Wednesday, August 01, 2012

Ramadhan, hikmah (1)

Ramadhan. Selalu ada aura yang berbeda dalam keseharian di bulan penuh rahmat ini. Pokoknya, rasanya lebih adem aja. Seperti sore ini, misalnya. Aku sedang duduk manis di sebuah halte dekat kantor. Menunggu bis, seperti biasanya.

Sejenak perhatianku menyapu sekeliling. Aku seperti tengah merasakan aliran kekuatan yang luar biasa dari orang-orang yang lalu-lalang. Ada Si Emak Preman yang berjualan alakadarnya, sekedar menutupi “profesi” sesungguhnya sebagai timer di situ; ada tukang ojek yang mangkal berjam-jam, penumpangnya cukup jarang; ada supir dan kernet bis yang silih berganti mencari penumpang; ada sekelompok anak jalanan, pengemis, pengamen, dan lain sebagainya.

Pikiranku pun menerawang pada para pejabat yang korupsi, berlomba-lomba meraih suatu kedudukan dan jabatan. Ah, betapa kontrasnya pemandangan yang biasa kusaksikan berulang setiap harinya. Namun kusadari, pada dasarnya semua ini adalah gerak hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan.

Ya. Bukankah tujuan akhir dari eksistensi manusia di dunia adalah untuk memperoleh kebahagiaan...? Namun dari masa ke masa, manusia cenderung mementingkan diri sendiri, atau mau menang sendiri dalam mencapai tujuan itu. Padahal sepengetahuanku, orang-orang dengan karakteristik mementingkan diri sendiri, merasa diri eksklusif sehingga menjaga jarak dalam pergaulan, dihantui rasa cemas, iri hati dan membenci orang lain justru adalah orang yang tidak bahagia. Katanya, orang yang bahagia itu ciri-cirinya antara lain cenderung lebih mudah bergaul, ramah, penyayang, pemaaf, murah senyum, senang menolong sesama dan tidak sombong.


...to be contineu
~ Jejak Bintang ~

No comments: