
Kepalaku pening, mataku lelah. Terlalu lama di depan PC dan terlalu lama online. Well, even bukan online dalam arti YM! sepanjang hari atau FB-Chat, atau pengertian online lainnya yang memiliki makna “terhubung dengan orang lain melalui media cyber”. Online-ku banyak membaca, dari KCM hingga blog-blog yang kuanggap menarik. Artikel-artikel yang berkaitan dengan psikososial, menulis, dan lain-lain. Entah sejak kapan tepatnya aku begitu keranjingan internet. Yang pasti, kalau ini dapat dikatakan semacam ‘addict’, aku sudah merupakan ‘cyber addict’ stadium akut.
Pagi-pagi, sesampainya di kantor, aku langsung membuka browser favoritku, Google Chrome. Lalu seolah sudah merupakan aktivitas rutinku, jemariku mulai menari-nari membuka beberapa akun email yang kupunya, baik itu akun email pribadi maupun email dengan domain kantor, diikuti KCM, FB dan Twitter. Siang hari, apabila aktivitas agak mulai melonggar, bisa browsing artikel-artikel (yang kuanggap) menarik, sampai game online. Ffffiiiuuuhh… rasanya lelah juga, bahkan terkadang jenuh, tapi selalu kuulang dan kuulang aktivitas itu. Bahkan, kalau satu jam saja terjadi error pada jaringan, aku tak tahan untuk tidak online, aku mulai mengutak-atik Opera Mini dari ponselku. Aaarrrggghhh…!!! Setan cyber ini sudah merasuki diriku sampai ke pori-pori otakku…!!!
Aku sempat berfikir, apakah ada hubungannya kegilaanku pada dunia cyber dengan tempramenku yang semakin tinggi belakangan ini, emosiku yang mulai semakin tidak stabil, dan self-control yang juga semakin tak terkendali. Hhhhh…bahkan yang terparah, kinerja otakku juga mulai melemah, aku juga telah terjangkit alzheimer stadium menengah, sepertinya.
Cyber world oh cyber world, disamping memiliki jutaan manfaat dan memajukan peradaban, dampak negatif yang kau timbulkan juga (kurasa cukup) membahayakan. Orang yang sudah addicted terhadapmu akan semakin merasakan tidak butuh kehidupan sosialnya lagi (pada tingkatan tertentu), karena kamu juga merupakan sarana berkenalan yang lebih menyenangkan dari dunia nyata. Melalui engkaulah banyak hubungan-hubungan (maya) dimulai. Sebut saja itu dari messenger, mailing list, forum diskusi, komunitas peminat hobby/gadget tertentu, dilanjutkan dengan bertukar nomer henpon, lalu mulai saling sms dan bertelepon ria, lalu mengadakan gathering atau kopdar dengan orang-orang yang telah dirasa ‘klik’, kemudian berlanjut entah itu menjadi hubungan pertemanan, TTM-an, persahabatan, persaudaraan, percintaan, bahkan tidak sedikit juga yang berlanjut ke jenjang perselingkuhan.
Kalau sudah begini, yang salah sebenarnya kemajuan teknologi, atau penyalahgunaan alias pemanfaatan yang tidak tepat guna oleh manusia pengguna dunia cyber itu sendiri…?? Human error, manusianya yang error… Jadi, jangan coba-coba mengkambinghitamkan teknologi. Oke…???
~ Jejak Bintang ~
*) satu note lama, ketika aku baru mulai keranjingan internet, sekitar pertengahan tahun 2007
No comments:
Post a Comment