PATAH
selalu kukenang
di atas secarik kalender usang
ketika gemertak jadi serak paling sunyi
MENGENANGMU
musim menua, di selembar fosil seribu relief gugurkan tamsil
batu-batu pisau, segundah desau
dimana jejakmu mengikatku
LUKA
waktu memantul di jelaga
rindu bersenyawa
seperti kematian berulang-ulang
di dadaku kau tuangkan sunyi lalang
lalu sebagaimana pintamu
aku belajar menjadi luka
RISAU
kutemui kau
saat pohon-pohon biru
memahat pisau di mata senja
tetaskan malam dengan bara hujan
Fitri Wahyuni; Kompas, 11 September 2010
No comments:
Post a Comment