Pernahkah kau ke sana, suatu tempat yang keindahannya membuat lidahmu kaku membisu...? Atau berada di samping seseorang, yang dalam diam pun, mengalirkan rasa nyaman bagai tenang air sungai tanpa riak-riak meresahkan...?
Pernahkah langkahmu terantuk bintang, tatkala engkau begitu yakin sepenuhnya menjejak bumi...? Lalu bagaimana ketika bukan dalam mimpi, peri cantik menghampiri takdirmu, menggenggam jemarimu, membawamu terbang ringan melayang mengarung lautan mimpi tiada bertepi...?
Di separuh takdir terkadang ada keajaiban-keajaiban kecil yang merangkai untai senyum penuh makna. Bolehkah mengutarakannya, atau lebih baik diam saja menikmati ruang mimpi ini bersama sang peri...? Sebab, bagaimana mereka 'kan percaya rahasia ini...? Maka biar saja peri kecil menjadi sahabat rahasia yang kita simpan di ruang hati.
Ketika dunia terasa bagai panggung megah sandiwara dalam satu skenario besar yang mengatur hidup kita, masih ada malam-malam bertabur kerlip bintang, rembulan perak, dan peri cantik penghias senyum kita, diantara mimpi-mimpi bisu yang 'kan mewujud nyata di ruang rahasia kita.
Wanita adalah pemimpi yang dianugerahkanNya sepasang sayap tak kasat mata 'tuk jelajahi negeri mimpi nan elok, bersisian dengan megah bumiNya.
~ Jejak Bintang ~

No comments:
Post a Comment