
MERATAP sendiri di kesunyian malam
aku tak tahu arah disaat jalanku terasa buntu
kembali ku duduk bersila di atas hamparan sajadah
menerawang... jauh... mengingat semua dosa...
rasanya terlalu 'berat' untuk mendapat 'pengampunan'-Mu
aku telah terlalu jauh melangkah... menjauhi-Mu
berbelok-belok.. menelusuri lembah dosa...
dalam keadaan sadar dan kepala menatap
lurus jalan gelap yang kutelusuri
saat cahaya-Mu menyapaku di tengah perjalanan
kudapati diriku tersandung batu hitam
lalu jatuh tersungkur, tak berdaya...
malu aku kepada-Mu Yang Maha Tinggi
sekali lagi kubasuh tubuh ini dengan air wudhu
berangkat lagi aku menemui-Mu
mengeluh pada-Mu... meratap... menangis...
memohon ampunan-Mu...
malu aku tengadahkan wajah,
di hadapan kuasa-Mu Yang Tak Terhingga
wajah ini pasti hitam lebam
dalam kemunafikan
Engkau di sana mendengarkanku,
tak dapat kulihat... namun kurasakan...
Engkau marah, aku telah khianat...
Tuhanku... aku FASIK... aku menyukai dosa-dosa...
seperti tak dapat beranjak pergi darinya
Tuhanku... aku TAKABUR... merasa hidupku telah sempurna
saat dalam kesenangan, aku lupa kepada-Mu...
Tuhanku... aku KUFUR NIKMAT... Kau beri aku begitu banyak,
selalu ku ingin lebih dan terasa kurang saja
Tuhanku... selamatkan aku dari keadaan ini...
aku sadar sepenuhnya ini semua begitu menyiksaku
hati... pikiran... dan jiwaku...
Tuhanku... aku terhimpit di dalam penatku sendiri,
aku tahu aku telah merusak diriku sendiri
aku lalai dalam hal-hal duniawi yang seharusnya kutekuni
aku lupa, semua ini hanya titipan-Mu...
Tuhanku...
aku telah lama bertahan dalam keserakahan hidup
ampuni aku... tuntun aku lagi... terangi jalanku lagi...
saat tak ada siapa pun didekatku,
hati kecilku berharap, Kau tidak ikut pergi meninggalkanku
Tuhanku... akulah yang tak tahu diri...
~ Jejak Bintang ~
011004
No comments:
Post a Comment