
Dalam redup cahaya lampu kamar ini, aku merasa sendirian. Pemandangan dihadapanku serba remang-remang, mendekati gelap. Semakin lama ku terdiam dan merenung, semakin kurasa hampa hatiku. Seperti kekosongan jiwa yang menyedihkan, rasa sepi yang tak tertolong. Tangis ku pun tumpah, malam itu. Tak tertahankan, menangisi sesuatu yang ku tak tahu apa, dan mengapa aku menangisinya.
Lalu kudekati wajah tidurmu, malaikat kecilku. Senyuman dalam tidurmu memancarkan kehangatan yang meluluhkan kebekuan hatiku. Kaulah hidupku, segalanya bagiku. Serta merta pikiranku tercerahkan setelah membelai lembut wajahmu dalam tidur yang lelap. Karena kutahu, aku memilikimu, memiliki kasih sayangmu yang murni, dan tak bersyarat, untukku, putri kecilku.
~ Jejak Bintang ~
No comments:
Post a Comment