Menakar waktu yang tak terukur,
seringkali batin memanggil lirih jeda waktu
yang disayangkan menjadi abu dalam hampa,
terpenggal emosi...
~ Jejak Bintang ~
Thursday, February 21, 2013
Sunday, February 17, 2013
Sesuatu yang tertunda...
Sesuatu yang tertunda, mungkin bukanlah hal yang buruk, tapi justru bisa jadi lebih bermakna. Seringkali manusia kehilangan kesabaran untuk sejenak berada dalam penantian, meskipun hal itu terdengar sangat manusiawi.
Seperti hilang dalam ketiadaan, memory silam tak jua pergi, terus berharap tanpa kepastian. Tak ingin dihantui seperti ini, namun selalu merindu. Seakan hidup takkan seperti ini tanpa hari itu. Sepi selalu dalam dekapan waktu.
Apakah jalan ini sudah benar...? Atau aku hanyalah tergesa-gesa...? Bagaimana memastikannya...? Kadang aku ingin berlari saja ke masa yang lalu, melangkah kembali dengan tawa riang yang hampir hilang. Perubahan yang drastis bagai berlari terpejam saja.
Namun waktu memang tak pernah berdusta. Ia tunjukkan betapa cepat perubahan, bahkan dari kerjapan mata. Terasa seperti ada yang terlewati, padahal tidak. Lalu, kapan masa lalu 'kan berhenti mengintai langkah...? Ataukah aku harus berlari mundur kearahnya...? Dan, mengapa...?
Catatan 2010
~ Jejak Bintang ~
Wednesday, February 13, 2013
Buuuzzzzzzzyyy.......!!
Ketika,
kesibukan menggerogoti waktu
Perhatian terpusat pada sesuatu
yang sungguh menegangkan urat syaraf
Tak ada yang penting,
semuanya menjadi bias,
tergilas pada apa yang menjadi pusat perhatian
Fana, semakin kita sadar,
hidup, cuma waktu yang diburu,
menggebu...
~ Jejak Bintang ~
kesibukan menggerogoti waktu
Perhatian terpusat pada sesuatu
yang sungguh menegangkan urat syaraf
Tak ada yang penting,
semuanya menjadi bias,
tergilas pada apa yang menjadi pusat perhatian
Fana, semakin kita sadar,
hidup, cuma waktu yang diburu,
menggebu...
~ Jejak Bintang ~
Wednesday, February 06, 2013
#Pengecut
Ceracau sumbang, tertelan waktu
Takkan lagi kubentangkan angan-angan
Mimpi-mimpi tandus,
Serta merta ladang hati yang terbakar
Kini kupaham mengapa hati kerap meragu
Pada perjalanan diatas kereta yang melaju perlahan
Kecepatanmu terlalu stabil
Kamu, masinis... Tubuh yang membelakangi jalan...
Mengapa kau taburkan benih mimpi
Tanpa memupuknya sepenuh jiwa...?
Dan aku terbuai mimpi tak bertuan
Terperangkap dalam pesona semu, engkau...
Di sini kuhentikan langkah,
Kamu menjauh bagai seorang pengecut
Tak lagi elegan sebagaimana citra yang sempat kau tebarkan...
Kamu, tetaplah masinis, takkan jadi nahkoda
Keretamu melaju tanpa bisa mengubah arah
Kapalku karam, di dasar lautan tak bernama
Terkubur bangkainya, yang tak ingin ditemukan
Namun aku tak mati,
Ragaku terangkat ke daratan,
Seorang nahkoda menemukanku sekarat,
Dan hendak membawaku berlayar mengarung
Walau kini aku limbung ditempa kesedihan mendalam
Aku tak hendak membenci kenangan kamu dan kereta
Samudera biru menawarkan arah pada segala penjuru,
tak seperti kereta terpaku pada rel
Nahkodaku tak takut dihantam badai,
Lengan kokohnya kan merengkuhku senantiasa
Kamu, tinggallah di kereta itu hingga senja
Takdir kita barangkali usai sudah
Takkan ada pertautan,
Perjumpakan rel kereta dengan samudera biru tak berbatas...
~ Jejak Bintang ~
Takkan lagi kubentangkan angan-angan
Mimpi-mimpi tandus,
Serta merta ladang hati yang terbakar
Kini kupaham mengapa hati kerap meragu
Pada perjalanan diatas kereta yang melaju perlahan
Kecepatanmu terlalu stabil
Kamu, masinis... Tubuh yang membelakangi jalan...
Mengapa kau taburkan benih mimpi
Tanpa memupuknya sepenuh jiwa...?
Dan aku terbuai mimpi tak bertuan
Terperangkap dalam pesona semu, engkau...
Di sini kuhentikan langkah,
Kamu menjauh bagai seorang pengecut
Tak lagi elegan sebagaimana citra yang sempat kau tebarkan...
Kamu, tetaplah masinis, takkan jadi nahkoda
Keretamu melaju tanpa bisa mengubah arah
Kapalku karam, di dasar lautan tak bernama
Terkubur bangkainya, yang tak ingin ditemukan
Namun aku tak mati,
Ragaku terangkat ke daratan,
Seorang nahkoda menemukanku sekarat,
Dan hendak membawaku berlayar mengarung
Walau kini aku limbung ditempa kesedihan mendalam
Aku tak hendak membenci kenangan kamu dan kereta
Samudera biru menawarkan arah pada segala penjuru,
tak seperti kereta terpaku pada rel
Nahkodaku tak takut dihantam badai,
Lengan kokohnya kan merengkuhku senantiasa
Kamu, tinggallah di kereta itu hingga senja
Takdir kita barangkali usai sudah
Takkan ada pertautan,
Perjumpakan rel kereta dengan samudera biru tak berbatas...
~ Jejak Bintang ~
Subscribe to:
Posts (Atom)



