
SATU MIMPIKU telah menjadi NYATA. Di AMBANG PENCAPAIAN, diantara mimpi-mimpi yang paling diinginkan untuk TERWUJUD. Ternyata benar adanya ketika “segala sesuatu indah pada waktunya”. Dan kini terlepaslah RANTAI yang membelenggu jiwaku sekian lama...
Aku bukanlah orang yang pandai bermain dalam kata-kata, bukan pula orang yang suka berekspresi dengan sebebas-bebasnya. Aku hanyalah aku, apa adanya...
Jika dikategorikan kedalam orang yang teguh pendirian, aku juga sangsi. Aku terkadang juga dapat dengan mudah terpengaruh oleh suara-suara yang berbisik di sekelilingku, yang seringkali tak terbendung oleh pertahanan diriku. Terlebih, aku bisa sangat lemah pada suara-suara yang berbisik ditelingaku dengan penuh KELEMBUTAN...
Pernah seorang teman menyentilku dengan berkata, “Kamu terlalu banyak menghabiskan waktumu dengan melihat ke belakang, banyak hal dari saat ini yang kau lewatkan begitu saja, tahu-tahu masa depan sudah ada dihadapanmu, dan kamu kebingungan menghadapinya...”. Am I a Flashback Woman...? I can’t say it for sure, also. Menurut pendapatku pribadi, dengan seringnya aku melihat ke belakang, kelak tak ada lagi hal-hal di depan sana yang akan mengagetkanku, namun ternyata aku salah, dan begitu banyak aku tertegun ketika menyadari banyaknya waktu-waktu yang “hilang”... Pikiranku seketika kosong, semua ingatan-ingatanku yang terdahulu tiba-tiba saja menguap begitu saja, atau... mungkinkah seseorang telah mencurinya tanpa kusadari...?
Sure NOT...!! What for...?! and When did it happen...??
Saat ini, aku seperti sedang berdiri di puncak gunung tertinggi di dunia, yang selangkah lagi menapaki kesempurnaan hidupku yang sejati. There’s no one else around, only Me, Myself and I (Beyonce Knowles banget dech). Dan diluar tujuanku itu, terasa seperti segala pencapaian-pencapaianku dalam perjalan hidup terdahulu dan semua yang pernah kumiliki menjadi kurang penting, bahkan mungkin sudah tak lagi penting...
Dan segala yang sebelumnya begitu berarti bagiku, sudah tersapu bersih dari ingatanku... Sejalan dengan penantianku akan suatu pencapaian tertinggi yang akan menjadikan hidupku sangat sempurna...
Ketika “sesuatu” itu datang menghampiriku, serta merta akan kulepaskan “malaikat pelindungku” yang selama ini selalu setia membuaiku dalam mimpi-mimpi semu nan indah dan selalu kebingungan setiap kali berhadapan dengan kenyataan hidup di seberang mimpi... Aku sadar sepenuhnya bahwa terkadang langkahku tidak selalu berpijak dia atas jalan kebenaran, namun aku juga tidak mampu mengendalikannya sekehendak hatiku... Dan pernah, SEKALI dalam satu titik terberat hidupku, aku kehabisan kata-kata sebagai PEMBENARAN atas KHILAF langkahku...
Dan kurasakan, KEHIDUPAN ini sendiri sepertinya sedang bermain “PETAK UMPET” denganku...
~ Jejak Bintang ~
No comments:
Post a Comment