Sunday, April 28, 2013
Kisah Secure Parking SMS
Tersebutlah sebuah Mall di kawasan Gading Serpong, Tangerang, yaitu Summarecon Mall Serpong (SMS). Mall besar yang merupakan alternatif menarik di Tangerang, setelah Lippo Karawaci.
Namun kali ini aku tak hendak menceritakan tentang mall ini secara keseluruhan. Anda mungkin bisa googling sendiri aja, atau bertanya pada kerabat mengenai mall ini, hehehe... :D
Beberapa kali, aku "kecolongan" duit Rp. 500,- (lima ratus rupiah) di secure parking mall ini. Bukan masalah nilainya yang tak seberapa ya, tapi sudah beberapa kali kejadian seperti ini berulang. Petugas selalu beralasan "Maaf, tidak ada duit lima ratus, Mbak...", yang intinya dengan "terpaksa" kita harus merelakan duit itu, mengingat antrian keluar secure parking yang relatif ramai.
Tentu saja aku bukanlah satu-satunya pengunjung yang mengalami hal itu. Ternyata banyak sekali pengunjung SMS memiliki cerita yang sama denganku (berdasarkan survey terhadap orang-orang yang aku kenal, tentunya). Dapat dibayangkan, Rp. 500,- dikalikan ratusan pengunjung setiap harinya...?! Secure parking itu tentunya bisa kaya raya dari koin lima ratus rupiah yang kita kumpulkan tidak atas dasar "keinginan hati" atau ikhlas, bukan...? Ruuuaaaarrrr biasoooo...!!
Suatu malam, aku dan Mama keluar dari secure parking SMS, dan uang yang kusiapkan ternyata kurang Rp. 500,-. Kebetulan aku agak mengalami kesulitan menemukan Rp. 500,- di sakuku. Kata petugas, "Ngga apa-apa Mbak, saya tungguin...". Oooowwwhhh, ternyata segitu ngga relanya dia kekurangan Rp. 500,-, ya...? Kubilang padanya, "Oya, Mas, aku sering banget loh, kalo keluar secure parking SMS, kembalian lima ratusnya ngga ada, terpaksa aku ninggalin Rp. 500,- beberapa kali. Gimana kalau itu dijadikan depositku aja...? Ada catatan setiap kali kembalian Rp. 500,- ngga aku terima...?". Petugas cuma nyengir kuda. Ngga bisa menjawab saya. Antrian di belakang pun mulai ramai mengklakson. Aku tegaskan lagi, "Gimana, Mas, bisa laporkan ke Managernya sekarang, usulanku...?".
Dengan ekspresi kebingungan, petugas menjadi salah tingkah sendiri. Namun tetap tidak mau merelakan uang Rp. 500,- dariku. Dan karena antrian di belakang kami sudah mengklakson tiada henti, Mama pun mengeluarkan Rp. 500,- dan memberikan pada petugas. Aku merasa Mama rese sekali. Tidak mendukung sikap kritisku. Aku pun kesal dan cuma bisa bilang ke petugas, "Kasian ya, besok aku merasa perlu menggalang koin untuk secure parking SMS". Dan petugas pura-pura tidak mendengar. Mama menepuk-nepuk pundakku, menenangkan. Mama bilang, "Udah, biarin aja, itu kan dosa dia...". Whaaaatttt....???!!! Mama oh Mama... X_X
~ Jejak Bintang ~
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment