...di kelamnya malam, sekali lagi pikiranku menerawang jauh... melintasi kabut putih, pemisah takdirmu dan takdirku...
Mungkin saja, di suatu tempat, kau sedang meratapi suatu penyesalan telah percaya aku... di sisi lain, aku pun tak pernah berhenti meratapi kebodohanku... telah percaya pada orang yang ternyata menginginkan keretakan persahabatan kita, dan telah berhasil lewat cara yang teramat sempurna...
Awan hitam berarak pergi,
hendak menyatu dengan langit kelam,
diantara sahutan guntur dan garis-garis samar kilat..
Malam gelap yang panjang 'kan sejenak tidurkan
hatimu, mata, dan akal sehatmu,
yang begitu mudah terbuai 'dusta'..
Tapi saat mentari pagi muncul dari ufuk timur,
sinarnya 'kan bangunkan kedua matamu
yang terkatup,
dan cahaya hangatnya 'kan cairkan
kebekuan hatimu..
Aku percaya, kelak kau 'kan tahu
siapa yang teraniaya,
siapa yang menghendaki kehancuran..
November 11th, 2004
Jejak Bintang
No comments:
Post a Comment