aku melihat Daun di tempatnya yang biasa, memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Menulis catatan dan memberikan kepadanya. Dia sangat kaget. Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku. Besoknya, dia datang, menghampiriku dan memberiku catatan.

Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon. Aku melihat ke arahnya dengan kata-kata tersebut dan pelan dia mulai berkata padaku dan menerima kehadiranku dan teleponku. Aku tahu, orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukai aku. Selama 4 bulan, aku telah mengucapkan kata cinta tidak kurang dari 20 kali kepadanya. Setiap kali dia mengalihkan pembicaraan, tapi aku tidak menyerah, aku memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku.

Aku bertanya, "Apa yang kau lakukan...? Kenapa kau tidak pernah membalas...?", dia berkata, "Aku menengadahkan kepalaku". "Ah...?" Aku tidak percaya apa yang aku dengar. "Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak. Aku meletakkan telepon, berpakaian dan naik taxi ke tempat dia, dan dia membuka pintu, aku memeluknya kuat-kuat.

"Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal... ?"