
disaat galau menyapa,
dalam keheningan
yang menusuk-nusuk dinding hati...
terenyuh, ingin menafikkan
segala episode kilas balik kehidupan
yang memaksa mata hati ini enggan terpejam,
malam itu...
bukan manusia
yang mengukir takdirnya pada batu-batu cadas,
atau melukisnya
pada hamparan kanvas-kanvas putih tak berukuran...
kekuatan dan kelemahan
tak pernah mampu berpadu
dalam meniti lika-liku
dan pasang-surutnya kehidupan...
di titik lemah itu,
aku tersungkur...
kuhitung anak tangga demi anak tangga,
sudah enam anak tangga kutapaki,
diiringi doa-doa penuh harap dalam waktu
yang berjalan perlahan mengukir masa depan...
...dan aku terhenti...
anak tangga ketujuh,
masihkah untaian kasih mampu memahatnya dengan indah,
untuk kemudian kita tapaki
dengan doa-doa yang sama seperti kemarin,
ataukah,
langkah kaki kita akan terhenti disana,
untuk satu alasan...?
~ Jejak Bintang ~
menguraikan serpihan-serpihan mutiara retak
No comments:
Post a Comment