
tahan tangismu yang terisak,
dan tiupan dari hatimu yang terbakar,
karena TULI adalah telinga yang tak terhingga,
dan yang tak pedulian adalah langit
kita ada di seberang,
dan kita adalah yang maha tinggi,
dan diantara kita ada keabadian
yang tak terbatas,
adalah kesia-siaan gairah keselamatan kita
yang tak dibentuk
dan sebab dari itu semua,
kau meminta yang tak diketahui,
dan yang tak diketahui…
diselimuti kabut yang bergerak tinggal
di dalam jiwamu sendiri
ya, dalam jiwamu sendiri
penebusmu terbaring lelap,
dan di dalam tidur…
tampak apa yang tidak terlihat
ketika matamu jaga…
bumi adalah tempat kediamanmu,
dan bumi merupakan singgasanamu;
dan tinggi diseberang,
harapan selanjutnya dari manusia,
tanganmu menjunjung tinggi takdirnya…
KAU TAKKAN MENINGGALKANNYA…
siapa berusaha mendekatimu,
melampaui keriaan dan rasa sakit,
kau takkan memalingkan wajahmu
dari kebutuhan dalam matanya…
(Kahlil Gibran)
<sebab berlari dari takdirmu
hanyalah suatu kesia-siaan belaka>
23-07-02
No comments:
Post a Comment