Monday, May 31, 2010

Alice in Wonderland

Gara-gara Shiryu ngingetin akan adanya film ini, aku pun teringat akan rencanaku menonton beberapa film sebelum berangkat dinas kemarin, salah satunya Alice in Wonderland.

Pertemuan dengan Devil weekend kemarin memang bukan suatu pertemuan yang direncanakan seperti dua minggu sebelumnya. The Exotic Devil just have a story to share. She just contact Innocent, and then Me. So we arrange a sudden hangout. Rencana awal di tempat favorit kita dulu, ternyata Shiryu ngajakin bergabung aja di FX. Untungnya Exotic maupun Innocent ngga ada masalah dengan tempat yang diganti, plus adanya acara nonton Alice sebelum kita ngafe, hehehe…

Film yang akan sangat menarik bagi anak-anak maupun remaja, sepertinya. Tapi ngga terlalu banget buat aku, dan mungkin juga buat teman-temanku yang lain. Alur ceritanya terlalu “negeri dongeng” dan ketebak banget jalan ceritanya, plus endingnya. Tanpa antiklimaks yang berarti. Karakter-karakter para tokohnya pun standar “negeri dongeng”, hanya ada hitam dan putih saja. Hmmm, sorry my friend, if you both didn’t too enjoying the movie.

Setelah film usai, Devil pun berpisah dengan Shiryu. Shiryu juga bersama salah seorang temannya sih, jadi emang nggak masalah, hehehe… pertemuan Devil berlanjut di CafĂ© Cartel. Semua udah pada kelaperan semenjak tiba di FX, belum lagi Innocent yang jadi korban aku salah parkir motor di Plaza Senayan. Untungnya dia cukup pasrah… sorry yach...

Acara dinner itu terasa menyenangkan, seperti sebuah reuni kecil tiga orang sahabat lama. Memang ada banyak perubahan yang terjadi semenjak segalanya berantakan beberapa tahun silam karena kesalahpahaman yang buruk. Tapi memang kekuatan persahabatan yang sejati rupanya tak lekang oleh waktu, thanks to Allah SWT karena masih menyandingkan kami bersama kembali dalam suasana kekeluargaan yang hangat malam itu.

Beberapa menit setelah pertemuan usai, aku melirik facebook, kubaca status Exotic: “After Alice in Wonderland, Now back to reality”. Status yang simple memang, tapi entah mengapa membuatku tersenyum cukup lama mencoba mencerna lebih dalam makna dari statusnya itu. Ternyata, memang kita diharuskan untuk terbangun dari mimpi, kira-kira begitulah yang aku tangkap. Terbangun dari mimpi-mimpi tentang negeri impian, tentang fairy tale yang lama membuai kita dalam tidur yang tersenyum. Memang mimpi adalah bunga tidur, mimpi adalah keinginan terdalam dari hati manusia yang rasanya nyaris mustahil untuk diwujudkan di dunia nyata. Maka bermimpilah, sepanjang mimpi itu dapat membuai sang hati dan tidak mengganggu pikiran di atas sana. Dan terbangunlah dengan penuh kesadaran bahwa hidup adalah dunia nyata yang harus dihadapi dengan segala warna yang ada, yang mungkin tak pernah sama dengan warna-warna yang ditawarkan sang mimpi.

Sekali lagi, thanks to Exotic for the quote “After Alice in Wonderland, Now back to Reality”… I love you all, my dear Best Friends, Devil


~ Jejak Bintang ~

No comments: