Monday, October 24, 2011

rindu, tak berbatas


Di ruang sholat. Usai kutunaikan zuhur. Kurebahkan tubuh di atas sajadah yang membentang. Tatapku menyapu langit-langit ruang yang terbatas, membatasi pandangan. Tiba-tiba kenangan berkelebat menyapu ingatan. Belasan tahun silam. Di masjid. Rumah Allah yang dulu sering kusambangi. Hampir lima kali sehari setiap Ramadhan datang. Ada Pesantren Kilat yang semakin hari semakin membuatku betah berdiam di masjid.

Langit-langit ruang yang terbatas ini mengantarkanku pada ingatan akan langit-langit masjid yang luas dan tinggi menjulang. Dulu aku senang berlama-lama memandangnya, setiap kali usai menunaikan sholat. Membuatku mengagumi kebesaran-Nya. Rumah-Nya ada di mana-mana. Di setiap belahan bumi yang kupijak. Dia sungguh tak terbatas. Dia Yang Maha Luas. Maha luas atas segalanya. Termasuk pengampunannya.

Aku termenung dalam ingatan yang menjalar-jalar. Teringat pantai dan gunung. Sekalipun tak banyak pantai dan gunung yang sudah kujejaki, namun membekas dalam ingatan kanak-kanak dan masa remajaku. Bahagianya setiap kali berada di dua tempat itu, menikmati pemandangan alam yang tak berbatas. Laut, pegunungan, di bawah naungan langit yang tak memiliki tepian. Ah, aku rindu sekali. Rindu yang tak berbatas, pada ketidakterbatasan-Nya. Aku rindu mengagumi kebesaran-Mu di tempat-tempat itu, Ya Rabb...

Lihatlah... Betapa terbatasnya aku... Hanya mampu membiarkan pikiran ini berkelana menyentuh dan menapaki dalam angan, tempat-tempat dari masa laluku. Tak terjelajahi.


~ Jejak Bintang ~
Sungguh, aku rindu... Rindu sekali, dan sangat rindu, pada-Mu, Ya Rabb...

No comments: