Pernahkah kau ke sana, suatu tempat yang keindahannya membuat lidahmu kaku membisu...? Atau berada di samping seseorang, yang dalam diam pun, mengalirkan rasa nyaman bagai tenang air sungai tanpa riak-riak meresahkan...?
Pernahkah langkahmu terantuk bintang, tatkala engkau begitu yakin sepenuhnya menjejak bumi...? Lalu bagaimana ketika bukan dalam mimpi, peri cantik menghampiri takdirmu, menggenggam jemarimu, membawamu terbang ringan melayang mengarung lautan mimpi tiada bertepi...?
Di separuh takdir terkadang ada keajaiban-keajaiban kecil yang merangkai untai senyum penuh makna. Bolehkah mengutarakannya, atau lebih baik diam saja menikmati ruang mimpi ini bersama sang peri...? Sebab, bagaimana mereka 'kan percaya rahasia ini...? Maka biar saja peri kecil menjadi sahabat rahasia yang kita simpan di ruang hati.
Ketika dunia terasa bagai panggung megah sandiwara dalam satu skenario besar yang mengatur hidup kita, masih ada malam-malam bertabur kerlip bintang, rembulan perak, dan peri cantik penghias senyum kita, diantara mimpi-mimpi bisu yang 'kan mewujud nyata di ruang rahasia kita.
Wanita adalah pemimpi yang dianugerahkanNya sepasang sayap tak kasat mata 'tuk jelajahi negeri mimpi nan elok, bersisian dengan megah bumiNya.
~ Jejak Bintang ~
Tuesday, November 19, 2013
Wednesday, November 13, 2013
pada Sunyi...
pada Sunyi, ku ingin bercerita...
...tentang ringan ilalang yang kerap terbawa angin, entah kemana
...tentang rembulan yang kerap berganti rupa
...tentang tabur bintang yang tak pernah usai kuhitung
...tentang langit kelam yang tak terbaca
...tentang mimpi-mimpi yang bergulir
...tentang kenyataan yang serupa dongeng-dongeng dari negeri yang jauh
...tentang keinginan-keinginan yang tak habis bermunculan dari angan-angan yang panjangnya tak seberapa dibandingkan tangan waktu
...tentang kegundahan hati yang menyerupa jala laba-laba
...tentang hal-hal dalam hidup, yang tak kumengerti
...tentang pemahaman bahwa ternyata memang ada hal-hal dalam hidup yang tak terangkum dalam kata-kata
...tentang penjelajahan jiwa dalam pengembaraan
...tentang semua yang tak dipahami khalayak ramai
...tentang denting yang terredam dalam bingar
...tentang rahasia-rahasia
...tentang dia yang hanya DIA memahami makna hadirnya di hidupku
...tentang pemahaman-pemahaman
...tentang CINTA dan CITA
duhai Sunyi, rangkumlah semuanya dalam diammu yang tak berjeda, dalam dunia tak mengenal aksara, dalam ruang-ruang yang tak mewujud di rahim bumi, di dasar palung laut tak terjelajahi insan...
~ Jejak Bintang ~
...tentang ringan ilalang yang kerap terbawa angin, entah kemana
...tentang rembulan yang kerap berganti rupa
...tentang tabur bintang yang tak pernah usai kuhitung
...tentang langit kelam yang tak terbaca
...tentang mimpi-mimpi yang bergulir
...tentang kenyataan yang serupa dongeng-dongeng dari negeri yang jauh
...tentang keinginan-keinginan yang tak habis bermunculan dari angan-angan yang panjangnya tak seberapa dibandingkan tangan waktu
...tentang kegundahan hati yang menyerupa jala laba-laba
...tentang hal-hal dalam hidup, yang tak kumengerti
...tentang pemahaman bahwa ternyata memang ada hal-hal dalam hidup yang tak terangkum dalam kata-kata
...tentang penjelajahan jiwa dalam pengembaraan
...tentang semua yang tak dipahami khalayak ramai
...tentang denting yang terredam dalam bingar
...tentang rahasia-rahasia
...tentang dia yang hanya DIA memahami makna hadirnya di hidupku
...tentang pemahaman-pemahaman
...tentang CINTA dan CITA
duhai Sunyi, rangkumlah semuanya dalam diammu yang tak berjeda, dalam dunia tak mengenal aksara, dalam ruang-ruang yang tak mewujud di rahim bumi, di dasar palung laut tak terjelajahi insan...
~ Jejak Bintang ~
Sunday, November 10, 2013
describe: ME
"Kamu adalah orang paling menyenangkan yang pernah aku kenal..."
Isn't it sound so sweet...?
Bagaimana orang-orang di sekelilingku, menilaiku...? Tentunya ada begitu banyak sudut pandang. Terkadang, kita berpikir, semua itu tergantung dari bagaimana mereka menilai diri kita. Namun, setelah kurenungkan kembali, semua lebih kepada bagaimana kita menampilkan diri terhadap mereka.
Well, ternyata memang, kita cenderung bersikap "berbeda" pada orang-orang yang berbeda, di lingkungan yang berbeda. Misalnya, pada si A, kita cenderung hangat dan ramah, namun pada si B, kita bisa begitu cuek dan tidak peduli. Maka penilaian si A terhadap kita, tentunya sangat berbeda dengan penilaian si B terhadap kita, bukan begitu...?
"Kamu seperti labirin terrumit yang menyesatkan, dimana hampir membuat putus asa siapapun yang terlanjur tersesat di dalamnya, karena berpikir memang tidak diciptakan selapis celahpun sebagai jalan keluarnya..."
"Kamu orangnya paradoks, impulsif, terlalu spontan..."
"Kamu sangat plin-plan, begitu sulitnya ketika dihadapkan pada situasi dimana kamu mesti cepat atau segera mengambil keputusan...?"
"Kamu cerdas, terkadang isi kepalamu di luar keumuman, kata-katamu di luar prediksi atau sangkaan orang..."
"Kamu bagai buku terbuka yang begitu mudah terbaca olehku..."
"Kamu cukup egois, dan keras kepala dalam upaya mendapatkan apa yang kamu inginkan, gigih..."
"Kamu membingungkan dan sulit ditebak, kadang terlalu cepat berubah pendirian..."
"Kamu belum cukup matang dari segi pemikiran..."
"Kamu kadang begitu menyebalkan, ya..."
And so on, and so on... Terlalu banyak bila dijabarkan semua. Namun semuanya menjadi personal summary, bahan instrospeksi diri. Bagaimana kelak aku mematangkan karakterku. Tentunya mengerucutkan perspektif negatif dan memekarkan yang positif untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Bagaimana orang menilai, ternyata hanyalah dari bagaimana cara kita memperlakukan mereka. Penilaian orang hanyalah cermin yang memantul lurus ke wajah kita.
Tak ada yang begitu penting untuk dirisaukan mengenai penilaian orang lain. Catatan tajamnya adalah bagaimana kita belajar untuk mulai memperbaiki perilaku, sikap dan tutur kata. Kitalah pemegang kendali terbesar dalam "membentuk" perspektif orang lain terhadap diri kita.
Kesimpulannya, bagaimana aku ingin dinilai...? Kembali pada kalimat pertama tulisan ini... :)
~ Jejak Bintang ~
Labels:
Character,
contemplation,
DIARY,
Point of View
Subscribe to:
Posts (Atom)


