Friday, October 28, 2011

- just my thought -


Jika kamu bertanya mengenai apa yang aku butuhkan, apa yang kucari dalam hidup ini... sejujurnya aku belum memiliki pemahaman yang mendalam mengenai perencanaan masa depan yang terkonsep dengan sempurna.

Aku terlahir ke dunia ini untuk suatu alasan. Dalam takdirku telah tertulis indah ketetapan-Nya. Tentu saja seiring berlalunya waktu, aku memiliki keinginan-keinginan dalam hidup. Gulir waktu pulalah yang akhirnya memberi jawab atas keinginan-keinginan itu, dimana sebagian memang ada yang terwujud, dan sebagian luruh.

Peristiwa demi peristiwa silih berganti, dan seringkali di luar prediksi. Aku pun sampai pada suatu pemahaman, bahwa hidup ini penuh dengan kejutan-kejutan. Peramal dan ahli nujum paling sakti sekalipun, nyatanya memiliki pandangan yang terbatas pada apa yang akan terjadi di masa depan, sekalipun dibelakang mereka bernaung bangsa jin dengan segala kemampuan ghaibnya untuk memberi bocoran dari Kerajaan ‘Arasy. Sesungguhnya Allah telah menunjukkan, ketika Ia berkehendak, tak ada satu kekuatan pun mampu untuk mencegahnya.

Jika kita mau flashback menelusuri rekam jejak perjalanan hidup kita, berapa banyak peristiwa yang terjadi sesuai dengan rencana kita...? Orang-orang yang datang dan pergi dalam hidup kita, siapa saja yang awalnya kawan menjadi lawan atau sebaliknya; jatuh-bangunnya karir kita, apakah kita benar-benar menjalankan profesi sesuai rencana, atau terdampar pada profesi yang jauh dari yang pernah kita bayangkan dan inginkan, namun justru disanalah kita meraih sukses; wilayah-wilayah yang telah kita jelajahi serta tempat-tempat dimana kita hijrah dan kemudian menetap hingga akhir hayat; serta ketika menemukan jodoh, dimana sebelumnya kita sudah menentukan kriteria-kriteria tertentu yang kita inginkan, namun Allah berkehendak lain, Dia takdirkan bagi kita jodoh yang jauh dari kriteria-kriteria yang sudah kita tentukan.

Ini menunjukkan bahwa rencana-rencana manusia itu sejatinya penuh dengan keterbatasan untuk diwujudkan. Apa yang baik bagi kita, belum tentu baik di mata Allah. Allah lebih memahami apa yang kita butuhkan. Sebagai khalifah di muka bumi, sebaiknya kita berhenti men-sugesti diri dengan segala prediksi-prediksi yang menyesatkan berkaitan dengan masa depan kita, melebihi apa yang sesungguhnya kita ketahui. Kita bahkan tak pernah tahu pada usia berapa kita akan kembali kepada-Nya.

Janganlah kita membatasi pikiran dengan hal-hal yang belum pasti. Merencanakan hidup memang sesuatu yang baik, agar hidup kita ke depan senantiasa lebih terarah dan memiliki tujuan. Namun jangan sampai kita dikendalikan oleh target-target diluar batas kemampuan kita. Jalani saja hidup ini seperti air mengalir menuju satu muara, yaitu menuju ridha-Nya. Seiring laju waktu dan pasang surut yang kita alami, Insya Allah akan menuntun kita menemukan kearifan, dan menjadi lebih bijaksana dalam mengarungi bahtera kehidupan. Sebab manusia boleh berencana, Allah yang menentukan.

------------

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.." (Q.S. Ar-Ra'd: 2)



~ Jejak Bintang ~

No comments: