Thursday, April 28, 2011

hilangnya keSABARan


Perjalanan pulang kantor kemarin menyadarkanku akan satu hal. Ya, bahwa aku telah lama meninggalkan SABAR, dengan kata lain aku telah KEHILANGAN yang namanya KESABARAN di dalam diriku.

Hal ini kembali membawaku dalam sebuah PERENUNGAN, bahwa aku telah dikuasai oleh KEANGKUHAN DIRI hingga batasnya, dan menghilangkan unsur kesabaran yang dulu sempat kumiliki sekian lama.

Ya, aku KHILAF. Aku lupa bahwa kesabaranlah yang selama ini senantiasa MENGUATKANKU. Kesabaranlah yang selama ini MENUNTUNKU menghilangkan kesedihan yang kualami. Kesabaran juga yang telah ajarkanku untuk senantiasa BERSYUKUR dalam setiap keadaan.

Namun rupanya KESENANGANKU yang terengah-engah telah membungkam kesabaranku hingga ia semakin lemah untuk bersuara.

Ampuni aku, Ya Rabb... nampaknya aku masih belum lulus ujianMU. Betapa mudahnya aku TERLENA dalam tetesan NIKMAT-MU hingga aku lupa untuk bersyukur. Betapa tamaknya aku akan dunia, tenggelam dalam HINGAR BINGAR yang kuciptakan (sendiri) dalam pikiran (dunia) ku, hingga menulikan kedua telingaku dari jeritan hati nuraniku yang (mulai) terusik dentuman SANG EGO.

Aku harus kembali BERSUCI, Ya Rabb... jika masih dapat air wudhu’ ku membersihkan kerak-kerak keangkuhan yang telah menempel dan berkarat di tubuhku... Ampuni aku, Ya Rabb... tatkala tingginya ego telah menulikan telingaku dari bisikanMU untuk ber-ISTIGHFAR dengan segenap HATI dan JIWAku.

Semoga SEMBAH SUJUDku padaMU malam ini masih memiliki nilai yang cukup untuk menerima AMPUNAN-MU...

Kulaknat keangkuhanku... yang tak pantas... sebab semua yang ada padaku, semata-mata adalah TITIPAN-MU, Ya Rabb... kelak kepadaMU-lah jiwa dan ragaku ‘kan berpulang...


Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'”. (QS. Al-Baqarah : 45)


~ Jejak Bintang ~

No comments: