Friday, December 21, 2012

Pendosa

Senandung pilu,
di pucuk dedaunan...

Jiwaku tergetar,
hendak meninggalkan renta raga ini

Khianat usai,
seribu caci-maki mengambang
dipermainkan angin

Masihkah tatap
mampu pancarkan sinar,
disaat kegelapan
mengepung dari berbagai penjuru...?

Lantakkan aku,
bersama dosa-dosa indah yang kuukir
diatas kanvas yang susah payah dibentangkan

Aku tersungkur,
jika boleh kubenamkan diri
pada tanah retak dimana ku berpijak saat ini


...ladang tandus hatimu
yang kuteteskan darah...