Senandung pilu,
di pucuk dedaunan...
Jiwaku tergetar,
hendak meninggalkan renta raga ini
Khianat usai,
seribu caci-maki mengambang
dipermainkan angin
Masihkah tatap
mampu pancarkan sinar,
disaat kegelapan
mengepung dari berbagai penjuru...?
Lantakkan aku,
bersama dosa-dosa indah yang kuukir
diatas kanvas yang susah payah dibentangkan
Aku tersungkur,
jika boleh kubenamkan diri
pada tanah retak dimana ku berpijak saat ini
...ladang tandus hatimu
yang kuteteskan darah...

1 comment:
Sabar....
Post a Comment