Tahun yang penuh dengan pergolakan emosi, penuh perenungan panjang, penuh dengan peristiwa-peristiwa penting yang kelak melukiskan senyuman, hingga memilukan kalbu... catatan perjalanan mengukir sejarah...
Redupnya cahaya hati di permulaan tahun... hal-hal mengenai terkuaknya satu rahasia yang tersimpan rapi, terkoyaknya kepercayaan, kesetiaan, ikatan... semua berproses mematangkan, menyadarkan, menampar... diri ini... untuk kembali pada kesadaran yang penuh, walau tak sepenuhnya dalam keadaan sadar... ketika langkah goyah segoyah-goyahnya, tiada seorangpun sebagai sandaran... aku benar-benar sendirian... hanya bersama Dia Yang Maha Penyayang...
Selain menjelajahi tempat-tempat menakjubkan di belahan dunia yang lain, Ia pun menuntunku menuju proses pematangan pribadi. Ia tunjukkan satu persatu jalan keluar untuk menguraikan segala persoalan hidup yang tengah menderaku. Ia lembutkan hati orang-orang yang ada di dekatku, di sekitarku. Ia ajarkan pemahaman, arti kehilangan dan perjumpaan. Tentang datang dan perginya segala sesuatu dalam hidup ini.
Ada perjumpaan yang begitu berkesan, dengan seorang kawan lama dari seberang pulau.. adalah ia yang mengajarkan kepadaku begitu banyak hal, tentang menjadi ibu, tentang menjadi istri, tentang menjadi wanita seutuhnya. Ia yang datang membawa hangat mentari ditengah redup dan bekunya hatiku. Bangkitkan kembali harapan hidup dan mimpi-mimpiku yang sempat terkubur. Rabb, terima kasih Engkau telah hadirkan ia dalam hidupku. Dan melalui ia lah pertama kalinya langkahku menjejak Sumatera. Tak pernah kuduga itu merupakan sebuah awal, dimana kemudian kelak aku menjejak belahan lain Sumatera, di tahun yang sama.
Kemudian, di penghujung tahun, Ia perkenankan aku untuk kedua kalinya menjejak Tokyo, Jepang. Ditambah perjalanan menakjubkan melihat Gunung Fuji yang puncaknya tertutup salju (yang ternyata tak) abadi. Subhanallah, walhamdulillahi, Allahuakbar... Maka nikmatNya yang manakah yang kudustakan...?
Dan di penghujung tahun... Yang Maha Pengasih memanggil ayahku 'tuk kembali keharibaanNya. Innalillahi wa'inna illaihi rajiuun. Hanya berselang satu hari saja sejak kepulanganku dari Negeri Sakura. Kemudian Ia perkenankan aku menemui dan mengantarkan ayahku sebagai bentuk penghormatan terakhir, ke kampung halamannya. Tak pernah terbayangkan olehku, akhirnya aku terbang juga ke sana bersama adikku. Inilah kali pertama langkahku menjejak Solok, Sumatera Barat, untuk mengantarkan beliau menuju peristirahatan terakhirnya. Luluh lantaknya perasaanku. Tak pernah kukira ia akan pergi secepat itu. Doaku mengiring kepergiannya, di tanah makam di atas perbukitan yang sejuk dan tenang, jauh dari pikuk keramaian... semoga beliau mendapat tempat terbaik disisiNya. Amin.Yaa Rabb... 'tlah Kau torehkan begitu banyak warna di tahun ini, dalam lembaran kanvas putih perjalanan hidup hamba... Kepada yang datang dan pergi... Perjalanan menjelajah bumiMu nan luas membentang... Atas setiap hikmah yang berharga di setiap langkah... Terima kasih, Yaa Rabb... Alhamdulillah... Semoga di waktu ke depan, langkah hamba semakin kuat menjejaki tiap goresan (pena) takdirMu yang indah... Semoga hamba senantiasa Engkau tunjukkan jalan yang terbaik, menuju kehidupan yang lebih baik... Amiiinn yaa Robbal alamiiin...
~ Jejak Bintang ~
*) semua ilustrasi dalam tulisan ini adalah foto-foto istimewa koleksi pribadi saya

No comments:
Post a Comment