
Dan betapa waktu berjalan selalu dalam irama lambat, setiap kali aku memintanya untuk berlari. Dan sebaliknya, ia berlari terengah-engah setiap kali aku memintanya untuk melambatkan iramanya.
Ah, WAKTU... kamu selalu sentimen sekali...
Tak mengertikah kamu, bahwa terkadang aku ingin sekali menghipnotismu dalam ketidaksadaran, untuk kemudian kamu akan menuruti segala perintahku. Kapan kau harus melambat, dan kapan kau harus berlari. Mungkin juga, sesekali aku akan menyuruhmu untuk tertidur. Agar aku dapat mendekap erat saat-saat yang tak ingin kubiarkan pergi bersamamu.
Pasti menyenangkan, jika aku yang memegang kendali atasmu, dan bukan sebaliknya. Hahaha... :D
~ Jejak Bintang ~
No comments:
Post a Comment