Tuesday, April 20, 2010

Contemplation : Hitam


Oh.. ceritakanlah padaku
apa yang mengeruhkan hati dan jiwaku
Tolonglah.. kau tuntunkan aku lagi

agar ragaku menyatu bersama isi jiwaku

Penuntun jiwaku.. luruskanlah hatiku
Seandainya aku tahu
apa yang akan terjadi nanti..


(Hitam by PADI)


Jiwa dan raga.. adalah dua hal yang menyatu, seharusnya.. di dalam diri manusia yang masih bernafas dan memiliki kehidupan.. Namun seringkali manusia merasa kehilangan jiwanya, ketika ia merasakan kekosongan yang teramat sangat di dalam dirinya, dikarenakan berbagai macam alasan, yang umumnya bersifat personal.. bukankah manusia selalu ingin meraih dan menggenggam segala apa yang diinginkannya dalam hidup yang dijalani..?

Kemudian.. hati dan jiwa menjadi keruh karena timbulnya kenginan-keinginan yang sulit untuk diraih.. atau diwujudkan.. bagai mimpi-mimpi semu yang dipahat dengan sempurna.. namun hampa.. Raga pun tak sanggup menanggung beban derita yang disebabkan oleh keinginan hati yang membelenggu jiwa.. kemudian manusia merasakan seolah jiwanya terlepas begitu saja dari raga, terbang.. mencoba mencari-cari tempat yang lebih nyaman dari sang raga yang terbelenggu keinginan-keinginan yang terlalu tinggi untuk digapai..

Manusia pun mencari sesuatu untuk dijadikan pegangan, sebut saja itu sebagai penuntun jiwa.. yang diharapkan mampu menebarkan pengaruhnya untuk meluruskan hati..

Manusia itu masih belum puas juga, dan berharap mata fana-nya memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang akan terjadi nanti.. dalam perjalanan hidupnya.. Sungguh manusia begitu serakah atas dirinya sendiri..

Tidakkah cukup segala apa yang telah dimilikinya saat ini..? Padahal hidupnya juga sudah cukup menyenangkan, dengan segala anugerahNya yang menghiasi kisah-kisah hidupnya.. bahkan ia dikelilingi oleh cinta kasih yang tak terhingga, dari orang-orang yang telah dituliskanNya untuk hadir di dalam takdirnya..

H.I.T.A.M. mungkin HITAM adalah warna hati dan jiwa manusia saat diliputi berbagai pertanyaan tentang hidup, ataukah refleksi atas rasa takabur dan kufur nikmat..? Entahlah.. yang pasti, jika HITAM itu hanyalah perwujudan kabut semata, maka kabut akan menghilang dengan sendirinya.. jika manusia mulai memaknai hidup dari sudut pandang yang berbeda..


~ Jejak Bintang ~
*) My Contemplation

No comments: