
my childhood was the time when I was innocent
when the world seemed to be fair
when my universe was around my toys
my childhood was the time when I lived in dreams
when everyone was selfless
when everyone appeared to be a friend
my childhood was the time when my life was full of colours
when sorrows never knocked my door
when smile was gift presented to everyone
my childhood was the time when love was pure
when there were no obligations
when tenderness prevailed
my childhood was the time which is long gone
tears flow from my eyes when i go back in my childhood
my childhood will never come back but
the child in me will never go
(My Childhood; taken from poemhunter.com)
Aku rindu pada gelak tawaku sendiri, di masa kanak-kanak.. kini tawa lepas tak lagi menemaniku seperti dulu, sebab sudah banyak tawa berubah dalam keseriusan, menjelma dalam wujud persoalan-persoalan hidup yang selalu datang dan pergi.. seiring aku semakin beranjak dewasa.. dewasa dalam arti bertambahnya usiaku, dan dewasa dalam pemikiran dan sikapku..
Terkadang aku merindukan masa-masa yang telah terlewati, untuk satu alasan, atau bisa saja tanpa alasan apapun.. hanya RINDU saja..
Namun rindu itu selalu hanya sebatas angan, yang mustahil ‘tuk jadi nyata.. Ya, siapa juga yang mau mengulang sejarah, dalam skenario yang sama...? Tentu saja aku tak mau.. biarkan RASA RINDU itu menjelma sejenak di sanubari, biarkan hati berkecamuk, dan pikiran menjalankan rekaman-rekaman kisah lama yang ‘tlah berlalu..
Setelahnya, aku hanya akan menyunggingkan senyuman, untuk kunikmati sendiri, sebab hanya aku yang dapat memaknainya..
“Hidup selalu ke depan, pagi selalu dengan matahari...”, kata seorang pujangga.. dan aku setuju..
~ Jejak Bintang ~
No comments:
Post a Comment