
Awalnya, waktu pertama kali liat trailer film ini di salah satu bioskop, aku tertarik dengan special effect yang ditunjukkannya saja. Well, aku memang salah satu penggila film-film dengan special effect yang 'hidup'.
Akhirnya, tanggal 17 April 2010, aku menonton film ini juga, tak kulewatkan versi 3D-nya, karena berharap mendapatkan pengalaman yang hebat dalam menyaksikan special effect-nya.
Ternyata, pemeran utamanya adalah aktor yang sama yang memerankan Jake Sully dalam film 'AVATAR', yaitu Sam Worthington. Kali ini dia berperan sebagai Perseus, yaitu seorang demigod ("demigod", meaning "half god", is used to describe mythological figures whose one parent was a god and whose other parent was human - wikipedia), yang dilahirkan ke dunia karena terjadinya konflik antara manusia dengan dewa, Perseus sendiri merupakan keturunan dari Zeus. Perseus dibesarkan oleh keluarga nelayan yang mencintai dirinya seperti anak mereka sendiri. Sampai karena suatu peristiwa, keluarganya binasa di tangan Hades, saudara Zeus. Perseus sangat dendam dan berniat untuk membalaskan dendam kematian keluarganya tersebut. Ia tahu persis yang dilawannya adalah Hades, sang dewa kematian yang menguasai alam roh.
Dalam perjalanan untuk membalaskan dendam tersebut, Perseus bertemu dengan prajurit-prajurit tangguh, hingga bahkan bersekutu dengan Jin untuk melawan Hades. Sebuah perjalanan petualangan yang menarik untuk diikuti. Pertempuran seru antara manusia yang melawan dan menyatakan perang dengan para dewa.
Hal yang menarik bagiku mengenai film ini selain special effect-nya, adalah tema Mitologi Yunani yang melatarbelakanginya, karena aku menyukai kisah-kisah mitologi tersebut, sangat. Sebelumnya, ada film 'PERCY JACKSON & THE OLYMPIANS: THE LIGHTNING THIEF' yang juga mengangkat tema yang kurleb sama, namun bagiku Clash of the Titan jauh lebih menarik karena penggambaran tentang Olympus beserta para dewa-dewi yang menghuninya tampak lebih nyata. Bagian pertempuran paling seru adalah ketika Perseus dan para sekutunya menghadapi Medusa, Sang Dewi Ular.
Well, film ini cukup recomended buat yang menyukai Mitologi Yunani plus special effect yang canggih. Tapi, mungkin ngga ada perbedaan yang terlalu signifikan apabila disaksikan dengan versi non-3D-nya, karena pengambilan gambarnya sendiri menurutku sudah bagus sekalipun disaksikan dalam versi non-3D. Jujur, untuk disaksikan dalam versi 3D, tidak sekeren dan sehidup AVATAR, siiihhh... It's your choice ;>
No comments:
Post a Comment