Sunday, November 10, 2013
describe: ME
"Kamu adalah orang paling menyenangkan yang pernah aku kenal..."
Isn't it sound so sweet...?
Bagaimana orang-orang di sekelilingku, menilaiku...? Tentunya ada begitu banyak sudut pandang. Terkadang, kita berpikir, semua itu tergantung dari bagaimana mereka menilai diri kita. Namun, setelah kurenungkan kembali, semua lebih kepada bagaimana kita menampilkan diri terhadap mereka.
Well, ternyata memang, kita cenderung bersikap "berbeda" pada orang-orang yang berbeda, di lingkungan yang berbeda. Misalnya, pada si A, kita cenderung hangat dan ramah, namun pada si B, kita bisa begitu cuek dan tidak peduli. Maka penilaian si A terhadap kita, tentunya sangat berbeda dengan penilaian si B terhadap kita, bukan begitu...?
"Kamu seperti labirin terrumit yang menyesatkan, dimana hampir membuat putus asa siapapun yang terlanjur tersesat di dalamnya, karena berpikir memang tidak diciptakan selapis celahpun sebagai jalan keluarnya..."
"Kamu orangnya paradoks, impulsif, terlalu spontan..."
"Kamu sangat plin-plan, begitu sulitnya ketika dihadapkan pada situasi dimana kamu mesti cepat atau segera mengambil keputusan...?"
"Kamu cerdas, terkadang isi kepalamu di luar keumuman, kata-katamu di luar prediksi atau sangkaan orang..."
"Kamu bagai buku terbuka yang begitu mudah terbaca olehku..."
"Kamu cukup egois, dan keras kepala dalam upaya mendapatkan apa yang kamu inginkan, gigih..."
"Kamu membingungkan dan sulit ditebak, kadang terlalu cepat berubah pendirian..."
"Kamu belum cukup matang dari segi pemikiran..."
"Kamu kadang begitu menyebalkan, ya..."
And so on, and so on... Terlalu banyak bila dijabarkan semua. Namun semuanya menjadi personal summary, bahan instrospeksi diri. Bagaimana kelak aku mematangkan karakterku. Tentunya mengerucutkan perspektif negatif dan memekarkan yang positif untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Bagaimana orang menilai, ternyata hanyalah dari bagaimana cara kita memperlakukan mereka. Penilaian orang hanyalah cermin yang memantul lurus ke wajah kita.
Tak ada yang begitu penting untuk dirisaukan mengenai penilaian orang lain. Catatan tajamnya adalah bagaimana kita belajar untuk mulai memperbaiki perilaku, sikap dan tutur kata. Kitalah pemegang kendali terbesar dalam "membentuk" perspektif orang lain terhadap diri kita.
Kesimpulannya, bagaimana aku ingin dinilai...? Kembali pada kalimat pertama tulisan ini... :)
~ Jejak Bintang ~
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment